Chapter 36

370 64 17
                                        

Kenangan yang baru saja muncul entah mengapa membuat Jeongyeon kesal. Setiap kali dia melihatnya, tubuhnya pasti akan terpengaruh dan membuatnya tidak nyaman.

Bahkan sampai sekarang, dia masih bisa merasakan tubuhnya gemetar, tangan berkeringat dan detak jantung berpacu sangat kencang di balik tulang rusuknya.

Jeongyeon diantar ke kamar oleh Jihyo dan pelayanannya. Dia lalu pergi mandi air hangat dan berganti dengan pakaian tidur, jelas tidak ingin keluar lagi.

Setelah mengeringkan rambutnya, dia duduk di tempat tidur dan memikirkan kemunculan wanita yang dia lihat di dalam ingatan pemilik tubuh aslinya.

Wanita itu datang ke acara ulang tahun nyonya Yoo. Jadi, apa sebenarnya hubungan mereka berdua?

Lalu, apakah nyonya Yoo tahu tentang apa yang dilakukan nyonya Kim pada putranya?

Jeongyeon awalnya tidak ingin tahu lagi tentang hal ini, tapi setelah melihat nyonya Kim di acara ulang tahu ibunya, rasa penasarannya kembali muncul.

Mengingat apa yang telah dilakukan nyonya Kim pada pemilik tubuh ini, dia tidak bisa untuk tidak memaki dan menyumpahinya. 

Pada saat itu, pintu tiba-tiba terbuka dan sosok Mina masuk ke dalam kamar.  Jeongyeon menyadarinya, tapi dia tidak terlalu memperdulikannya karena pikirannya sedang di penuhi oleh misteri masa kecil dari pemilik tubuh ini.

Ketika pertama kali masuk, Mina masih dalam keadaan marah, tapi setelah menutup pintu dan melihat Jeongyeon duduk dengan wajah muram, dia menenangkan dirinya.

Mina lalu bertanya, "Ada apa? Kenapa kau memasang ekspresi seperti itu? Jelek sekali."

Mendengar kata-kata Mina, suasana hati Jeongyeon yang tadinya buruk menjadi semakin buruk. Dia langsung mendongak, menatapnya dengan penuh kebencian lalu mendengus.

"Kau masih bertanya kenapa wajahku seperti ini? Aku baru saja jatuh ke dalam air. Apakah kau berharap aku akan tersenyum dan tertawa saat ini? Kau pikir aku gila."

"........."

Mina tidak menyangka respon Jeongyeon akan seperti ini. Awalnya dia hanya ingin menggodanya dan membuatnya melepaskan rasa kesalnya, tapi pihak lain malah menjadi semakin emosi.

Mengingat tempramen Mina, seharusnya mudah baginya untuk membalas dengan kata-kata yang lebih menusuk, namun entah mengapa, dia sedang tidak ingin melakukannya.

Dia hanya membuka dan menutup mulutnya berkali-kali, membuat Jeongyeon tidak sabar, "Apa?"

Mina menatapnya sejenak lalu berkata, ".....aku sudah memberi Kyungwan pelajaran."

Dia berharap itu akan membuat Jeongyeon merasa lebih baik. Namun, pihak lain masih tidak peduli dan terlihat begitu acuh, "Lalu?"

Mina menghela napas, "Aku menamparnya dan memarahinya di depan banyak orang."

"Oh...."

Jeongyeon bergumam dengan malas sebelum melompat dari tempat tidur karena terkejut, "Apa?"

Melihat reaksinya yang tiba-tiba bersemangat, Mina langsung merasa bangga dan berpikir, 'Lihatlah, si bodoh ini, sangat mudah sekali menarik perhatiannya.'

Jeongyeon tidak tahu bahwa dia sedang diremehkan saat ini, dia hanya bertanya dengan penasaran, "Bukankah itu beresiko?"

Mina berdehem sembari melipat kedua tangannya di atas dadanya, bersandar di pintu dengan alis terangkat, terlihat begitu angkuh, "Resiko? Kau yakin menanyakan hal seperti itu padaku? Apa kau lupa siapa aku ini?"

"......."

Jeongyeon menatap Mina tanpa ekspresi dan berpikir, 'Oh, wanita ini sangat sombong sekali!' lalu diam-diam memutar matanya.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang