Mina pergi ke perusahaan dan tak lama kemudian banyak hal menumpuk di atas mejanya. Karena beberapa hari terakhir dia sering pulang cepat lalu ditambah kemarin pergi menonton konser bersama Jeongyeon, banyak hal yang harus diselesaikan dengan cepat.
Dia duduk di kantornya dengan sibuk sepanjang pagi, baru kemudian menyadari bahwa waktu makan siang telah lewat.
Lehernya sakit karena terlalu lama mempertahankan satu posisi dan yang lebih parah, rasa sakit yang menusuk diperutnya lebih kuat dari pada biasanya.
"Suzy, bisakah kau membelikanku semangkuk bubur dan membawanya ke atas, beserta obat perut? Oh ya, jangan sampai yang lain melihat." kata Mina lembut melalui komunikatornya.
Menyadari suaranya terdengar lemah dan tenggorokannya sakit, Suzy segera membawakan makanan, melirik wajah Mina dengan cemas.
"Nyonya, sepertinya anda kurang sehat. Haruskah anda mengambil cuti sehari untuk beristirahat?"
Mina menggeleng dan berkata setelah menyesap bubur panasnya, "Tidak apa-apa, ini hanya masalah kecil. Rapat sore dijadwalkan sesuai rencana. Katakan saja pada stafmu untuk mengaturnya."
"......."
Suzy yang sudah lama mengenal Mina tahu bahwa dia tidak akan bisa membujuknya, jadi dia tidak berkata apa-apa lagi dan pergi mengerjakan perintahnya.
Setelah Suzy keluar dari kantornya, Mina buru-buru meletakkan sendoknya dan berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua bubur yang berhasil di makannya.
Menyeka bibirnya dengan punggung tangannya, dia lalu berkumur-kumur dan meggosok gigi untuk menghilangkan rasa tidak enak di dalam mulutnya.
Setelah itu, Mina merasa tidak berselera makan apapun lagi. Dia berbaring kelelahan di sofa, berharap istirahat siang akan membantunya merasa sedikit lebih baik.
Sepanjang rapat sore itu, Mina telah memaksakan diri hingga batas maksimal. Dia minum dua botol suplemen nutrisi yang akhirnya membantu meredakan rasa lelahnya, tetapi tubuhnya tak sanggup lagi bertahan setelah rapat yang panjang itu.
Mina berjuang keras untuk meninggalkan perusahaan, tapi begitu masuk mobil, dia meringkuk tak nyaman.
Dia tahu dia sedang tidak enak badan, tetapi saat ini, dia tidak ingin orang-orang tahu dan berakhir di rawat di rumah sakit.
Jika sampai orang-orang tahu, mereka pasti akan memanfaatkan situasi ini untuk mencegahnya pergi ke perusahaan.
Mina tidak ingin menimbulkan terlalu banyak masalah, jadi meskipun dia merasa tidak enak badan, dia ingin melewatinya sendiri.
Ketika sampai di rumah, para pelayan sudah menunggu di halaman dan ingin membantunya. Namun, Mina langsung menolak mereka semua dan bahkan tidak membiarkan siapa pun mengikutinya.
Dia keluar dari mobil sendiri dan masuk ke dalam rumah. Itu hanya beberapa langkah, tapi dia berjalan sangat lambat seolah-olah hanya mendorong pintu telah menguras seluruh tenaganya.
Mina kemudian melirik ke ruang tamu, tapi tidak melihat Jeongyeon. Mungkin karena sakit, pikirannya menjadi lebih rapuh.
Dia sebenarnya merasa sedikit tersesat karena orang itu tidak ada. Meskipun dia tidak mau mengakuinya, tapi dia berharap Jeongyeon ada di sana dan peduli padanya.
Mina menertawakan pikirannya sendiri dan bersandar dengan lemah di pegangan tangga, merasakan tubuhnya semakin kehilangan tenaga.
Meski begitu, dia masih tidak berniat
pergi ke rumah sakit atau pun meminta dokter datang untuk memeriksanya. Dia sekarang hanya ingin minum obat lalu tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
FanfictionJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
