Jeongyeon bangun terlambat pagi ini, dia sudah mendengar suara Sunmi di luar kamar yang memintanya untuk bangun dan sarapan.
"Hmmm...."
Dia bergumam dengan malas, masih enggan untuk bangun dan ingin kembali melanjutkan tidurnya. Namun, setelah mendengar perkataan Sunmi berikutnya, dia terpaksa membuka matanya.
"Tuan, ada tuan Tzuyu di bawah..."
"Ishhh..."
Kenapa dia datang pagi-pagi sekali?
Jeongyeon berguling-guling di tempat tidur sambil meregangkan tubuhnya sebelum bangkit dan pergi ke kamar mandi.
Dia berencana untuk kembali ke rumah pemilik aslinya hari ini bersama Tzuyu. Tapi dia tidak menyangka Tzuyu akan datang pagi-pagi sekali dan mengganggu tidurnya.
Jeongyeon begerak dengan malas dan hendak mencuci wajahnya ketika melihat dirinya di cermin dengan kedua pipi bengkak.
Dia pun langsung tersentak, "Bagaimana bisa terlihat begitu serius hanya dalam satu malam?"
Setelah selesai bersih-bersih, Jeongyeon turun ke bawah dengan wajah muram. Sudah ada dua orang yang duduk di meja makan. Dia pertama-tama mengalihkan pandangannya ke arah Mina.
Wanita itu tampak acuh tak acuh dan makan sarapan di piringnya dengan elegan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Jeongyeon tidak bisa menahan diri untuk tidak mendengus, "Ishhh..."
Mendengar suaranya, kedua orang di meja makan itu menoleh dan kemudian terdengar seruan Tzuyu, "Ya tuhan..."
Tzuyu bergegas ke Jeongyeon, seolah-olah ingin menyentuh wajahnya, tapi tidak berani dan akhirnya bertanya dengan ragu-ragu, "Ada apa dengan wajahmu?"
Mendengar pertanyaan ini, Jeongyeon melirik Mina dan melihat bahwa wanita itu baru saja meliriknya dan kemudian melanjutkan sarapan, seolah-olah masalah ini tidak ada hubungannya dengannya.
Dia tidak dapat menahan diri untuk tidak menggertakkan giginya dan ingin sekali memakinya, tapi...
"Tuan..."
Pada saat itu, Sunmi yang baru saja kembali dari luar melihat penampilan tuannya. Dia segera mendekatinya dan menariknya untuk duduk.
Sebelumnya, dia tidak masuk ke dalam kamar Jeongyeon untuk mengawasi orang-orang membersihkan kamar seperti biasanya karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Jadi, dia benar-benar tidak tahu bahwa tuannya terluka.
Tadi malam pun, dia juga tidak menunggu Jeongyeon pulang karena pihak lain menyuruhnya untuk beristirahat dan tidak membiarkan mengikutinya.
Dia merasa tidak berdaya, hal seperti ini sudah sering terjadi akhir-akhir ini. Tuannya itu seakan-akan sedang memberi batasan dan bahkan seperti menjaga jarak darinya.
Sunmi berlari ke dapur dan mengambil es untuk kompres dingin. Dia jelas lebih khawatir dari pada pelaku yang menyebabkan Jeongyeon seperti itu.
Melihat ekspresi dan kemana arah lirikan mata Jeongyeon tadi, Tzuyu dapat menebak apa yang sedang terjadi.
Dia mencondongkan tubuhnya ke dekat telinga Jeongyeon dan berbisik, "Apa yang kau lakukan pada Mina? Kau tidak melakukan sesuatu yang buruk, kan?"
Jeongyeon menggertakkan giginya lagi, "Memangnya apa yang bisa aku lakukan padanya?!"
Jika dia benar-benar melakukan sesuatu pada Mina, dia pasti akan mengakuinya. Namun, masalahnya dia tidak melakukan apa-apa, tapi dia tetap di tampar dua kali. Ini sangat tidak adil baginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
FanficJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
