"Maaf, aku tidak suka laki-laki."
Hyunjin menundukkan kepalanya dan pergi dengan wajah muram setelah mendapat penolakan dari Jeongyeon.
Ini sangat memalukan, dia bakan tidak tinggal lama dan langsung pergi setelah mendengar kata-kata itu yang membuat Jeongyeon bernapas lega.
"Apakah kau memutuskan secepat itu?"
Sana sedikit terkejut melihat Jeongyeon langsung menolak dengan lugas, bahkan tanpa melihat wajah tampan dan imut Hyunjin.
Apakah dia benar-benar tidak suka laki-laki lagi?
Dipertemuan pertama mereka, Jeongyeon memang telah membantah rumor itu dan menegaskan bahwa dia bukan seorang Gay.
Tapi Sana tidak dapat mempercayai sepenuhnya karena dia mendengar sumber berita itu dari orang yang sangat di percaya.
Mungkinkah, amnesia dapat mempengaruhi referensi seksualitas seseorang?
"Apa lagi yang harus aku pertimbangankan?"
Mata Jeongyeon menyipit saat menoleh untuk menatap Sana. Dia melihat tatapan bertanya-tanya Sana kepadanya dan kembali kembali menegaskan.
"Aku tidak suka laki-laki, aku pria normal dan aku hanya akan menyukai perempuan!"
"Oh..."
Alis Sana sedikit terangkat, dia memperhatikan ekspresi serius di wajah Jeongyeon dan tersenyum menggoda.
"Benarkah?"
Dia lalu menempel di lengan Jeongyeon, namun kembali di dorong menjauh oleh pihak lain. Meski begitu, Sana masih dapat mencium bau harum dari tubuhnya.
Sana tertawa dan berhenti menggoda Jeongyeon, "Hahaha, iya, iya. Aku tahu..."
Tentu saja Jeongyeon tidak mempercayainya. Dia tahu bahwa Sana lebih mempercayai rumor itu, sama seperti Mina.
Hah...
Dia sangat lelah membujuk orang-orang untuk mempercayainya.
Jeongyeon lalu berkata sambil tersenyum masam, "Terserah apakah kau mau percaya atau tidak padaku. Itu adalah pilihanmu."
Matanya yang seperti bunga persik sangat menawan. Ketika dia tersenyum, matanya akan berubah menjadi bulan sabit dengan ekor matanya yang melengkung ke atas.
"Hahahaha, aku percaya, aku percaya padamu. Aku tidak akan meragukanmu lagi. Kalau begitu, bagaimana kalau kau menemaniku malam ini?" Sana menatapnya dan tersenyum genit.
Setelah mendengar itu, Jeongyeon mengira Sana hanya bercanda dan tentu saja dia tidak menganggapnya serius.
Dia mencondongkan tubuhnya untuk mendekat lalu tersenyum dan berkata, "Oke."
"........"
Melihat wajah Jeongyeon dari dekat, Sana tertegun sejenak. Dia belum pernah menemukan pria seperti Jeongyeon sebelumnya.
Aroma segar dan lembut ditubuhnya yang memabukkan tercium saat ini dan bibirnya yang merah alami tampak begitu menggoda.
Melihat senyum di wajahnya, Sana bahkan merasa itu lebih menakjubkan dari pada gelas anggur yang ada di tangannya.
Namun, Jeongyeon sama sekali tidak tahu tentang pesonanya sendiri dan malah berani menyiramkan bensin ke dalam api yang mulai menyala.
"Kalau begitu, aku akan menemanimu malam ini dan tidur disini bersamamu."
"........"
Sana hampir saja mempercayainya, namun kembali sadar ketika mengingat rumor itu dan status Jeongyeon yang sudah menjadi suami orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
FanfictionJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
