Ketika masih duduk di bangku kuliah dulu, Jeongyeon pernah bekerja paruh waktu di beberapa tempat.
Salah satunya di sebuah toko kue dan di sana lah dia menyadari bahwa dia memiliki bakat dalam memasak.
Saat itu, dia tidak hanya dengan cepat menguasai metode pembuatan kue, tapi juga menyempurnakan resepnya.
Bahkan tokoh kue itu menjadi penuh sesak ketika dia bekerja di sana dan saat tiba waktunya berhenti, pemiliknya sampai enggan melepaskannya.
Setelah dia mulai bekerja di perusahaan keluarga, dia jarang punya punya waktu untuk memasak, apalagi membuat makanan penutup.
Jika ada pun, sesekali dia akan mencoba membuat kue tart dan itu pun ketika dia punya waktu luang, juga sebagai hadiah untuk dirinya sendiri.
Kue mangga yang dia buat untuk Chaeyoung terakhir kali berukuran kecil dan metodenya berbeda dari yang ini.
Berhubung dirinya sedang merasa bosan dan tidak punya kegiatan lain, Jeongyeon ingin menggunakan kemampuan terbaiknya untuk mencoba kembali.
Namun, susah lama sekali dia tidak melakukannya dan ada kekhawatiran di lubuk hatinya bahwa dia akan mengacaukannya.
Dia ingin mengurungkan niatnya dan kembali bermalas-malasan, tetapi saat ini ada seseorang yang menatapnya dengan penuh kepercayaan.
Siapa lagi kalau bukan Myoui Mina!
"........."
Entah apa yang terjadi pada wanita sibuk itu hari ini?
Ketika Jeongyeon berkata pada Sunmi bahwa dia ingin membuat kue dan memintanya untuk menyiapkan bahan-bahannya, Mina yang sebelumnya beranjak dari meja makan malah duduk kembali dan menemaninya memasak di dapur.
Tanpa bertanya pun, Jeongyeon sudah memahami niat wanita itu. Mina selalu menghabiskan semua makanan yang dia masak dan jelas sekali dia sangat menyukainya.
Jadi, apa yang bisa dia lakukan?
Tidak mungkin tiba-tiba berhenti dan menyuruh nyonya besar itu pergi, bukan?
Oh, sungguh....
Jeongyeon tidak mau mati muda untuk kedua kalinya!
Dia bahkan dapat membayangkan berbagai macam kekejaman yang mungkin akan dilakukan Mina padanya.
Sekarang dia hanya bisa memaksakan diri untuk berpura-pura tenang dan untungnya, dia masih mengingat sebagian besar prosesnya.
Bagaimana pun, memasak adalah proses yang menenangkan baginya. Jadi, dia tidak perlu memikirkan apapun dan hanya fokus pada tugas yang ada.
Di sisi lain, Mina juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya berdiri di depan pintu dapur dan terus menunggu masakan Jeongyeon selesai.
Dapur itu besar dan semi terbuka. Jeongyeon sibuk mondar-mandir di depan meja dapur lalu tiba-tiba berseru keras, "Ahhh...."
Mina yang mendengar seruan itu buru-buru bertanya, "Ada apa?"
Dia mencondongkan tubuh untuk melihatnya dan memperhatikan ada bercak tepung di kaos hitam Jeongyeon.
Alisnya berkerut melihat pemandangan kotor itu dan berkata dengan nada memerintah, "Kau ceroboh sekali. Lihat, apa yang kau lakukan pada pakaianmu. Cepat ganti dengan yang baru!"
Mina mulai mengomel sambil mengulurkan tangannya untuk menyeka tepung dari kaos hitam Jeongyeon.
Namun, itu bukan hanya tepung kering, ada juga sedikit tepung basah yang tercampur di sana sehingga sulit untuk dibersihkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
Fiksi PenggemarJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
