Chapter 24

375 68 20
                                        

"Ini pasti sulit bagimu..."

"....."

Tzuyu bingung.

"......."

Jeongyeon juga bingung.

Mereka berdua yang awalnya khawatir kalau Mina salah paham, benar-benar tidak bisa memahami masalah ini.

Apa yang begitu sulit?

Namun berikutnya, Mina melirik wajah Jeongyeon yang masih bengkak, seolah-olah mengatakan sesuatu.

"......."

Mereka berdua tiba-tiba menyadari apa yang sedang terjadi.

Oh, jadi begitu....

Tzuyu menutup mulutnya dan tertawa pelan sedangkan Jeongyeon menatap Mina dengan wajah penuh kebencian lalu berteriak kesal, "Siapa yang membuatku seperti ini!"

Wanita ini benar-benar berani menertawakannya!

Ekspresi Mina tetap tidak berubah dan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun melenggang pergi ke dapur, menuangkan segelas air untuk dirinya sendiri.

Jeongyeon menggertakkan giginya, mengapa dia tidak tahu sebelumnya bahwa Mina adalah orang yang sangat, sangat menyebalkan?!

Setelah sosok itu menghilang dari pandangannya, dia tiba-tiba teringat akan rencana sebelumnya, namun Mina sekarang sudah pulang dan tidaklah nyaman baginya untuk kembali ke rumah penuh misteri itu.

Hah...

Sepertinya, dia harus menundanya dulu.

Dia penasaran dan kemudian pergi menyusul Mina, "Mengapa kau kembali pagi sekali hari ini?"

Jeongyeon mendekati pintu dapur dan melihat waktu. Saat itu baru pukul tiga sore. Bagaimana mungkin Mina bisa muncul di rumah jam segini? Ini tidak terlihat seperti gayanya yang gila kerja.

Mina meliriknya dan berkata dengan suara rendah, "Pekerjaanku sudah selesai dan tidak ada acara sosial yang harus ku hadiri malam ini."

Jeongyeon menganggukkan kepalanya kemudian teringat akan kesibukan Mina dan dengan baik hati memberikan nasehat.

"Oh, baguslah kalau begitu. Memang lebih baik pulang kerja lebih awal. Hidup ini tidak selalu soal kerja. Banyak hal lain yang juga butuh perhatian, seperti keluarga, kesehatan dan kehidupan sosial."

"......"

Mina hanya meliriknya tanpa berkomentar.

Ketika keduanya kembali berjalan menuju ruang tamu, Tzuyu memandang Mina dan Jeongyeon secara bergantian. Jika di lihat-lihat lagi, mereka berdua memang memiliki kecocokan untuk menjadi pasangan.

Ah...sayang sekali.

Tzuyu merasa sedih untuk temannya ketika sebuah ide muncul di kepalanya. Matanya tiba-tiba berbinar, senyum lebar muncul di wajahnya lalu memanggil Mina dengan manis.

"Kakak ipar..."

Jeongyeon seketika berhenti bergerak, Mina mengencangkan cengkeramannya pada cangkir dan semua mata tertuju pada Tzuyu. Namun pihak yang di tatap mengabaikan tatapan mereka dan menatap Mina dengan penuh semangat.

Dia lalu berkata dengan senyum menyanjung di wajahnya, "Kakak ipar, kau tahu kan kalau keluargaku memiliki agensi, kan? Apa kau keberatan jika aku mengontrak Jeongyeon?"

Ketika Tzuyu melihat Mina, tiba-tiba dia ingin menanyakan hal ini. Meskipun Jeongyeon telah menolak idenya dan mengatakan tidak punya niat untuk menjadi seorang artis, dia masih tetap ingin melihat reaksi Mina dan mendengar pendapatnya.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang