Chapter 44

329 55 11
                                        

"Mina, apa kau malu?" Jeongyeon tampak tak percaya.

Bagaimana mungkin orang seperti Mina bisa malu?

Dan, apa yang membuatnya malu?

Mendengar ini, Mina tiba-tiba berbalik dan memelototinya dengan dingin lalu berkata acuh tak acuh, "Apa yang baru saja kau katakan?"

Melihat ekspresinya yang tidak biasa, Jeongyeon menambahkan tanpa rasa takut, "Telingamu merah, apa kau malu?"

Mina mencibir, "Kalau matamu tidak bagus, pergilah ke dokter mata. Jangan biarkan imajinasimu liar!"

"......"

Jeongyeon tercengang dan berpikir, "Dia memarahiku!"

Tsk!

Wanita ini memang tidak akan pernah berubah.

Jeongyeon tidak ingin memperhatikannya lagi. Dia mengambil map yang tadi dilemparkan kepadanya dan menundukkan kepala untuk membacanya.

Sesekali dia akan bersenandung dan mengerang. Dia benar-benar fokus pada tumpukan kertas itu dan bahkan tidak punya waktu sedetik pun untuk melirik orang yang ada disebelahnya.

Melihatnya seperti ini, Mina tidak repot-repot memperhatikannya lagi. Dia kembali ke mejanya dan mulai mengerjakan sisa pekerjaannya.

Sementara itu, Suzy datang membawa beberapa dokumen untuk ditandatangani. Kalau tidak, hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu. Namun, jika dibandingkan dengan konfrontasi sebelumnya, hubungan mereka tampak cukup harmonis.

"Aku pikir ada yang aneh di sini."

Jeongyeon yang sedang memeriksa informasi tersebut tiba-tiba berbicara. Dia melambaikan tangan pada Mina dan berkata, "Mina cepat kemari. Coba kau lihat ini."

Mendengar desakannya yang tak berhenti, Mina berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampirinya.

Dia menurunkan sedikit pandangannya untuk melihat beberapa foto dan informasi dari rumah sakit yang disodorkan oleh Jeongyeon.

Itu adalah gambar mobil yang rusak parah dan keterangan tentang cedera yang diderita oleh nyonya Yoo.

Jika dilihat sekilas, situasi nyonya Yoo memang bisa di bilang sangat beruntung, namun ketika diterapkan pada kondisi pemilik aslinya, ini terasa agak tidak benar.

Dengan beberapa ingatan yang dilihat Jeongyeon dan perlakuan keluarga Yoo pada pemilik aslinya, hubungan mereka jelas tidak seperti orang tua dan anak kandung pada umumnya.

Mina sejak awal memang merasakan ada yang aneh dan jelas berpikir bahwa ada konspirasi yang di buat oleh keluarga Yoo.

Namun, perasaan aneh Mina tidak sekuat Jeongyeon. Saat ujung jarinya perlahan menelusuri foto-foto itu, pikirannya melayang pada kesimpulan : pemilik aslinya memang bukan putra kandung nyonya Yoo.

"Ishhh..."

Tiba-tiba dia merasakan sakit yang tajam di kepalanya. Dokumen-dokumen di tangannya jatuh ke lantai ketika dia kehilangan kendali.

Jeongyeon menutupi kepalanya dengan kedua tangannya, wajahnya langsung berubah pucat dan keringat dingin mulai terbentuk di kulit kepalanya.

Potongan-potongan masa lalu berkelebat dibenaknya, tapi sekeras apapun dia mencoba untuk melihat dengan jelas dan dengan sakit kepala yang menyiksa, dia tetap tidak bisa melakukannya.

"Ada apa denganmu?"

Dahi Mina berkerut dalam ketika melihat perubahan mendadak Jeongyeon. Apalagi saat melihatnya mengulurkan tangan untuk memukul-mukul kepalanya sendiri dengan wajah kesakitan.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang