CHAPTER 44

857 48 5
                                        

Hai!!!

Selamat datang di chapter 44

Jangan komen *next* Jangan komen *lanjut*

Komen yang lain kan bisa Contoh nih contoh

"author kok cantik" atau "semangat author 💪"

Komen seperti itu malah lebih bikin aku semangat daripada komen "next"

Komen uneg uneg kalian juga boleh. Uneg uneg kalian tentang alur cerita White Thread. Kalau kalian kasih kritik tentang cerita aku ini aku malah seneng banget.

Juga boleh Bebas kalian mau komen apa. Asal jangan *next* dan *lanjut*

Jangan lupa vote ya.. hargain penulis...

Salam rindu dari aku buat kalian semua...

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸









🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Normal Pov...

Flashback On...

Matahari pagi bersinar hangat, menyapu tetesan embun yang masih menempel di kelopak bunga. Alyssa berdiri di taman depan rumah, tangannya menggenggam selang air yang mengalirkan kesejukan ke tanaman-tanaman di sekelilingnya. Aroma tanah yang lembap menguar di udara.

Suara deru mesin yang berat mendekat, memecah ketenangan pagi. Alyssa mengangkat wajah. Dari kejauhan, ia melihat sosok yang sudah tidak asing. Zafran, dengan jaket kulit hitamnya, turun dari motor gede yang berhenti tepat di depan gerbang.

"Apa lagi?" Alyssa menaruh selang dan menatapnya. "Kamu sering sekali datang ke sini."

Zafran membuka helmnya, memperlihatkan senyum kecil yang tampak santai. "Pagi-pagi begini, kamu sudah nyiram bunga?"

Alyssa melipat tangan di dada. "Jawab pertanyaanku. Kenapa datang lagi?"

Zafran menyandarkan helmnya ke tangki motor. "Nggak boleh?"

Alyssa mendesah pelan. "Aku cuma nggak ngerti kenapa kamu selalu muncul di sini."

Zafran menatapnya sebentar. "Mungkin karena aku kangen."

Alyssa tertawa kecil. "Lucu sekali."

Keduanya tertawa bersama.

Belum sempat Alyssa membalas, suara mesin lain terdengar. Kali ini lebih halus, lebih berkelas. Sebuah mobil Rolls-Royce hitam melaju perlahan masuk ke halaman. Keduanya secara refleks menoleh.

Alyssa mengerutkan dahi. "Siapa?"

Zafran juga tampak penasaran. Tanpa berkata apa-apa, keduanya melangkah mendekat.

White Thread 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang