Hai!!!
Selamat datang di chapter 47
Jangan komen *next* Jangan komen *lanjut*
Komen yang lain kan bisa Contoh nih contoh
"author kok cantik" atau "semangat author 💪"
Komen seperti itu malah lebih bikin aku semangat daripada komen "next"
Komen uneg uneg kalian juga boleh. Uneg uneg kalian tentang alur cerita White Thread. Kalau kalian kasih kritik tentang cerita aku ini aku malah seneng banget.
Juga boleh Bebas kalian mau komen apa. Asal jangan *next* dan *lanjut*
Jangan lupa vote ya.. hargain penulis...
Salam rindu dari aku buat kalian semua...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Normal Pov...
Ruang ballroom hotel bintang lima itu dipenuhi cahaya temaram yang elegan. Meja-meja bundar dengan taplak putih bersih tertata rapi, lengkap dengan dekorasi bunga segar di tengahnya. Musik lembut mengalun, menciptakan suasana hangat di antara mereka yang hadir.
Malam ini adalah malam terakhir sebelum mereka berpisah, sebelum masing-masing melanjutkan hidup dengan jalannya sendiri.
Di salah satu meja, Zafran duduk bersama Alyssa, Fajril, Alesha, Filio, dan beberapa teman lainnya. Mereka tertawa, mengobrol, dan mengenang masa-masa kuliah dengan penuh nostalgia.
"Ayo kita bersulang buat masa depan kita!" seru Andro sambil mengangkat gelasnya.
Semua mengikuti, mengangkat gelas mereka dengan semangat. "Untuk kita semua!"
Setelah bersulang, Marsya meletakkan gelasnya dan tersenyum. "Gila ya, rasanya baru kemarin kita masuk kuliah. Sekarang kita udah di sini, di titik akhir perjalanan ini."
Nadira mengangguk. "Dan kita berhasil melewati semuanya bareng-bareng. Semua tugas, ujian, skripsi, semuanya."
"Jangan lupa drama-drama di kelas," tambah Dimas sambil terkekeh. "Dari yang nangis gara-gara dosen killer sampai yang curi-curi contekan waktu kuis."
Arkhan tertawa. "Gue nggak akan pernah lupa ekspresi lo waktu kegep nyontek, Dim."
Dimas mengangkat bahu pura-pura pasrah. "Ya salah gue apa kalau dosennya terlalu sadis?"
Semua tertawa. Suasana malam itu terasa hangat meski ada sedikit rasa haru di dalamnya.
Tiba-tiba, Wahyu berseru, "Ayo kita ngomongin rencana masing-masing ke depan! Biar kita tetap update walaupun nanti sibuk!"
"Jadi, setelah ini kita bakal ke jalan masing-masing, ya?" tanya Rohman. "Kalian udah siap?"
Zafran mengangguk pelan. "Siap atau nggak, kita harus jalan terus. Aku, Fajril, Filio, Fiona, Nanda, dan Nadira bakal ke Oxford. Awal yang baru, tantangan baru."
KAMU SEDANG MEMBACA
White Thread 2
Roman pour Adolescents(sequel White Thread) Sekumpulan remaja yang ingin mengungkap rahasia masa lalu dalam keluarga besar mereka yang disembunyikan selama bertahun-tahun. Rahasia masa lalu dari ibunda Muhammad Azafran Pratama. "Mah... Kapan Zafran bisa ketemu mamah. Zaf...
