CHAPTER 48

852 48 4
                                        

Hai!!!

Selamat datang di chapter 48

Jangan komen *next* Jangan komen *lanjut*

Komen yang lain kan bisa Contoh nih contoh

"author kok cantik" atau "semangat author 💪"

Komen seperti itu malah lebih bikin aku semangat daripada komen "next"

Komen uneg-uneg kalian juga boleh. Uneg-uneg kalian tentang alur cerita White Thread. Kalau kalian kasih kritik tentang cerita aku ini aku malah seneng banget.

Juga boleh Bebas kalian mau komen apa. Asal jangan *next* dan *lanjut*

Jangan lupa vote ya.. hargain penulis...

Salam rindu dari aku buat kalian semua...

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸




🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Normal Pov...

Tiga tahun telah berlalu.

Hari ini di kediaman Zelvin dan Adeffa sedang berlangsung acara kumpul-kumpul perempuan. Suasana terasa hangat dan penuh tawa. Di dapur yang luas dan terang itu, para perempuan berkumpul sambil memasak bersama. Aroma masakan khas rumahan memenuhi udara.

Di sana ada Adeffa sang tuan rumah, Alea, Zelyn, Zeina, Delia, Ning Yana, Ning Alesya, dan Ning Reya. Sesekali mereka bercanda, sesekali membicarakan kabar terbaru dari teman-teman dan keluarga yang tidak bisa hadir.

Hubungan Adeffa dan Delia kini sudah jauh membaik. Kini semuanya telah membaik. Yang menyatukan keduanya tak lain adalah Ning Yana. Perempuan bijak itu jugalah yang menjadi jembatan antara Delia dan kedua orang tuanya, mempererat kembali tali yang sempat renggang.

"Sayang banget ya Lira, Karina, sama Wawaf nggak ada." Kata Adeffa sambil mengaduk sup di atas kompor.

"Mereka kemana?" Tanya Alea penasaran pada ketiga Ning, yakni Ning Yana, Ning Alesya, dan Ning Reya, yang sedang menyiapkan bahan-bahan di meja makan.

"Karina sedang liburan sama Ali juga anak-anak mereka ke Korea Selatan." Jawab Ning Alesya sambil tersenyum.

"Kalau Lira sama Wafi lagi pulang kampung. Wawaf, kalian tahu sendiri, dia di Kanada ikut Arif kerja di sana." Tambah Ning Reya sambil meletakkan potongan wortel ke dalam mangkuk.

"Oh ya... Kabar Arkhan sama Afka gimana?" Tanya Zeina pada Zelyn, kakaknya, sambil melirik dari balik lemari es.

"Mereka baik. Ya kayak kita dulu, lanjut S2 sambil kerja jadi karyawan biasa di cabang perusahaan di sana. Kabar yang kuliah di Oxford gimana?" Jawab Zelyn dengan nada santai.

"Sama aja. Yang harus kita tanya kabar itu kabar anak gadisnya Delia sama Zein." Kata Ning Alesya sambil tertawa kecil.

"Iya, Arcilla kan pindah ke Mesir. Dia ngambil S2 atau S1 lagi di sana?" Tanya Alea penasaran, menoleh ke arah Delia.

White Thread 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang