Hai!!!
Selamat datang di chapter 52
Hai!!!
Selamat datang di chapter 51
Jangan komen *next* Jangan komen *lanjut*
Komen yang lain kan bisa Contoh nih contoh
"author kok cantik" atau "semangat author 💪"
Komen seperti itu malah lebih bikin aku semangat daripada komen "next"
Komen uneg uneg kalian juga boleh. Uneg uneg kalian tentang alur cerita White Thread. Kalau kalian kasih kritik tentang cerita aku ini aku malah seneng banget.
Juga boleh Bebas kalian mau komen apa. Asal jangan *next* dan *lanjut*
Jangan lupa vote ya.. hargain penulis...
Salam rindu dari aku buat kalian semua...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Normal Pov...
Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, pesawat pribadi keluarga Pratama akhirnya mendarat mulus di bandara internasional. Pagi itu langit Indonesia cerah, menyambut kepulangan para putra-putri bangsa yang baru saja menuntaskan pendidikan tinggi mereka di Oxford University.
Satu per satu, mereka turun dari tangga pesawat dengan langkah anggun namun penuh rindu. Filio dan Fiona, si kembar yang selalu kompak, berjalan berdampingan. Nadira dan Nanda tak kalah anggun, membawa aura percaya diri yang seolah mewarnai suasana. Di belakang mereka, Nadira menoleh sebentar ke arah landasan, seakan masih teringat akan Zafran dan Fajril yang belum bisa pulang bersama mereka.
Begitu keluar dari terminal VIP, deretan mobil mewah sudah menunggu berbaris rapi. Hitam mengilap, dengan emblem keluarga masing-masing yang terpampang di kaca depan, seolah menunjukkan kebesaran dan kehormatan. Sopir-sopir berseragam resmi berdiri tegak, siap menyambut para tuan muda dan nona muda itu.
Begitu pintu mobil keluarga Pratama terbuka, Fiona berbisik pada Nadira, “Akhirnya pulang juga, ya. Rasanya masih seperti mimpi.”
Nadira tersenyum kecil, matanya berbinar. “Iya, tapi rasanya ada yang kurang tanpa Kak Zafran sama Fajril di sini.”
Filio menepuk bahu adiknya, Nanda, sambil berkata pelan, “Kita harus terbiasa. Hidup nggak selalu bisa lengkap. Tapi mereka pasti akan menyusul.”
Para sanak keluarga besar sudah lebih dulu kembali beberapa hari sebelumnya, sehingga kali ini penyambutan benar-benar hanya untuk mereka. Sorot kamera awak media yang sudah mencium kabar kepulangan anak-anak keluarga terpandang itu pun menambah gegap gempita suasana.
Langkah-langkah mereka mantap, seakan sudah ditakdirkan untuk menapaki jalan besar di negeri sendiri, meski bayang-bayang kisah hati yang belum selesai masih membekas di setiap diri mereka.
***
Mobil hitam mewah yang ditumpangi Filio dan Fiona akhirnya memasuki halaman rumah besar keluarga mereka. Gerbang besi berukir lambang keluarga terbuka perlahan, menyambut kepulangan dua anak kembar itu setelah sekian lama menimba ilmu di negeri orang.
Begitu mobil berhenti di pelataran, Fiona menarik napas panjang. “Akhirnya sampai juga.” Suaranya pelan, namun sarat dengan rasa haru. Filio hanya menepuk bahu kembarnya, memberi senyum tipis sebelum turun dari mobil.
Di teras depan, seorang wanita anggun dengan senyum hangat sudah menanti. Mami Alea. Rambutnya yang disanggul rapi dan balutan kebaya sederhana membuat sosoknya tampak begitu berwibawa sekaligus penuh kelembutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
White Thread 2
Teen Fiction(sequel White Thread) Sekumpulan remaja yang ingin mengungkap rahasia masa lalu dalam keluarga besar mereka yang disembunyikan selama bertahun-tahun. Rahasia masa lalu dari ibunda Muhammad Azafran Pratama. "Mah... Kapan Zafran bisa ketemu mamah. Zaf...
