Seminggu kemudian, orang tua Dara dan Tristan datang.
"Sudah melahirkan kenapa tidak bilang-bilang, Dara?" Ibu Dara, Vianda menatap kesal anak semata wayangnya.
"Untung tetangga kamu nanyain ibu di kampung!" lanjutnya. Dara hanya memutar mata diam-diam.
Kemarin ada acara di kampung halaman Dara, dan beberapa tetangga Dara juga berasal dari sana. Tetangga-tetangga itulah yang bertanya kabar perihal anak kedua Dara, mengira Vianda sudah bertemu dengan cucunya, padahal tahu saja tidak.
Saat menelepon ke Sulawesi, ternyata mereka juga tidak tahu. Sungguh keterlaluan anak dan menantunya itu.
Ibu Tristan—Mina sedang menimang-nimang cucu keduanya, ikut menimpali. "Siapa namanya ini?"
Seketika Dara dan Tristan terdiam kaku, lama sampai membuat orang tua mereka jengkel.
"Namanya Jisoo, Nyonya." Bi Cika yang menjawab.
Mina menengok. "Jisoo apa? Nama panjangnya, Tristan!"
Tristan masih diam, kemudian terpikirkan sesuatu. "Jisoo Darrel, Bu."
"Jisoo Darrel ji saja? Seperti nama laki-laki itu!" Mina kembali protes.
"Kau pak kasih nama, nda pintar anakmu." Mina menyerahkan Jisoo kepada suaminya.
"Jisoo Darrel? Tinggal ditambah saja nama tengah. Apa nama tengah bagus, pak?" Si bapak malah bertanya balik ke besannya.
"Geraldinata saja, seperti nama artis!" Seru suami dari Vianda.
"Wah, iya bagus itu! Itu saja!" Mina menimpali.
"Jisoo Geraldinata Darrel, 'kan?"
Semuanya mengangguk terkecuali Dara, ia menatap sangat tajam suaminya.
Malamnya, mereka melaksanakan acara kecil-kecilan sebagai penyambutan kelahiran Jisoo Geraldinata Darrel. Tidak banyak tetangga yang diundang, hanya kerabat dekat saja.
☀️
"Yoona, kenapa gak diabisin ini nasinya?!"
Yoona berlari dan berlindung di belakang tubuh Bi Cika. Sedang Milan menatap anak itu nyalang.
"Cepet abisin, Yoona, setelah itu belajar!" perintah Milan seraya menunjuk arah belakang di mana meja makan berada.
Bi Cika menghela nafas, sudah sebulan berlalu ia di sini, dan Milan masih tidak memperbaiki sikapnya dan mendidik keras Yoona. Walaupun sudah ada dirinya, Bi Cika tidak bisa selalu memperhatikan Yoona, karena ia adalah pengasuh Jisoo. Sedangkan pengasuh Yoona adalah Milan. Bi Cika mengira Milan hanya beralasan saja ketika mengatakan Nyonya Dara juga berperilaku seperti itu, sampai ia melihat langsung bagaimana Yoona diseret masuk ke dalam kamar, berakhir bunyi keras seperti barang terbanting, disusul suara tangis menggelegar.
"Una udah kenyang, ya?" tanya Bi Cika lembut.
Yoona menggeleng. "Nasinya lembek, Bi, Una gak suka."
"Halah, lebay banget, makan aja kenapa sih!" tukas Milan kasar.
Bi Cika menatap Milan datar. "Ya sudah, kamu saja yang makan nasi lembek begitu. Kalo kamu gak bisa masak, ya bilang, jangan merusak nafsu makan anak!"
"Yaudah, mbak aja yang masak mulai sekarang kalo gitu!" Milan berteriak kesal.
"Iya, saya yang masak mulai sekarang." Bi Cika mengalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lovely \ Vsoo
FanfictionOn Going Jisoo hanya seorang gadis yang ingin perhatian serta kasih sayang dari ibunya. Dan, Taehyung hanya murid 'nakal' yang cuma memperhatikan satu orang, yakni gadis yang menjadi inspirasinya. --- Start: 24/5/2023 Finish: - --- 3323
