-43

246 39 0
                                        

Happy reading!

☀️

Dua Minggu kemudian. Satu bulan pasca putusnya hubungan Taehyung-Jisoo.

Sekarang ini Jisoo tengah melukis di kanvas berukuran kecil di atas meja belajarnya. Gadis itu menghabiskan weekend-nya dengan melukis di rumah. Karena ia tidak bisa ke Galeri Jinasoo.

Tiba-tiba ponsel Jisoo yang ia letakkan di nakas dekat tempat tidur, berdering. Jisoo segera melihatnya, Soojin yang menelepon. Jisoo mengernyit, tumben sekali tanpa mengirim pesan terlebih dahulu.

"Napa, Jin?"

"Ji, Bu Eugene dateng nyariin Lo. Sekarang dia udah otw ke rumah Lo."

"HAH?"

"Tadi katanya mau ngajak Lo keluar, dia minta alamat rumah sama WA baru Lo. Dia kira Lo ada kerjaan hari ini, jadi dia minta izin ke mbak Sofia mau bawa Lo," jelas Soojin lagi.

"Udah ya, gue lagi sibuk nih, banyak pelanggan."

Setelah sambungan telepon mati, Jisoo langsung memekik histeris. "Oh my God, oh my God, oh my God!" paniknya sembari meremas kasar rambutnya, gadis itu kelimpungan sendiri sampai tak tahu harus berbuat apa.

Tidak sampai di situ keterkejutannya, ponselnya berdering lagi, dan yang kali ini adalah bunda Eugene, Jisoo hafal betul dengan nomor itu. Jisoo semakin kalang kabut. Tangannya yang gemetar menggeser ikon hijau ke atas.

"Jisoo di rumah? Lagi sibuk, nggak, sayang?"

Jisoo menggigit kuku jempolnya. "Emm, gak kok, bunda. Eh...."

Jisoo terdiam sejenak, apa ia masih pantas memanggil bundanya Taehyung dengan sebutan bunda?

"Kalau begitu, temenin bunda jalan-jalan, yuk, Jisoo. Bunda kangen banget sama gadis bunda yang satu ini."

Jisoo melipat bibirnya ke dalam dengan gusar, ia harus menjawab apa.

"A-aku bilang ke papa dulu, ya, bunda."

"Boleh, sayang. Abis itu langsung siap-siap ya. I'm on my way."

Panggilan terputus. Jisoo ternganga. Kalimat terakhir seakan menjelaskan bahwa tidak ada kata tidak atau penolakan lainnya yang boleh keluar dari mulut Jisoo, karena ketika bunda Eugene sudah tiba, Jisoo juga harus sudah siap berangkat.

Jisoo segera keluar dari kamarnya, ia naik ke lantai atas. Mengetuk pintu kamar orang tuanya, namun tidak ada sahutan. Ketukan beberapa kali pun tetap sama. Jisoo kembali turun, ia mendapati kakaknya di ruang keluarga, sedang sibuk dengan laptopnya.

"Kak, papa ke mana?"

"Keluar tadi, gak tau ke mana. Kenapa?"

"Alhamdulillah!" seru Jisoo berucap penuh syukur.

Gadis itu kembali berlari ke kamarnya untuk mandi dan bersiap, dengan riang gembira.

☀️

Dua perempuan beda usia itu kini sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Mereka hanya banyak menghabiskan waktu di toko-toko fashion. Belum lagi ingin ke toko-toko lain. Bunda Eugene benar-benar mengajak Jisoo menelusuri isi mall dari ujung ke ujung.

Lovely \ VsooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang