Helooo 👋
Singkatnya ku lupa mulu ehehe,
sampe beberapa hari lalu nemu komen suruh next :))
Makasih yang udah komen 🙂
Jangan lupa tandain typo
***
Suasana apartemen Iqbaal dan (Namakamu) sangat ramai karena kedatangan Bunda Aira, Ayah Arkan dan juga Mommynya Alice.
Bunda Aira, mommynya Alice sedang sibuk masak di dapur sembari ngobrol.
Di ruang tamu ada Iqbaal, Ghea dan Alice sedang mempersiapkan tempat mereka makan.
Ayah Arkan, Iqbaal, Cakra dan Ilham menggeser sofa ke samping agar mereka bisa menggelar karpet di tengah agar apartemennya terasa lebih luas.
Sementara Ghea dan Alice bertugas melap piring dan menata makanan yang sudah jadi, dan terakhir dua bontot keluarga ini sedang berada di atas sofa yang susah payah dipindahkan oleh para pria.
Azha menyedot susunya dengan tenang, bersandar di dada (Namakamu) yang menyusun buah-buahan yang telah ia potong ke wadah yang sudah disiapkan.
"Cucu Opa ini kenapa nempel mulu sama bundanya yah? Padahal kalau di rumah nempelnya sama Opa?"tanya Arkan menggoda Azha. Di rumah, Azha tuh nempel Ayah Arkan dan Bunda Aira banget. Bahkan Azha bisa ditinggal travel emak bapaknya, tapi nangis kalau melihat Ayah Arkan pergi bekerja.
Mungkin juga karena yang jagain di rumah tuh beneran cuma ada orang rumah, sebab Ilham dan Alice sepakat untuk nggak pake jasa untuk membantu menjaga anaknya dan Bunda Aira juga merasa baik-baik saja, bahkan cenderung merasa senang kalau full merawat cucu perempuannya.
"Kangen berat kayaknya sama bundanya, yah."jawab (Namakamu) gemas
"Kangen sama bunda Shylla, nggak?" tanya (Namakamu) kemudian. Bocah yang masih asik dengan dotnya itu mengangguk angguk kecil.
"Kamu mau ninggalin mommy, kak?" tanya Alice sok sedih. Azha lagi-lagi mengangguk. Kalau kata (Namakamu) Alice itu memang ratu drama, apalagi sama Azha. Kadang dia ngedrama dengan Azha untuk merebut perhatian Ilham.
"kasian ahahaha"ledek (Namakamu)
"Azha, yang kamu lakukan itu jahat nak" Nah kan, mulai lagi dramanya.
"Gak papa yah tinggal sama bunda Shylla, nanti bunda Shylla ajak jalan- jalan" ujar (Namakamu). Azha mengangguk antusias, lagi.
"Bener-bener deh bocah"Alice geleng- geleng kepala melihat kelakuan anak sulungnya. Bayi yang akan segera menjadi kakak itu memang sangat antusias kalau menyangkut Shylla. Mungkin karena tantenya itu sangat antusias juga terhadapnya, makanya bocil itu juga sama antusiasnya.
"Azha geraknya jangan yang kencang gitu boleh yah, nanti bunda sama adeknya kesakitan"tegur Ayah Arkan kepada cucunya. Bocah yang tadinya asik bersandar itu kini bangkit, menyimpan dot susunya di samping lalu melihat ke (Namakamu) dengan tampang serius.
"bu akit?"gumam Azha meskipun kurang jelas. Ia memang masih belum fasih berbicara, tapi ia sangat mengerti apa yang diucapkan orang-orang
"Tidak sakit sayang, bunda baik-baik saja" jawab (Namakamu)
"buu"Azha memeluk (Namakamu) dengan tangan kecilnya. Berhubung karena (Namakamu) juga dalam keadaan hamil, jadi tangan mungilnya tidak bisa melingkar dengan baik.
Satu lagi, ketika semua orang menyarankan untuk memanggil (Namakamu) bunda, Azha tuh kalau manggil cuma sampe "Buu" Nda nya tidak terdeteksi.
"aduuh lucu banget deh"gemas Ayah Arkan
"Gak kebayang ini kalau udah mo pulang"ujar Alice.
"Kan mau tinggal di sini sama gue"balas (Namakamu)
