72. Godaan

428 38 9
                                        

Helooooo0000

Jangan lupa tandain typo!

***

Mereka tiba di rumah sakit beberapa jam yang lalu dengan tergesa-gesa. Untung saja Alice sudah menyiapkan 1 koper yang isinya memang khusus untuk lahirannya, jadi tinggal tarik kopernya ketika sudah tiba waktu melahirkan.

Ilham dan yang lainnya baru menyusul satu jam kemudian setelah dihubungi. Alice ingin melahirkan normal dan kata dokter ini baru pembukaan ke 3, jadi masih harus menunggu lagi.

Iqbaal sibuk di pojokan, menggunakan macbooknya yang ia gunakan untuk meeting tadi, sekitaran jam 7. Ia sebelumnya pulang mengambil macbooknya lalu kembali lagi ke rumah sakit karena Ilham dan yang lain belum datang, hanya (Namakamu) yang menemani Alice.

"Maafin gue yah Shylla, udah bener-bener sakit aslii"sejaman terakhir ini Alice terus meminta maaf kepada (Namakamu) yang orang-orang di sini tidak ada yang mengerti.

"Bisa gak lu lupain aja, capek gue dengernya"sebenarnya ia pun sudah kesal karena Alice terus membahasnya. Bukan karena dia marah, tapi Alice meminta maaf seperti itu untuk mengejeknya.

"Kenapa sih, dari tadi minta maaf terus kamu?"Ilham sendiri sudah greget. Ia kepo sekali dengan pembahasan ini tapi isterinya malah hanya mengulang- ulang menggoda adiknya.

"Gak papa, berdosa aja sama Shylla sama Iqbaal"jawab Alice

"Dih dibilang lupain aja"(Namakamu) memberenggut kesal, Alice itu emang demen banget ngegodain (Namakamu)

"Tadi aku minta tolong ke Shylla pas mereka hppppssss-qgjaagqiw" Mulut Alice bungkam dengan bapau besar yang dimakan oleh (Namakamu).

"Telen tuh, gak usah banyak omong" Dengus (Namakamu).

"Goawk pwapqa kwalie, kwan goeak aodewa Geowa joiega"balas Alice dengan mulut penuh bapau, omongannya tidak jelas.

"Ditelan dulu baru ngomong, nanti keselek nak"tegur Bunda Aira. Wanita yang akan launching cucu kedua itu memberikan segelas air kepada Alice.

Alice nyengir, lalu menelan paksa sisa bapau yang sudah ia kunyah lalu meminum air yang diberikan ibu mertuanya.

"Makasih bunda"

"Iyaa. Shylla jangan gitu sama Alice yah, nanti dia kesedak"

"Iya bunda"

"Jadi gimana? lo nggak mau pulang aja buat lanjutin yang tadi?"Kan!! Masih aja ngegodain (Namakamu).

"Diem!!"

"Bunda, itu anaknyaa ngeseliiin" Adu (Namakamu) dengan nada merengek.

"Ngaduan"cibir Alice

"Baru pertama kali gue liat orang mau lahiran malah ngeselin begini"cibir (Namakamu)

"Tapi gak pertama kali gue gangguin pas lagi--"

"Bundaaaaaaaaaa"rengek (Namakamu) mengadu kepada Bunda Aira lagi. Sumpah, Alice mulutnya emang comberan banget.

"Kenapasih?"tanya Ilham makin penasaran.

"Gak usah kepo kenapasih ihhhhh"

"suruh aja a mereka pulang, atau enggak suruh check in hotel deket sini aja, soalnya udah berjam-jam ditahan itu"Ungkap Alice dengan muka tengilnya

"Bener-bener ya lu"geram (Namakamu)

"oalahh"Kan Ilham sekarang menatapnya sambil tersenyum geli

"Bundaaaaa liat anaknya godain aku muluu"(Namakamu) merengek ke Bunda Aira karena sekarang paket komplit untuk menggodanya. Suami isteri emang no ahlak

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Ale Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang