[46]. LUMINESCENCE

1.2K 79 9
                                        

Follow dulu sebelum baca supaya nggak ketinggalan update cerita ini ya💗

Happy Reading!

***

Cesha mengerjapkan matanya beberapa kali, gadis itu menguap lalu menyibak selimut yang menutupi tubuhnya sebelum turun dari ranjang. Gadis itu mengedarkan pandangannya, mencari sosok pemuda yang begitu menggilainya. Namun kosong dia tidak mendapati tanda-tanda Zevesh ada di kamar itu. Akhirnya Cesha memutuskan untuk turun.

Perut bagian bawahnya yang beberapa jam lalu terasa sangat nyeri kini sudah sembuh digantikan dengan perut bagian atasnya yang keroncongan, meminta untuk segera diberi makan. Dan sepertinya dewi keberuntungan sedang berpihak sepenuhnya padanya.

Begitu kakinya menapaki anak tangga terakhir, bau semerbak spaghetti langsung memenuhi indra penciumannya. Tak sadar langkahnya membawa dirinya mendekati asal dari aroma tersebut.

"Zevesh, kamu yang masak?"

"Kenapa bangun? Sudah tidak sakit?"

Cesha menggeleng pelan, matanya fokus memperhatikan spaghetti yang baru Zevesh tuang ke dalam piring.

Zevesh terkekeh, "lapar?" gadis itu mengangguk. "Kemari, aku memasaknya khusus untukmu."

Kursi di depannya Zevesh tarik, mempersilahkan gadisnya duduk. Pemuda itu turut serta duduk di sampingnya, membawa segarpu spaghetti tersebut ke depan bibirnya dan meniup dengan perlahan sebelum memberikannya pada Cesha.

"Bagaimana, ada yang kurang?"

Kedua mata Cesha berbinar, "enak! Ini enak banget Zev aku suka!"

"Wih apa tuh, enak banget keliatannya minta dikit dong."

Zevesh menyentak tangan Edgard yang hendak mengambil spaghetti milik gadisnya, "khusus buat cewek gue! Kalo lo laper makan yang lain."

Edgard berdecak, pemuda itu duduk di depan kedua sejoli itu diikuti Leona di sampingnya.

"Leona, mau gak?" Tawar Cesha.

Leona meneguk ludahnya, sebenarnya dia juga ingin tapi melihat tatapan tajam Zevesh dia urungkan. "Nggak deh Ces, buat lo aja. Gue lagi pengen nasi goreng."

Edgard yang mendengarnya dengan peka langsung mengambil satu centong nasi goreng di hadapannya ke piring Leona yang masih kosong lalu setelahnya ke piringnya sendiri.

"Makan yang banyak ya sayang," ucap Edgard mengelus rambut Leona.

"Jauhin tangan kotor lo dari rambut gue!"

"Kenapa sih sayang, lihat tuh Cesha sama Zevesh mesra banget kita jangan kalah dong."

"Jijik gue sama lo, sumpah!"

"Leona jangan ngomong kasar gitu dong, kemarin katanya kamu udah suka sama Kak Edgard," Lontar Cesha asal.

"Beneran sayang, kamu udah suka sama aku?" Kaget Edgard tak percaya.

Leona gelagapan, "n-nggak! Apa sih Ces, gue kan bercanda pas itu."

Cesha terkekeh, "perasaan kamu pas itu lagi nggak bercanda. Kamu malah muji-muji kak Edgard terus."

"Ces!" Wajah Leona sudah semerah tomat. Dia tidak tahan melihat Edgard yang sudah kesenangan itu. Pasti setelah ini pemuda itu akan kegeeran setengah mati.

LUMINESCENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang