Happy reading!
***
Tepat pukul sebelas malam mobil yang ditumpangi Leander, Cinthya, dan Arthur memasuki pelataran mansion. Bersamaan ketika mereka keluar Galen tampak berjalan tergesa menuju motornya yang diparkirkan tidak jauh dari mobil mereka.
"Galen," Arthur lebih dulu menghampiri. "Lo mau pulang? Cesha udah tidur?"
"Kenapa pulang Galen? Udah malam, tidur saja di sini," timpal Agnetha.
"Iya, bahaya pergi malam-malam menggunakan motor, sedang ramai berita pembegalan," imbuh Leander yang baru selesai memasukkan mobilnya ke dalam garansi.
"Om, Tan, Galen mau nyusul Cesha—"
"Maksud lo?" potong Arthur tidak mengerti.
Leander mengernyit, "Cesha lagi tidur kan? Maksud kamu apa? Mau nyusul ke mana?" cercanya menuntut penjelasan.
"Katanya Zevesh kecelakaan, Cesha sekarang lagi ke rumah sakit sama Fabio."
"Zevesh kecelakaan? Lo tau dari siapa? Kenapa bisa adek gue cuman sama Fabio, bukannya dari tadi sore gue udah suruh lo ke sini?" beo Arthur tidak habis pikir.
"Gue tadi sore udah ke sini, tapi Daddy tiba-tiba suruh gue buat anter dia ke rumah sakit. Sialnya jalanan macet, jadi gue baru aja sampai. Dan waktu gue masuk ke dalam, Cesha udah nggak ada, pengawal lo bilang Fabio katanya tadi ke sini kasih tau Cesha kalo Zevesh kecelakaan," jelasnya.
"Zevesh kecelakaan?" lirih Cinthya. "Tapi tadi Andrew biasa-biasa saja, apa dia belum tau?" imbuhnya menerka.
"Masuk dulu, kita telepon Andrew untuk memastikan," putus Leander.
Ketiganya mengangguk. Berjalan mengikuti Andrew di belakangnya.
"Halo," tidak butuh lama panggilan Leander langsung di angkat.
"Andrew, apa benar Zevesh kecelakaan?" tanyanya to the point.
Di seberang sana Andrew tersentak, "hah?! Apa maksudmu? Zevesh memang tadi baru saja pergi, tapi aku tidak tau kalau dia kecelakaan. Kau tau dari siapa?"
"Fabio, tadi dia kemari, membawa Cesha ke rumah sakit katanya Zevesh ada di sana."
"Kapan Cesha pergi?"
"Aku tidak tau, kami baru saja sampai."
Tiba-tiba seorang pengawal datang, "maaf menyela tuan. Tapi Fabio sepertinya datang satu jam yang lalu. Dan tidak lama dari itu sepertinya mereka berdua pergi."
"Jadi kau tidak melihat mereka berdua saat pergi?" tanya Arthur tajam.
"Tidak tuan. Saat itu kami semua sedang berjaga di belakang mansion."
"Kenapa?" Arthur mencengkram kerah pengawal itu. "Bukannya Daddy udah kasih tau buat jaga di depan bukan di belakang?!"
"Maaf tuan, tapi saat itu kita mendengar suara mencurigakan di belakang jadi kita langsung berjaga-jaga di sana."
"Bodoh! Dan lo malah nggak ngikutin adek gue?! GIMANA KALO DIA KENAPA-KENAPA HAH!" sentak Arthur. "Pergi lo Anjing gak guna!"
"Sekali lagi saya mohon maaf tuan," ucapnya sebelum pergi.
"Halo,"
"Leander? Kau masih ada di sana?"
"Iya, sepertinya mereka pergi satu jam yang lalu, kapan Zevesh pergi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
LUMINESCENCE
Ficção AdolescenteZevesh tegaskan gadisnya itu LUMINESCENCE untuknya. Zevesh percaya bahwa poros hidupnya hanya berpusat pada gadisnya. Zevesh berani bersumpah bahwa tak ada yang lebih berharga daripada gadisnya di dunia yang fana ini. Gadis Zevesh segala-galanya un...
