"Padahal, dulu bukannya pernah pacaran sama ... siapa itu namanya? Yang sekarang sudah jadi dokter itu, loh."
"Amanda?"
"Nah, iya, si Amanda itu. Lumayan lama kan, dari SMP."
"Ah, cinta monyet sajalah itu. Lingga emang sering gonta-ganti pacar dulu pas masih remaja. Iya, kan, Mbak Nin?"
"Iya, nurun Papanya."
Satu-satunya suara yang Soraya hafal hanyalah suara Tante Ninda di sana. Selebihnya, ia tidak mengenal beberapa wanita paruh baya lainnya yang tengah berkumpul di ruang TV. Menurut yang Lingga katakan di perjalanan tadi, sih, beberapa tantenya akan berkunjung karena malam ini, kebetulan diadakan arisan keluarga di kediaman Argantara.
Jujur, sepertinya Lingga memang selalu menjadi buah bibir-alias bahan omongan di setiap acara keluarga. Walaupun saat ini telinganya mendengar pembahasan soal masa lalu Lingga, tentang mantan kekasih lelaki itu, tetapi Soraya sama sekali tidak merasa heran atau bahkan tersinggung sama sekali. Terutama saat mendengar Tante Ninda menyahut kalau kelakuan Lingga yang sering bergonta-ganti pasangan adalah karena menurun dari ayahnya sendiri.
Omong-omong, saat ini Soraya tengah berada di ruang tengah, melihat keponakan-keponakan Lingga bermain, ikut meramaikan suasana rumah. Tetapi karena jaraknya tak jauh dari ruang TV, alhasil ia masih bisa mendengar percakapan para ibu di sana. Sementara itu, Lingga dan para lelaki yang lain berada di halaman belakang. Ya, pembahasan lelaki dan perempuan tentunya tidak bisa disamakan, bukan?
Selain Soraya, ada juga Freya-kakak ipar Lingga, dan istri dari para sepupu lelaki itu yang lain. Yang ia kenal di sana hanya Hana dan Naya. Kenal Naya pun karena ia adalah mantan kekasih Lingga.
Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba saja Soraya meringis. Mengingat fakta bahwa ternyata, Lingga memang memiliki cukup banyak mantan kekasih, ya? Yang ia tahu sejauh ini ada 9, menurut penuturan lelaki itu sendiri beberapa waktu lalu-salah duanya ada Naya dan Devin. Yang terbaru ada Amanda, kah, namanya itu? Seperti yang disebut oleh para ibu di ruang TV. Berarti, total ada sepuluh orang! Hampir bisa membentuk tim sepak bola.
Itu sih, para mantan yang diakui dan diingat ya. Entahlah kalau mantannya selama sekolah menengah pertama. Katanya lebih banyak lagi dan tidak ada satu pun yang ia ingat. Cinta monyet yang terlalu dimonyet-monyetkan kalau kata Lingga waktu itu.
"Ya, maksudnya tuh kenapa malah jadi down grade gitu. Padahal bisa cari yang sepadan, kenapa harus-"
"Duh, Mbak Vida ini kayak nggak pernah jatuh cinta aja. Cinta mah nggak mandang siapa ketemu siapa. Itu perkara hati, lho, Mbak Vida."
Ah, Soraya baru ingat siapa pemilik suara ini. Tante Dara, ibu dari dua sepupu Lingga yang bernama Nevan dan Nafiza. Kakak beradik itu sekarang sedang bermain bersama anak-anak di sana. Kalau tidak salah ingat, jarak usia Lingga dan para sepupunya ini sekitar tiga dan enam tahun.
Tak lama berselang, Devin, istri Bayu dan juga mantan kekasih Lingga datang. Tiba-tiba saja duduk di sampingnya. Tadi ia pamit menidurkan bayinya yang baru berusia empat bulan di kamar tamu. Seingat Soraya, mereka dikaruniai anak perempuan. Waktu kelahirannya, Lingga pernah mengajak Soraya berkunjung.
"Denger-denger, Lingga udah ngelamar lo, ya? Congrats, deh. Semoga langgeng ya."
Terdengar kurang ikhlas, tetapi Soraya tidak mau terlalu menebak-nebak sih. Jadi, ia hanya bisa tersenyum dan mengangguk sebagai balasan sebelum berujar, "Makasih, Mbak."
Lingga pernah bercerita kalau terkadang, Devin memang orangnya terlihat sedikit judes tanpa alasan yang jelas. Tetapi biar bagaimanapun, ia tetap orang baik, kok. Hanya karena fitur wajahnya saja yang seperti itu. Agak galak, katanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terombang-ambing Diriku Dalam Lautan Pesonamu
RomanceSERI SEMESTA BERSAMA [3]: DIA YANG TER-ISTIMEWA 16+ Jomlo adalah aib! Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh Radesta Lingga Argantara selama kurang lebih lima tahun terakhir. Mentang-mentang dirinya pernah memiliki lebih dari satu kekasih, lalu ket...
