"Aya, agak cepetan larinya! Mau saya tinggal, kah!?"
Sepanjang jalan, Soraya misuh-misuh dengan wajah cemberut. Perasaan ingin melemparkan sepatunya tepat ke kepala sang atasan yang telah berlari jauh mendahuluinya di depan sana, semakin menggebu-gebu. Sayangnya, ia bukan seorang pelempar yang baik. Yang ada nanti malah sepatu tersebut menyangkut di atas pohon. Kan berabe.
Akan tetapi, kalau saja mereka seumuran. Mungkin Soraya benar-benar dengan senang hati akan melakukannya. Sayang, Lingga lebih tua lima tahun darinya. Bisa dikutuk nanti dirinya kalau sampai melakukan hal itu kepada orang yang sudah tua-eh?
"Mentang-mentang kakinya panjang, sok-sokan nyuruh orang cepet-cepetan. Nggak sabaran banget jadi orang!" Soraya menggerutu sebal sambil berusaha berlari sekuat tenaganya untuk menyusul sang atasan kampret yang bukannya berhenti dan menunggu, malah tambah mempercepat langkahnya yang panjang-panjang itu. Huh, tidak adil, dasar.
"Aya!" Lingga berseru lagi. Kali ini, lelaki itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. "Buruan sini, saya tungguin!"
"Nggak usah! Duluan aja!" balas Soraya, agak ngambek. Bukannya mempercepat langkah, gadis itu malah memperlambat langkahnya menjadi jalan santai sambil melipat tangan di depan dada.
Lingga di ujung sana yang melihatnya hanya tertawa dan malah berlari kembali menghampiri asisten pribadinya itu dengan wajah jenaka. "Kok malah ngambek, sih? Larinya mau sambil gandengan?"
"Gandengan aja sana sama pohon!" Soraya berujar ketus dan langsung berlari meninggalkan sang atasan yang sekarang malah semakin dibuat tertawa karena kelakuannya yang seperti anak kecil itu.
Tidak butuh waktu lama, sekarang, Lingga sudah bisa menyamai langkah Soraya yang kecil-kecil itu. Ia bahkan membercandai asistennya itu dengan cara berjalan santai dengan langkah lebarnya, tetapi tetap bisa berjalan beriringan. Melihat itu, Soraya jadi kesal sendiri. Ingin rasanya meremas wajah sok cakep milik atasannya itu dengan kukunya yang mulai panjang-panjang. Biar tahu rasa dia.
"Kamu lagi badmood, ya?" tanya Lingga beberapa saat kemudian, terutama setelah Soraya akhirnya memilih menyerah dan memutuskan untuk berjalan saja berdampingan dengan sang atasan.
"Enggak." Soraya menyahut singkat. Bohong, sih, kalau gadis itu tidak benar-benar sedang badmood. Pasalnya, kentara sekali dari bagaimana ekspresi wajah dan nada suaranya yang agak ketus itu. Tidak seperti biasanya.
Oke, sepertinya Lingga harus mencoba memahami situasi. Biasanya, orang yang sedang buruk suasana hatinya tidak suka ditanyai macam-macam. Makanya lelaki 27 tahun itu hanya mengangguk-angguk seraya memikirkan apa kiranya yang harus mereka obrolkan agar suasana antar keduanya tidak sepi-sepi amat.
Langit mulai terang saat mereka tiba di sebuah taman yang letaknya lumayan jauh dari indekos Soraya. Tidak terasa ternyata mereka sudah berjalan sejauh itu. Kurang lebih jaraknya dua setengah kilometer. Ah, 'cukup jauh', tetapi tidak terlalu jauh, lah.
"Cari sarapan dulu yuk, Ay!"
Baru saja Soraya hendak duduk di sebuah kursi taman yang kosong, Lingga malah mengajaknya mencari sarapan. Iya, ini adalah rutinitas baru baginya yang dulu hampir tidak pernah sarapan karena tidak punya uang atau sekadar hanya berhemat. Namun, setelah mengenal Lingga dan bekerja dengan lelaki itu, semuanya berubah.
Mulanya, alasan Soraya selalu melewatkan waktu sarapan adalah karena biasanya kalau sarapan, belum juga jam makan siang, pasti sudah lapar lagi. Bisa-bisa dalam sehari, ia bisa makan lebih dari tiga kali sehari.
Makanya gadis itu memilih tidak sarapan saja. Lumayan, kan. Ia hanya perlu makan satu sampai dua kali sehari saja karena melewatkan jam sarapannya itu. Apalagi kalau di hari libur. Soraya bisa lebih hemat lagi karena sengaja tidur dan malas-malasan sepanjang hari dan baru akan makan di malam hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terombang-ambing Diriku Dalam Lautan Pesonamu
RomanceSERI SEMESTA BERSAMA [3]: DIA YANG TER-ISTIMEWA 16+ Jomlo adalah aib! Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh Radesta Lingga Argantara selama kurang lebih lima tahun terakhir. Mentang-mentang dirinya pernah memiliki lebih dari satu kekasih, lalu ket...
