Butuh waktu bermenit-menit bagi Lingga untuk menormalkan kembali detak jantungnya akibat gerakan refleks yang dilakukan oleh si gadis yang kini duduk di sampingnya sambil mengikat rambut panjangnya menggunakan karet gelang. Omong-omong, Lingga bisa melihat sendiri bahwa gadis itu baru saja memungut karet tersebut tak jauh dari tempat mereka duduk.
Karena mendadak tidak tahu apa yang harus dilakukan, Lingga akhirnya memutuskan untuk memperhatikan sekitar. Termasuk ke arah motor milik si gadis yang katanya mogok karena kehabisan bensin tersebut. Dahinya mengerut samar saat melihat adanya sebuah ransel besar yang berada di bagian depan motor itu. Lingga tebak, mungkin si gadis habis dari perjalanan jauh makanya sampai kehabisan bensin begitu.
"Mau saya bantu carikan bensin eceran, nggak, Mbak?" tawar Lingga, membuat si gadis langsung menoleh dengan kedua alis terangkat.
"Ah ... itu ...." Si gadis menggigit bibir bawahnya sebelum kembali berujar, "Uang saya habis, Mas. Jadi gak apa-apa, deh, nanti saya dorong aja."
Lingga otomatis mengerjap dua kali. "Nggak apa-apa, biar saya---"
"Nggak usah! Makasih, ya, Mas. Tapi beneran nggak usah nanti saya dorong aja, hehe." Gadis itu bersikukuh menolak, padahal belum tahu apa yang sebenarnya akan Lingga katakan selanjutnya. Istilahnya, kepedean dulu, lah walaupun memang Lingga berniat untuk membantu membelikan bensin motor si gadis dengan ikhlas.
Akan tetapi, hal tersebut malah membuatnya tersenyum, tidak tahu karena apa. Memang, kan, namanya juga Lingga. Hidupnya agak-agak tidak jelas, makanya jangan heran.
Karena tawarannya tadi ditolak, Lingga berusaha memaklumi. Mungkin si gadis merasa gengsi atau sungkan karena posisi mereka tidak saling kenal. Namun, bukannya menyerah, si jomlo satu ini malah mencoba memberikan opsi lain. "Gimana kalo kamu saya antar saja ke tempat tujuan?"
Gadis berambut sebahu itu mengerjap dua kali. Kaget dengan tawaran yang Lingga berikan barusan sebelum akhirnya menjawab, "Oh, nggak usah, Mas. Nggak apa-apa, nanti saya sendiri aja sambil dorong motor."
"Ya daripada gitu, mending saya cariin bensin eceran dulu, nggak, sih?"
"Nggak usah, Mas, beneran deh!" ujar si gadis seraya bangkit dari duduknya, lalu dengan cepat bergerak ke arah motornya di parkir dan bersiap mendorong motor bebek tersebut. "Kalo gitu, saya duluan ya, Mas. Makasih banyak tawarannya. Mari."
Apa yang dilakukan oleh si gadis membuat Lingga mendadak kehilangan kata-kata. Apalagi waktu melihat gadis itu terlihat agak buru-buru mendorong motornya menjauh, membuat Lingga berpikir, mungkin gadis itu takut kepadanya. Seketika, ia meringis sambil menggaruk dahinya yang terasa gatal.
"Goblok banget lo," umpat Lingga kepada dirinya sendiri. "Minimal tanya, kek, namanya siapa. Ini enggak. Malah kayak om-om mesum, lo, anjir!"
Tenang. Walaupun penampilannya agak-agak kurang meyakinkan, tetapi Lingga orangnya cukup sadar diri, kok. Alhasil, hari itu, ia hanya diam sambil memperhatikan si gadis yang tetap kukuh pada pendiriannya---mendorong motor bebek miliknya di tengah hari yang cukup terik tersebut, sendirian.
"Semoga selamat sampe tujuan, deh," gumamnya setelah punggung si gadis tak lagi terlihat.
Kalau ditanya, apakah Lingga kesal karena si gadis menolak bantuannya? Jawabannya adalah, iya. Tentu saja. Ia merasa tidak tega karena seorang gadis mendorong motor sendiri di siang bolong seperti sekarang. Terlebih lagi, gadis tersebut adalah orang yang sama yang tak sengaja menabrak tubuhnya kemarin.
Artinya, sudah dua kali Lingga gagal menolong gadis itu. Jangankan menolong, tahu namanya saja tidak. Memang payah sekali, putra bungsu Papa Argantara ini. Setelah agak menyesali kebodohannya, Lingga memutuskan kembali memasuki mobil dan melanjutkan perjalanan pulang. Namun, saat menyalakan kendaraan roda empat itu, seketika ia menyadari sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terombang-ambing Diriku Dalam Lautan Pesonamu
RomanceSERI SEMESTA BERSAMA [3]: DIA YANG TER-ISTIMEWA 16+ Jomlo adalah aib! Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh Radesta Lingga Argantara selama kurang lebih lima tahun terakhir. Mentang-mentang dirinya pernah memiliki lebih dari satu kekasih, lalu ket...
