Uzumaki Naruto *Modern*

5.3K 392 21
                                        

Naruto yakin ia sudah sendiri saat ini. Ia sudah tidak ragu membiarkan air matanya jatuh. Pada hari ulangtahunnya ia mendapatkan hadiah yang luar biasa dari kami-sama. Penyesalan tiada akhir yang akan selalu diingatnya seumur hidup. Bagaimana bisa ia membiarkannya pergi sendiri? Bagaimana bisa ia mengobrol dengan Sasuke tanpa memperhatikan gadis yang ia sayangi? Bagaimana bisa ia lupa kalau ia mencintai gadis yang kehilangan penglihatannya beberapa tahun lalu?

Ia merutuk sifatnya yang ceroboh, ia benci dengan sifatnya yang terlalu mudah melupakan sesuatu. Kalau Kakashi-sensei menghukumnya karena lupa mengerjakan tugas, ia masih bisa tertawa, tapi bagaimana dengan yang satu ini? Hukuman apa yang akan ia jalani karena melupakan sesuatu yang penting dan mengakibatkan kejadian paling menyakitkan dalam hidupnya.

Naruto menoleh saat merasakan seseorang menepuk bahunya. Sasuke menatapnya dengan tatapan datar, tapi ia tahu lebih baik. Sahabatnya itu memintanya untuk pulang karena sebentar lagi akan hujan, ia tahu itu karena sudah bisa mencium bau tanah yang sangat terasa di udara.

"Ayolah Naruto. Kau bisa bertemu dengannya besok. Y/N tidak ingin kau sakit saat bertemu dengannya," bujuk Sasuke.

Naruto hanya mengangguk ke arah Sasuke. "Aku akan menyusulmu nanti, Sasuke."
***
Y/N adalah gadis yang Naruto cintai selain ibunya, Kushina. Semua orang menyuruhnya untuk menjaga Y/N dengan baik, bahkan Hinata yang ia tahu memiliki perasaan khusus padanya. Sayangnya, Y/N kehilangan penglihatannya saat terjadi kecelakaan lalu lintas bersama dengan keluarganya. Hanya ia saja yang bertahan, sementara orangtuanya meninggal saat itu juga. Ayah dan ibunya memilih untuk mengajak Y/N tinggal di rumah mereka bersama dengan Naruto mengingat keduanya adalah sepasang kekasih. Mulai saat itu Naruto lebih hati-hati dari pada yang sebelumnya.

Semua orang merasa kaget saat melihat perubahan Naruto yang terlihat jelas. Ia selalu memastikan agar Y/N selalu berada dalam jarak pandangnya, tidak melupakan makan siang yang dibawakan ibunya, bahkan sampai berjalan dengan menyamakan langkah dengan Y/N agar gadis itu tidak tertinggal dibelakang.

Sampai pada suatu hari ia melakukan kesalahan kecil yang berakibat fatal. Saat itu ia melihat Sasuke berjalan dengan Sakura sambil bergandengan tangan, karena kaget Naruto tidak sengaja melepas pegangan tangannya pada Y/N, lalu menghampiri Sasuke dan Sakura yang terlihat bahagia, walaupun raut wajah Sasuke masih belum berubah.

"Kalian akhirnya jadian ya? Ah... aku ikut senang, tapi jangan lupa traktir aku Ichiraku ramen, ya?" pinta Naruto.

Sasuke mendengus pelan, sudah bisa menebak kalau itulah hal yang paling diinginkan oleh sahabat sejak kecilnya. Sakura menjitak kepala Naruto bercanda dan saat itulah mereka bertiga menyadari hilangnya seseorang.

"Naruto, dimana Y/N? Bukannya kau pulang dengannya?" tanya Sakura. Ia celingukan mencari sosok Y/N yang biasanya selalu di samping Naruto, karena teman pirangnya ini tidak mau melepaskan Y/N walaupun sedetik.

Raut wajah Naruto berubah panik, ia melihat tangannya dan melihat ke belakangnya. Sasuke yang sudah mengerti sifat Naruto tahu kalau ia meninggalkan Y/N karena melihatnya dan Sakura bersama.

"Bodoh. Kenapa kau membiarkannya pergi sendirian?" bentak Sasuke.

Naruto berteriak panik, ia berlari ke tempat ia meninggalkan Y/N sendirian. Sakura dan Sasuke juga mengikutinya dari belakang. Naruto merutuk dan mengatai dirinya sendiri dalam hati karena tidak bisa menjaga Y/N dengan baik. Ia yakin tidak bisa memaafkan dirinya sendiri kalau terjadi sesuatu dengan Y/N. Menyadari hal itu, ia memaksa kakinya berlari lebih cepat, memaksa matanya untuk mencari sosok Y/N dengan lebih teliti.

Ia benar-benar terkejut saat melihat kerumunan orang di seberang jalan. Naruto bisa melihat ceceran darah diantara kerumunan itu dan berdoa kalau darah itu bukanlah darah dari kekasihnya, Y/N. Ia rela menukarkan semua kupon yang ia punya, bahkan melakukan apapun agar doanya itu terkabul.

Naruto berteriak agar orang-orang yang berkerumun memberinya jalan. Ia semakin cepat saat ada seseorang yang berkata kalau yang tergeletak itu adalah korban tabrak lari dan seorang gadis yang memakai seragam. Lututnya terasa lemas saat melihat orang yang dibicarakan adalah Y/N. Sakura yang sudah berada di belakangnya berteriak memohon agar Y/N bangun, sementara Sasuke sudah memanggil ambulans. Ia tidak bisa berbuat apapun, pikirannya mendadak kosong.

"Naruto. Ambulansnya sudah datang, kau ikut dengannya," suruh Sasuke. "Sakura akan ikut bersamamu dan aku akan memberitahukan hal ini pada Bibi Kushina. Cepat pergi."

Selama perjalanan ke rumah sakit Sakura terus saja mencoba menenangkannya, tapi tetap tidak bisa. Ia sama sekali tidak bisa mendengar apa yang Sakura katakan, pikirannya terus mencoba menyalahkan si pengemudi yang berani menabrak Y/N, walaupun dalam hati ia tahu kalau semua ini salahnya.

Kushina sama sekali tidak bisa membantu Naruto yang sedang berada dalam keadaan syoknya. Dokter berkata kalau Y/N sedang dalam masa kritisnya dan akan menjadi keajaiban kalau ia bisa bangun lagi. Naruto terduduk pasrah, ia tidak meninggalkan rumah sakit atau sisi Y/N sama sekali. Ia tidak peduli dengan sekolahnya, tugas dan dirinya sendiri. Ia hanya peduli dengan keselamatan Y/N dan berdoa kalau gadis itu bisa bangun dari keadaan komanya.

Beberapa hari sejak dinyatakan koma, Y/N membuka matanya. Naruto sempat memekik senang membuat Y/N tersenyum kecil. Y/N menarik pelan tangan Naruto agar ia bisa mengatakan sesuatu tanpa harus bersuara keras.

"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, Naruto," bisik Y/N.

Naruto menatap Y/N aneh. "Maksudmu Y/N?"

Y/N tersenyum kecil. "Aku mencintaimu, Naruto."

Itulah kalimat terakhir yang Naruto dengar dari Y/N. Karena setelah itu ia tiba-tiba saja berhenti bernafas, Naruto berteriak memanggil dokter dan Sasuke terpaksa membawanya keluar karena terlalu berisik sampai menganggu konsentrasi para dokter yang berusaha menyelamatkan nyawa Y/N.
***
"Selamat tinggal Y/N."

Untuk @Fhira_Uchiha06

Naruto One ShotsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang