Ia sudah tahu akan mendapatkan setangkai bunga lagi ketika membuka lokernya sebelum pulang sekolah. Ini sudah hampir seminggu sejak pertama kali ia mendapatkan setangkai bunga. Sejujurnya Inojin penasaran dengan pengirim bunga ini. Berulang kali ia harus menahan malu saat ia bertanya pada Ibunya tentang arti dari bunga yang dikirim. Siapapun pengirimnya, Inojin yakin ia punya akses untuk keluar kelas sebelum sekolah dibubarkan.
Setelah mendapatkan Anyelir merah dan merah muda, lalu bunga Krisan kuning dan putih, tanpa sadar Inojin menantikan bunga apalagi yang akan ia dapatkan hari ini. Sudut bibirnya sedikit tertarik mendapati bunga Akasia berada di dalam lokernya. Tanpa harus bertanya dengan Ibunya, Inojin sudah mengetahui arti dari bunga yang ia dapatkan.
Cinta yang terpendam.
"Kali ini apa yang kau dapatkan Inojin?" suara Shikadai membuatnya menoleh dengan wajah datar.
"Akasia," jawab Inojin singkat.
Shikadai mengangguk-anggukan kepalanya. "Cinta yang terpendam ya?"
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Inojin tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut mendengar ucapan Shikadai. Ia tahu kalau temannya memang pintar, tapi ia tidak tahu kalau Shikadai bisa mengetahui sesuatu yang bukan bidangnya seperti makna bunga.
"Aku pernah membacanya di suatu tempat," Shikadai mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Pasti merepotkan ya memiliki penggemar rahasia seperti itu."
"Kalau aku tidak mengenalmu dengan baik, aku akan berpikir kalau kau iri dengan keberuntunganku, Shikadai," sarkas Inojin sebelum meninggalkan lokernya.
Shikadai hanya menghela nafas lalu mengikuti langkah kaki Inojin. Keduanya menggeleng pasrah saat mendengar suara Boruto dari arah lapangan sekolah sebelum mendekati suara itu. Tidak ada satu pun dari mereka yang mampu menyadari sepasang mata dengan sirat bahagia mengiringi kepergian keduanya.
***
Inojin bertekad untuk menemukan siapa penggemar rahasia yang selalu memberikannya setangkai bunga. Ditambah lagi dengan ejekan Ibunya yang berkata kalau ia tidak bersikap seperti seorang laki-laki hanya karena ia yang menerima bunga, keinginan Inojin untuk menemukan gadis ini semakin besar.
Banyak yang sudah ia lakukan untuk memergoki penggemar rahasianya. Ia sudah memasang jebakan di balik dinding yang akan memberitahunya jika seseorang datang dan mendekati lokernya. Meminta izin pada Shino-sensei untuk ke ruang kesehatan tidak terlalu sulit, namun ia harus bergerak dengan sangat hati-hati atau Anko-sensei yang akan memergokinya. Kalau salah satu guru memergokinya, habislah ia saat sampai di rumah. Walaupun cantik, Ibunya juga tidak kenal ampun kalau sedang marah.
Sudah hampir waktunya pulang. Inojin membuka pintu dengan sangat pelan, kepalanya melongok sedikit untuk memastikan bahwa lorong sekolah masih aman. Ia berjalan mengendap ke arah loker siswa, memastikan tidak mengeluarkan suara saat dirinya melangkah. Inojin sama sekali tidak terkejut saat melihat sosok gadis yang sebaya dengannya berada di hadapan loker dengan setangkai mawar merah di tangan kanannya.
"Kenapa tidak memberikan bunga itu langsung padaku?"
Gadis itu melonjak kaget. Tangannya yang tidak menggenggam mawar mengusap dadanya seakan mencoba untuk menenangkan detak jantungnya yang semakin cepat saat mendengar suara Inojin. Detik selanjutnya ia terlihat sangat gugup karena orang yang ia sukai berhasil memergokinya.
"A-ah ... Inojin. Apa kabar?" tanya gadis itu.
Inojin mengenal gadis yang menjadi penggemar rahasianya. Nama gadis itu Y/N, murid pindahan yang datangnya hampir bersamaan dengan Mitsuki. Inojin tahu kalau gadis di hadapannya ini sangat pintar dan tergolong gadis yang menawan. Entah apa alasan gadis ini menyukainya.
"Kubilang kenapa tidak memberikan bunganya langsung padaku?" Inojin bertanya sekali lagi. "Kalau kau melakukannya lebih awal, kita bisa saling kenal lebih cepat."
Semakin Inojin mendekat ke arahnya, semakin erat pula genggaman Y/N pada bunga mawar itu. Inojin buru-buru mengambil alih bunga mawar itu saat melihat telapak tangan Y/N berdarah. Belakangan baru ia sadari, gadis itu tidak memotong semua duri yang ada pada tangkai bunga mawarnya.
"Tidak perlu gugup seperti itu. Aku tidak akan mengigit," Inojin ingin sekali mengatakan betapa cerobohnya gadis itu karena melukai dirinya sendiri. Namun, pesan sang Ibu tentang cara memperlakukan wanita menggema di pikiran Inojin hingga ia harus menahan diri untuk tidak mengatakan apa yang ia pikirkan. "Katakan. Kenapa kau melakukannya?"
Y/N beradu tatap dengan Inojin dengan takut setengah malu. "M-melakukan apa maksudmu?"
"Mengirim bunga padaku," Inojin menghela nafas kesal. "Mengatakan perasaanmu secara langsung akan memudahkan segalanya, kan?"
"Aku bukanlah orang yang mampu mengatakan perasaanku dengan mudah," suara Y/N terdengar sangat lembut sekaligus lirih di telinga Inojin. "Berbeda denganmu yang tanpa ragu mampu mengatakan apa yang kau pikirkan. Karena itulah aku mengagumimu. Kau terlihat begitu bersinar di mataku. Aku tidak ingin mengganggumu, karena itulah aku memilih untuk menaruh bunga di lokermu."
Inojin terdiam sebentar. Matanya beralih fokus pada mawar merah dalam genggamannya. "Kalau hanya mengagumi seharusnya kau tidak perlu mengirimkan mawar merah. Atau sebenarnya kau tidak hanya sekedar mengagumi melainkan benar-benar menyukaiku?"
Tidak ada yang dilakukan oleh Y/N selain memalingkan wajahnya yang memerah. Entah kenapa, Inojin merasa situasi seperti ini menggemaskan. Tidak pernah ia melihat wajah semerah wajah Y/N sekarang dan ia mendapati dirinya memuji raut wajah itu dengan kata imut.
"Kau benar-benar menyukaiku, ya?" tanya Inojin sekali lagi.
"Tidak! B-bukan begitu."
Pembelaan Y/N sia-sia di mata Inojin karena ia yakin gadis itu benar menyukainya. Tidak ingin membuat Y/N lebih tidak nyaman, Inojin menjulurkan tangan seakan mengajak Y/N untuk berjabat tangan.
"Aku yang sekarang tidak akan mungkin membalas perasaanmu," kata Inojin sembari memamerkan senyum. "Karena itu aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi. Mungkin saja semakin aku mengenalmu, aku juga semakin menyukaimu."
@Reina_mous15 maaf ya requestmu baru kupublish padahal udah ada di draft
Untuk kalian semua juga, maaf krena kuupdate book ini udah kelamaan banget...
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto One Shots
FanfictionCuma kumpulan dari berbagai karakter yang ada di Naruto. (Request CLOSED)
