Mereka berada dalam ketinggian 42.000 kaki. Setidaknya hal itu yang di katakan oleh Pilot tadi. Hari sudah semakin malam dan cahaya bulan yang terang memantulkan kemilau di sayap pesawat. Malam itu adalah malam yang cerah. Tidak banyak turbulensi hingga perjalanan menjadi cukup nyaman.
Alexander tersenyum puas dengan kesepakatan di antara mereka.
Rose tetap akan bekerja di perusahaannya demi harga diri dan dia akan dengan mudah mengawasinya. Dia sadar wanita ini sudah membuatnya luar biasa terobsesi. Dia harus mendapatkannya dengan caranya sendiri.
Rose yang sejak tadi duduk di kursi yang berada di hadapannya kini mulai mengantuk. Dia menguap beberapa kali dengan mata yang berair terus menerus. Sebetulnya ada satu kamar di dalam jet itu.
" Jadi kemana kau akan membawaku?"
Tanya Rose.
Dia kembali menguap.
" Entahlah lihat saja nanti."
Wanita itu mengenyitkan dahinya.
" Aku bisa menuntutmu karena penculikan."
Bicaranya kesal.
" Lakukan saja sesukamu."
Ucapnya santai.
Alexander tertawa kecil. Ancaman semacam itu bukan hal yang akan membuatnya gentar. Tidak akan ada yang membuatnya ketakutan di dunia ini. Wanita itu memutar dua bola matanya. Tentu saja itu hanya sebuah gertakan saja.
" Dompetku?"
Meraba kantong celana belakangnya.
" Ah sial!"
Hardiknya kesal.
Pria itu memperhatikan sikapnya.
" Dompet? Untuk apa?"
Tanya Alexander.
Rose memutar kembali dua bola matanya.
" Bukan urusanmu!"
Ucapnya kesal.
" Kenapa kau selalu berbicara dengan nada marah padaku?"
Tanya Pria itu.
" Itu karena kau pria yang luar biasa menyebalkan!"
Diktenya.
Dia belum paham sikap marah-marah itu adalah bentuk perhatian bagi Alexander. Seperti itulah caranya untuk mendapatkan perhatian Wanita yang sudah menjadi pusat perhatiannya ini. Dia mengeluarkan dompetnya dari saku celananya, masih dengan setelan tadi siang namun minus jasnya.
Dia menarik satu kartu berwarna hitam.
" Bawalah untuk membeli kebutuhanmu."
Rose meliriknya.
" Apa kau sedang berusaha memamerkan kartumu padaku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPULSIVE BOSS
RomanceRose Elizabeth Nolan adalah gadis cantik dari kalangan menengah keatas yang berasal dari Inggris. Dia diterima bekerja di sebuah perusahaan raksasa bernama Thorn Company yang berada di Newyork dan memutuskan untuk pindah ke Amerika demi mengejar cit...
