Belanda adalah pilihannya. Rose sudah memantapkan hati untuk tinggal di sana dan dalam hitungan hari dia sudah berada di tempat yang letaknya tidak jauh dari kampung halamannya. Clark benar-benar sangat membantu dan mendukungnya. Setelah sekian bulan akhirnya dia berani jujur pada kedua orang tuanya tentang kehamilannya. Walau mereka benar-benar sangat penasaran siapa ayah dari bayi itu, Rose memilih untuk menyembunyikannya.
Mereka sempat merasa benar-benar sangat kecewa tetapi berusaha untuk menerima dengan hati yang besar bahwa putri satu-satunya itu bukan membutuhkan caci maki dan amarah saat ini. Dia membutuhkan dukungan karena menjadi single parent bukanlah hal mudah.
Sudah hampir tujuh bulan berlalu. Selama itu Rose lebih banyak menghabiskan waktu bersantai di rumah kecil mungil yang di belikan oleh Mr. Nolan. Secara finansial kini Rose masih bergantung pada ayah dan kakaknya. Dia sangat ingin kembali bekerja tetapi akhirnya menurut pada apa yang ibunya katakan.
Dia berakhir dengan tumpukan novel, acara tv berkabel dengan beberapa serial kesukaannya dan kunjungan hampir seminggu sekali secara bergantian yang dilakukan oleh keluarganya. Dengan kegiatannya yang monoton, hari berlalu dengan cepat. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan.
Hari perkiraan lahirnya sudah semakin dekat dan dia merasa sangat gugup karena kelahirannya hanya akan menghitung hari. Dia mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil, yoga itu membantu mempersiapkan tubuhnya menjelang persalinan. Cukup membantu tapi tidak sepenuhnya. Pinggangnya selalu sakit setiap malam, begitu juga bayinya yang sangat aktif di malam hari membuatnya kesulitan untuk beristirahat.
Dia sudah mempersiapkan semuanya. Beberapa pakaian bayi dan hampir semua perlengkapan yang memenuhi setengah dari kamar tidurnya.
Dia memutuskan untuk meletakkan tempat tidur bayi tepat disebelahnya karena tidak ingin merasa kesepian. Jika semua keluarga sedang tidak ada di sini dan dia hanya sedang sendiri, dia merasa sangat kesepian. Jadi meletakkan tempat tidur tepat di sebelahnya adalah hal yang tepat.
Bagaimana perasaannya dengan Alexander?
Alexander adalah cinta pertamanya. Rasanya mustahil untuk bisa melupakan seseorang yang menjadi cinta pertama seseorang dalam waktu yang singkat. Butuh waktu yang lama untuk benar-benar bisa melupakan Pria itu namun dia sudah mulai bisa merelakan bahwa mereka memang tidak akan pernah bisa bersama.
Pria itu masih datang dalam mimpinya. Entah itu mimpi tentang kebahagiaan ataupun sebaliknya walaupun intensitasnya semakin berkurang di setiap harinya. Kesibukan yang minim mungkin membuatnya terkadang masih memikirkan Pria itu.
Separuh darah bayinya adalah milik pria yang sangat dia cintai, bagaimana pun juga suatu hari nanti bayi kecil itu akan menjadi dewasa dan bertanya tentang siapa ayahnya. Setiap mengingatnya, dadanya terasa berat.
Haruskah dia jujur?
Haruskah dia berbohong?
Haruskah dia berkata bahwa pria itu adalah Alexander Benjamin Thorn, si Eksekutif muda yang kaya raya?
Pemikiran itu selalu menjadi penghalang dirinya untuk move on dengan cepat dari perasaannya.
Dia sadar akan hal itu karena semakin ingin dia untuk melupakannya, ingatan akan pria itu justru semakin melekat kuat.
Rose membereskan pakaian bayi dan melipatnya satu persatu. Dia memandang lucu pada setelan berbahan rajut berwarna pink abu yang berukuran mungil tersebut sambil tersenyum-senyum. Hal yang sangat menenangkan hatinya adalah menyadari bahwa sebentar lagi dia tidak akan sendirian di rumah itu. Dia memandang beberapa bandana dengan hiasan bunga besar yang sangat menggemaskan, menyadari bahwa dia akan memiliki seorang teman sejati.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPULSIVE BOSS
RomanceRose Elizabeth Nolan adalah gadis cantik dari kalangan menengah keatas yang berasal dari Inggris. Dia diterima bekerja di sebuah perusahaan raksasa bernama Thorn Company yang berada di Newyork dan memutuskan untuk pindah ke Amerika demi mengejar cit...
