Chapter 8

45.4K 2.2K 24
                                        

Rose terbangun dari tidur hanya dengan satu lembar kemeja laki-laki yang dia dapat dari Alexander. Semalam itu adalah malam yang hebat seperti sebelum-sebelumnya hanya saja Alexander 'sedikit' lebih kasar dalam permainannya. Dia pria dengan performa sama tetapi karakter yang berbeda. Hal yang membuatnya sakit hati adalah bagaimana Pria itu melempar handuk dengan kasar kepadanya seolah-olah dia adalah barang bekas pakai.

Dia tahu ini saatnya untuk mengambil sikap.

Dia menarik tubuhnya dan mengganti kemeja tadi dengan pakaiannya semalam yang sudah terlipat rapi di atas meja bundar di ruangan itu. Dia mengenyitkan dahinya entah siapa yang sudah merapikan pakaian dan stilleto yang berserakan semalam. Setengah mabuk membuatnya langsung pergi tertidur.

Ketika mengganti pakaiannya, dia dikejutkan dengan keberadaan koper miliknya.

" Bagaimana bisa?"

Gumamnya heran.

Dia kembali mengancingkan kemejanya dengan tergesa-gesa lalu berjalan menuju pintu kamar dan mendapati pria itu sedang menikmati secangkir kopi hangat yang dia buat dari mesin kopi di dapur. Dia menghentikan kegiatannya dan melirik ke arah Rose yang berdiri dengan wajah penuh tanya.

Dia tahu apa yang akan dia katakan tanpa harus mendengar ucapannya.

" Apa kau berniat menanyakan tentang koper itu?"

Dia memberikan pertanyaan terlebih dahulu.

" Berikan aku jawaban sekarang juga!"

Ucapnya menuntut.

" Apa kau tahu aku harus kembali hari ini juga dan besok mulai bekerja?"

Berbicara dengan nada marah.

Alexander tertawa kecil memutar kedua bola matanya. Dia bisa saja dengan mudah membuat wanita ini tetap bekerja di perusahaannya atau justru sebaliknya hanya dengan mengatakan nama belakangnya.

Hanya saja akan sangat menyebalkan jika permainan berhenti disini. Dia tahu dia harus melanjutkan sedikit lagi karena ini sudah sangat menyenangkan dan wanita ini menyita hampir setengah dari perhatiannya sejak melihatnya di lantai dansa.

" Kita bisa kembali bersama sebentar lagi."

" Los Angeles benar?"

Balasnya santai.

Dia kembali menyeruput kopi panas itu.

" Ya dan aku harus kembali sekarang juga!"

Balas Rose dengan lantang.

Dia melipat kedua tangannya kemudian beranjak untuk kembali ke kamar untuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper dan mengganti kemeja itu dengan pakaian yang lebih casual.

" Ah, malam tadi."

Dia teringat akan perkataan yang sangat ingin dia ucapkan.

" Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa."

Ucapnya dengan nada santai.

IMPULSIVE BOSSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang