9. Applying for a job (2)

3.5K 287 1
                                        

Pukul setengah sebelas siang dan matahari mulai menunjukkan keangkuhannya. Setelah selesai urusannya dengan kepala HRD perusahaan PT. Egra, Anaya segera bergegas meninggalkan kantor HRD itu dengan hati sedikit tenang. Ingat! hanya sedikit. Ada kemungkinan besar dia diterima di pusahahaan ini. Ya semoga saja kali ini Eyangnya tidak merecokinya lagi.

Anaya berusaha bersikap setenang mungkin, ia berusaha mengenyahkan sesuatu yang mengganggu pikirannya baru-baru ini. Tapi bayang-bayang ucapan sang eyangnya terus saja memutari kepalanya dan membuat dia cemas.

Bagaimana jika dia tidak diterima di perusahaan ini? bagaimana jika... ah tidaakkk! itu tidak akan mungkin terjadi, pikirnya sedikit emosi. Kali ini eyangnya tidak akan bisa mengganggu hidupnya lagi. Tidak akan! Bukankah eyangnya itu sudah pernah berjanji padanya untuk tidak mencampuri urusannya, lagi?

Tapi masalahnya ini eyangnya, eyangnya itu tidak akan berhenti jika apa yang diinginkannya belum terpenuhi. Ya! termasuk dengan menjodohkan dirinya dengan pria tidak dikenalnya itu. Memang apa sih susahnya eyangnya membatalkan perjodohan itu? tinggal katakan batal dan semua urusan selesai.

"Kamu pikir gampang dengan mengatakan ingin membatalkan perjodohan ini, Anay! tidak segampang membalikan telapak tanganmu, nduk. Ini tidak semudah yang kamu pikirkan. Kamu harus menerimanya. Satu hal lagi, kamu tidak bisa menolaknya. ingat itu! Ini pesan terakhir dari almarhum Ibumu."

"Tapi Eyang-"

"Tidak ada tapi-tapian!"

"Tapi Eyang ini sudah bukan lagi jamannya Siti nurbaya, apa-apa serba dijodohkan. Pokoknya aku gak mau dijodohin! aku mau cari jodohku sendiri. Titik!"

"Dasar anak keras kepala. Baik kalau itu maunya kamu, jangan salahin Eyang kalau Eyang mencabut semua fasilitas apapun yang kamu miliki termasuk lamborghini kesayanganmu itu. Carilah jodoh sesuai hatimu, dan ingat jangan temui Eyang jika kamu belum bisa membawa pasanganmu itu!"

Teringat percakapan terakhir dengan eyangnya pada saat itu, seketika membuat Anaya merutuki kebodohannya sendiri. Dasar bodoh! makinya pada dirinya sendiri. Kenapa waktu itu dia tidak bisa berpikir dua kali sebelum menyetujui usulan eyangnya.

Gara-gara kebodohannya Anaya harus berusaha mati-matian mencari pekerjaan demi menyambung kelangsungan hidupnya. Ck. Menyedihkan sekali.

Setelah berada di dalam lift gadis berambut panjang itu langsung menekan tombol lantai bawah. Tapi lift tertahan ketika seseorang yang tidak dikenalnya ikut masuk ke dalam lift.

Orang itu sibuk dengan gadget yang ada di tangannya. Entah apa yang dilakukan orang itu sampai-sampai tidak menyadari keberadaan Anaya yang ada di belakangnya. Anaya juga tidak mengacuhkan keberadaan orang asing itu. Baginya urusannya sendiri lebih penting ketimbang mengurusi masalah orang asing.

Walaupun hatinya berusaha mengatakan demikian, tapi otaknya tak sejalan dengan pemikirannya. Diam-diam Anaya mengamati sosok pria yang ada didepannya.

".... Iya Ma. Sebentar lagi Prana sampai..."

"Wait five more minutes..." ujar pria itu lalu mengakhiri panggilan teleponnya.

Menyadari bukan hanya Pria itu saja yang berada di lift yang sama, Prana memutar sedikit kepalanya melihat seseorang dibelakangnya. Awalnya Prana mengerjap dengan kaget melihat gadis sombong yang pernah sekali ditemuinya di kantor abangnya waktu itu satu lift dengannya saat ini. Gadis itu terlihat sedang menunduk menatap sepatu flatnya tidak menyadari Prana tengah memandangnya dengan pandangan menilai.

Merasa ada yang tengah memperhatikannya dalam diam, gadis itu mendongakan kepalanya menatap siapa gerangan yang diam-diam sedang menilainya dan sedetik kemudian matanya seketika membulat sempurna saat pandangan matanya bertemu dengan mata pria itu.

Pria brengsek yang membuatnya harus terlempar jauh dari perusahaan berlian yang sangat diinginkannya.

Seketika amarah gadis itu tiba-tiba meluap begitu saja bagaikan air bah saat melihat siapa dalang utama dibalik ditendangnya dia dari lamaran pekerjaanya yang pertama. Melihat gadis didepannya yang seperti ingin mencabiknya hidup-hidup, Prana malah dengan santai menaikan sebelah alisnya.

"Apa?" ujarnya kelewat santai.

Apa katanya?

Pria brengsek ini benar-benar sialan! geram Anaya dalam hati bersiap ingin memuntahkan segala amarahnya yang selama ini berhasil ia pendam.

"ELO!" geramnya dengan menunjuk wajah pria itu dengan jari telunjuknya hampir mengenai hidung mancung pria tampan itu. "Pria brengsek yang udah gagalin lamaran kerja gue! lo gak tau ya gimana susahnya gue masuk di perusahaan itu!" ujarnya dengan nada emosi. Giginya gemelutuk menahan gejolak amarah yang siap diledakan.


"Kamu pikir saya peduli." jawabnya enteng lalu menurunkan jari telunjuk Anaya yang ada di depan wajahnya dengan santai.

"Elo?" entah kekuatan dari mana dengan beraninya Anaya menyerang Prana secara membabi buta. Seolah dengan memukul pria itu amarah yang bergejolak didalam tubuhnya akan segera menghilang dengan sendirinya.


Dipukulnya dada pria itu secara terus-menerus membuat tangannya sedikit lecet akibat sikap bar-barnya itu. Prana hanya diam saja sama sekali tidak mencoba untuk melawan tingkah brutal gadis yang sedang menyerangnya.


"Sudah?" tanyanya setelah melihat gadis di depannya terlihat kelelahan karena aksi nekatnya memukulinya. Tidak tahukah Anaya saat ini dia sedang berhadapan dengan siapa?

Karena geram dengan sikap pria brengsek yang berhasil dia siksa, dengan gerakkan cepat Anaya menarik lengan kanan Prana dan menggigitnya dengan gemas. Tepat selesai menggigit lengan pria itu pintu lift terbuka dengan sempurna.

Anaya menggunakan kesempatan itu dengan segera kabur dari hadapan Prana. Prana yang masih berdiri di dalam lift memandang gadis itu murka, ia kalah cepat sehingga saat ia lengah gadis bar-bar itu dengan tidak berperasaan menggigit lengan kanannya. Rasanya? lumayan luar biasa. Entah terbuat dari apa gigi gadis bermata bulat itu sehingga membuat lengannya terasa keram bukan main karena ulahnya.

"Tunggu saja, akan kubalas kau gadis nakal!"



###

Jangan lupa tinggalkan jejak yaa...saran kalian sangat membantu...




ENTANGLED HEARTSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang