Haii... sorry yes gue kelamaan ngilangnya... btw tugas negara lagi banyak-banyaknya nih. Gila! Gue hampir gila dibuatnya, teler seteler-telernya. Oke abaikan. ^,^
Enjoy!
--------
"Bisa jelasin ke aku gak Mas, kenapa Mas Efra tiba-tiba nyulik Anaya dari aku di pesta itu? Mas gak suka liat aku berhubungan sama dia? Atau jangan-jangan Mas suka sama dia? Jelasin Mas, kenapa?" Ujar Prana yang sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya pada sang sulung.
Usai menerima laporan dari anak buahnya beberapa menit yang lalu,
30 menit kemudian Prana sudah berdiri tepat di depan gedung apartemen mewah milik sang kakak tertuanya.
"Kamu jauh-jauh datang ke sini hanya ingin menanyakan hal ini sama Mas, Nat? Kamu yakin ingin tahu?" Jawab Efra tenang.
Ketenangan Efra berbanding terbalik dengan sikap Prana yang kini terlihat gusar mendengar jawaban tidak memuaskan dari sang kakak. "Jangan main-main sama aku ya, Mas. Mas tau sendiri kan kalau aku gak suka main-main!" Ucapnya sambil menatap Efra menuntut jawaban. "Dan sekarang dimana dia?" Tanyanya ingin tahu. Sebab sedari dia masuk ke dalam apartemen Efra, Prana sama sekali tidak melihat batang hidung sang gadis.
Efra terkekeh geli melihat tingkah adik bungsunya, seperti pria yang sedang jatuh cinta saja pikirnya setengah masam.
"Apa kamu menyukainya, Nat?" Tanya Efra mengalihkan pembicaraan.
Prana semakin meradang mendengar jawaban lain sang kakak. "Lalu apa masalahmu Mas, kalau aku menyukainya atau tidak. Sekarang jawab saja pertanyaanku, dimana dia sekarang?!" Dan baru kali ini Prana sampai lepas kendali berbicara di depan Efra hanya gara-gara seorang wanita. Melupakan tujuan awalnya datang kemari untuk menanyakan maksud Efra menculik Anayanya.
"Dia sudah pergi. Kamu terlambat."
"Sudah pergi?" Ulang Prana tidak yakin dengan ucapan Efra. Apa jangan-jangan Efra ingin membohonginya supaya dia tidak bisa bertemu dengan Anaya. Tapi-
Seolah bisa membaca pikiran adiknya, lagi-lagi Efra mendengus sebal. "Dia sudah pergi. Kalau kau tidak percaya, geledah saja semua ruangan yang ada di sini. Mas tidak mungkin menyembunyikannya lama-lama darimu, Nat." Ujarnya santai seakan mengejek Prana.
Tidak lama darinya apanya coba? Hey! yang benar saja, buktinya sudah beberapa hari ini Efra berhasil menyembunyikan kebedaan Anaya darinya. Entah apa maksudnya menyembunyikan wanita itu. "Baiklah, kali ini aku percaya sama Mas." Gumamnya seolah tidak peduli, "So, sekarang bisa jelasin gak kenapa Mas tiba-tiba nyulik dia dari aku? Jangan bilang Mas juga cinta sama dia!"
"Cinta itu relatif, Nat. Mas ini pria normal. Siapa sih yang tidak menyukai gadis secantik dia." Ujarnya menggoda Prana yang kini wajahnya terlihat memerah menahan kesal. Bisa-bisanya Efra memanasinya agar Prana semakin terlihat mencemburuinya. Cih!
"Kamu masih ingat dengan Annara?" Tanya Efra tiba-tiba.
Prana terlihat mengerutkan dahinya mencoba mengingat sesuatu, "Bukankah ... dia kekasih dari masa lalumu ya, Mas? Kenapa memangnya dengan Annara?" Ujarnya balik bertanya. Ya, Prana masih ingat dengan gadis bernama Annara. Tapi, bukankah gadis itu sudah lama meninggal karena kecelakaan. Dan ada apa dengan gadis itu?
"Apa kamu tidak menyadari kemiripan dari nama mereka berdua?"
"Maksudnya?" Disaat seperti ini, mendadak otak Prana berubah ngeblank. Ah, sial!
"Annara dan Anaya."
Karena frustasi, Prana menjambak rambutnya sendiri dengan gemas, "Sumpah! Gue sama sekali gak ngerti maksud lo, Mas. Apaan coba!" Geramnya.
"Mereka berdua bersaudara."
"APA?!"
"Ya, ternyata mereka berdua itu kakak beradik, Nat." Ujarnya terdengar rancu.
"Lalu?" tanya Prana lagi seolah masih belum mengerti kemana arah pembicaraan sang kakak.
"Kita dalam masalah besar."
"WHAT?!"
"Anaya putri bungsu Mr. Aydan, Nat. Orang yang dulu pernah membuat perusahaan Ayah jatuh karena kebodohan Mas di masa lalu. Kamu ingat Annara meninggal karena apa?" Tanyanya sambil menghela napas lelah. Dan kembali Efra melanjutkan permbicaraannya karena tidak membiarkan Prana menjawab pertanyaannya.
Sebagai gantinya, Prana hanya diam dan mendengarkan kelanjutkan ceritanya.
"Annara meninggal karena tertabrak truk dan itu semua karena kebodohan Mas, Nata. Dan kamu tau? Sejak saat itu, Mr. Aydan sangat membenci keluarga kita terutama kepada Mas sendiri. Mr. Aydan benar-benar sangat membenci Mas karena setelah putri sulungnya meninggal tidak lama kemudian istri terincintanya juga ikut menyusul Annara."
"Mas kamu-"
"Kamu ingin tau kan kenapa tiba-tiba Mas menculik Anaya beberapa hari yang lalu?" Prana mengangguk pelan, sorot matanya menunjukan keingintahuan lebih.
"Reykan ingin membunuh Anaya di pesta itu."
Seketika mata Prana langsung melebar dengan sedirinya, "Reykan? Siapa Reykan, Mas?" Tanyanya tidak mengerti. Jadi ini yang membuat kakaknya tiba-tiba menculik Ananyanya.
Lalu mengalirlah cerita berawal dari perjodohannya dengan wanita bernama fiandra, lalu kemudian Efra yang membatalkan pertunangannya dengan wanita itu dan berakhir Reykan yang tidak lain adalah sahabat kecil Fiandra yang tidak terima karena Fiandra sakit hati karena Efra. Reykan ingin membalaskan dendam terselubungnya kepada Efra lewat orang-orang yang dekat dengan Efra.
"Kamu pasti tidak percaya jika Felicia yang lebih dulu mengenal Anaya dari pada kamu," gumamnya yang masih bisa didengar oleh Prana.
"Lalu apa hubungannya Anaya dengan semua ini, Mas? Aku masih gak ngerti."
"Bodoh!" Maki Efra pada adiknya yang mendadak dungu lalu menjitak kepala Prana dengan geram. "Karena Felicia dekat dengan Anaya makanya Reykan ingin melukai Anaya. Kamu tau, kalau Reykan pernah berencana ingin melukai putri kecilku itu? Tapi gagal karena anak buahku lebih dulu mengetahui rencana jahatnya."
Prana ternganga mendengar penuturan sang kakak. Dia tidak menyangka jika masalahnya akan jadi serumit ini. "Lalu bagaimana jika Reykan ingin kembali mencelakai Anaya,Mas? Kenapa Mas membiarkan dia pergi?!" Ujarnya terdengar gusar.
"Mas tidak bisa menahannya lebih lama lagi, Nat. Dia sudah terlanjur marah sama Mas. Dan dia juga tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari Mas." Jelasnya.
"Ya Tuhan! Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Prana frustasi seraya menghubungi salah satu anak buahnya untuk segera mencari Anaya dan menjaga gadis itu dari Reykan.
Seakan teringat sesuatu Prana kembali berkata, "Mas, lo- gak suka 'kan sama Anaya?" Ujarnya sambil menyipitkan matanya curiga. Jangan bilang kakaknya juga menyukai orang yang sama.
"Entahlah, setiap dekat dengannya Mas selalu merasa lebih baik, Nat."
"Ya Tuhan Mas Efra! Kita dalam masalah besar, Mas!"
###
Nah lo yangg cinta segitiga antaraaaa efra dan prana??? Ayoo yang teamnya Efraaaaa komen dong....
Dan Team Pranata.....yihaii
Happy reading....
17mei2017
KAMU SEDANG MEMBACA
ENTANGLED HEARTS
Chick-LitWarning! About content 21+ Lelah karena terus-terusan dijodohkan oleh eyangnya, Anaya memilih untuk pergi dari rumahnya dan tinggal sendiri di apartemen yang diberikan oleh ayahnya tanpa sepengetahuan sang eyang. Semua fasilitas yang Anaya punya ter...
