Part 17 : Kunjungan perdana tamu tak terduga

6.4K 253 0
                                        

Cuaca hari ini mendukung untukku menaiki transportasi umum. Kebetulan sekali papah harus berangkat subuh karna akan ada rapat besar di kantornya, jadi hari ini aku berangkat sekolah menaiki taksi. Sampai di sekolah entah kenapa tenangaku seperti terkuras habis karena mengingat hari kemarin. Memasuki kelas dengan lesunya, sampai-sampai aku lupa bahwa hari ini Willa tidak masuk sekolah karna izin menjenguk saudaranya yang sakit. 

"Yaaaah tambah sepi aja gak ada Willa," gumamku.

 Aku sudah tak peduli lagi dengan bel masuk, bel istirahat, dan bel pulang. Bel pulang sudah berlalu beberapa menit yang lalu, bahkan Genta, Zike, dan Nika mengajakku untuk pulang bareng tapi aku menolaknya. Kini aku masih stay di dalam kelas, dan aku juga tidak makan apa-apa saat istirahat tadi. 

Braak.. suara pintu yang terbuka dengan kerasnya menyita perhatianku. 

"Je, sorry gue kemarin gak ngabarain lo sama sekali. Gue juga gak nelpon lo balik." 

Ia berlari dari ambang pintu lalu menghampiriku dengan suara terengah-engah dan keringat yang bercucuran di dahinya. Itu membuatku semakin bertanya-tanya ada apa gerangan.

Dia tak memakai seragam, dia malah memakai kemeja pendek kotak-kotak dan memakai celana jeans. Belum sempat untuk bertanya dan menjawab pertanyaannya, seketika itu juga Yugo memegang kedua tanganku. 

I guess my cheeks is like a cherry blossom.. Seketika pernyataanku terpapar di otakku. 

Detak jantungku yang tiba-tiba meningkat dua kali lipat, rasanya ingin melonjak naik keluar mulutku. 

"Aaaa.. a... apa yang lo lakuin?" dengan gugupnya aku bertanya. 

"Gue, gue, mau minta maaf." semakin erat Yugo memegang tanganku. 

"Engga apa-apa Kak Yugo. Gue tau lo lagi sibuk kemarin. Lagian gue gak ada hak nanya-nanya lo lagi dimana sama siapa kan?! Hehe," jawabku sambil terkekeh canggung. 

Entah apa yang harus aku lakukan saat ini, aku hanya bisa menatap matanya. 

"Sebenernya Je, gue kemarin gak masuk sekolah, hari ini pun begitu. Gue kemarin ke Bandung. Baru aja tadi gue sampe dan langsung kesini. Kemarin handphone gue dipegang sama Naura."


Seketika mucul pertanyaan besar dalam pikiranku, 

"Siapa itu Naura? Apa dia pacarnya Yugo?" 

Tapi aku tak berani bertanya, seperti yang sudah diketahui, aku dan Yugo belum lama berteman. Tak enak hati bila aku menanyakan hal yang sangat pribadi seperti itu kepada dia. 

"Je..? kok diem?" tanya Yugo dengan memiringkan kepalanya. 

"Hah? Oh gak. Iya gak apa-apa kak. Pasti lo cape kan dari bandara langsung kesini." 

"Iya nih, lumayan cape sih Je. Sebenernya gue jenguk temen sakit, sekalian ada temen gue yang ulang tahun di Bandung. Gue party sampai malem," jawabnya dengan menggaruk-garuk pelipisnya yang aku tau ia tidak sedang merasa gatal. 

"Oh gitu.. mmm gue beliin minum yah. Lo tunggu disini aja." 

"Okay Je.." lalu ia duduk di kursi Willa.


Muncul banyak keraguan dibenakku. Aku tak sempat memilah-milah mana pertanyaan yang pantas aku tunjukkan dan mana yang tak pantas, semua tercampur dan teraduk jadi satu. Sekitar 10 menit kemudian, aku sudah berada di ambang pintu kelasku lagi. 

"Ini kak, iced lemond tea." 

Aku memberikan gelas yang ada di tangan kanan ke hadapannya. 

Because of HimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang