Hello reader kesayanganku.. Setelah 3 bulan berlalu, maaf baru update >< mianhae.. gomen nasasi.. semoga kalian suka ya sama update dari part ini¬!
Tuk.. tuk.. tuk..
jari-jemariku, ku ketukan ke permukaan meja sekolah ini. Terlihat warna cat yang mulai memudar, tanda bahwa meja ini sudah di cat lebih dari setahun yang lalu. Aku rebahkan kepalaku di atas meja ini, tak langsung menyentuh meja, karena aku menggunakan tasku sebagai bantalannya.
Sesekali ku toleh jam tanganku yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kanan. Waktu sudah berlalu satu jam, dan sampai saat ini aku masih tidak menerima sinyal tanda kehadiran Nico. Padahal ia sudah berjanji untuk menemuiku di kelas ini saat jam bel pulang berdenting.
"Mau sampai kapan lagi gue tunggu?" pikirku.
Saat aku mulai beranjak dari bangku ini, aku mengambil handphoneku yang ada di saku bajuku. Terlihat layar terpaku masih tidak ada pesan dari Nico, padahal aku sudah menghubunginya beberapa kali. Aku melihat diriku, Nico, Willa, Oka, dan Yugo saat kita main ke sebuah Theme Park dulu di wallpaper handphoneku. Tak terasa besok lusa adalah hari pertunangannya Yugo dan Naura. Ingin sekali aku mengeluarkan beberapa tetes air mata, tapi disisi lain, aku berusaha untuk menahannya.
Rasanya baru kemarin aku mengenal Yugo. Disaat dia tak sengaja minum iced cappuccino milik Willa yang aku beli. Tiba-tiba suara kekehan keluar dari mulutku saat aku mengingat kembali raut wajahnya yang sebenernya memalukan itu, tapi sebalnya adalah ia berusaha bersikap cool saat itu. Semakin lama kuingat, semakin sesak dada ini. Aku berusaha membuyarkan ingatan itu dengan menggeleng-gelengkan kepalaku.
Sudah terlalu lama kumenunggu. Tak tahan dengan kesunyian ini, aku bergegas keluar kelas. Saat aku menuruni tangga, aku melihat Yugo dari kejauhan. Ia sedang melintasi lapangan basket, dan berjalan menuju arahku. Namun ia tidak melihatku disini, karena ia berjalan sambil asyik memainkan handphone nya. Dengan secepat kilat, aku berusaha berjalan cepat menjauhinya.
"Je?" sapanya ia dari kejauhan.
"Ya.. betapa bodohnya gue. Berusaha lari, tapi suara hentakan kaki kedengaran keras banget!"
Aku membalikan badanku secara perlahan, dan mendapati ia sudah tepat berada di belakangku. Aku merasa heran, karena sebelumnya aku yakin kalau dia berada jauh dariku.
"Oh hai kak Yugo," sapaku balik dengan senyum canggung.
"Je, kemana aja sih lo?!" katanya luar biasa keras.
"Wes! Santai mas!" aku tau betapa khawatirnya ia padaku.
Aku sempat melihat raut wajahnya saat ini, persis seperti saat aku dibully oleh Kimmy dulu.
"Gue gak kemana-kemana kak, kan gue juga sekolah sama kayak lo."
"Bohong!" sentaknya.
"Serius kak. Mungkin kita lagi sama-sama sibuk, jadi jarang ketemu pas-pasan kayak gini. Dan gue juga lagi jarang aktifin hape gue, jadi maaf banget ya kak kalau gue gak bales chat lo."
Penjelasan panjangku mulai tercerna baik di dalam pikirannya. Wajah cemasnya pun perlahan menghilang.
"Oh gitu.. syukur deh kalau gak ada hal gawat. Gue cuma khawatir ada sesuatu yang buruk terjadi sama lo," responnya.
Maafin gue ya kak, gue bohong tentang semua ini. Gue harap lo ngerti, kalau ini buat kebaikan lo juga.
"Je, mau ke café sama gue gak?" tanyanya tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because of Him
RomanceBerawal dari siswa-siswi yang tak saling mengenal, antara lain Jefanka dan Yugo. Mereka bertemu secara tak sengaja di sebuah waktu yang tak terduga. Kejadian demi kejadian membuat mereka dekat dan sesuatu hal yang tak diharapkan terjadi, tumbuh...
