Hai, hai! Ada yang kangen sama aku?
Oke gak ada. No more bacot. Happy reading. Jangan lupa dukung cerita ini dengan share dan pencet 🌟. Love u...
________________________________________________________________ADELIA :
"Hei, Kid. Jawab pertanyaanku!"
Dia menggeleng,"Aku akan menjawabnya jika kita semua selamat.Dan jangan panggil aku dengan nama sialan itu."
"Semua? Orang-orang itu juga?" tanyaku bodoh.
"Menurutmu?" tanyanya malas. "Lagipula, di sana ada ayahmu, Nona Dexter."
Mataku membulat,"Jadi, kau benar-benar tahu??"
"Ya. Aku mengetahui segalanya, Adelia. Oh, dan jangan salahkan Oliver. Dia tidak ada sangkut pautnya," kata Dylan sambil memakai tas perlengkapan.
"Jadi, kau mencari tahu latar belakangku, hah? Dasar tidak sopan! Berengsek!"
Dia terkekeh,"Itu salahmu yang tidak mencari tahu tentang diriku, Adel. Kalau kau juga melakukan hal yang sama, kita akan seri."
"Ck. Aku kan tidak penasaran pada--oh! Dylan, jangan bilang kau menyukaiku?" tanyaku. Aku akan menggodanya, hihihi.
"Tidak! Huh, percaya diri sekali!"
"Buktinya, kau mencari tahu tentangku. Rasa penasaran adalah dasar rasa suka. Kau mencari tahu karena kau penasaran. Ya kan? Memangnya ada alasan lain?"
YES! Dia tidak bisa berkata apapun, HA!
"Ck. Cepat pakai topengmu!" katanya saat aku menatapnya dengan jahil sekali lagi. Aku pun mengenakan topeng hitam yang menutupi area sekitar mata dan hidungku, lalu memakai jubah hitamku.
Dylan menyerahkan wireless earphone milikku. "Hm, sudah lama sekali aku tidak menggunakannya. Apa Len dan Jenni sudah terhubung?"
"Tentu saja. Kalian bisa mengobrol sambil bekerja. Sekarang, kita pergi!"
Kami pun keluar dari ruangan. Aku mulai membuka sambunganku dengan Jennie dan Len. "Halo, Teman!"
"Tidak ada waktu untuk saling menyapa, Adel. Sebaiknya, kalian segera masuk ke dalam hall dan cari pembawa bom itu," omel Len.
"Baiklah, baiklah. Ayo bekerja!"
🐚🐚🐚
Adel dan Dylan masuk melalui pintu yang berbeda. Adel dari pintu gudang dan Dylan dari pintu yang menghubungkan koridor dengan belakang panggung hall.
Adel menatap siapa saja yang ada di sana. Wanda, Raven, Orion. Di mana anak haram itu? tanya Adel dalam hati. Ia kembali mengedarkan pandangannya dan ia melihat sosok itu. Jonathan Dexter.
Kenapa dia ada di sini?
Dia tidak mungkin datang sendiri. Dia pasti pergi dengan jalangnya. Tapi, di mana jalang itu?
"Len, lacak keberadaan Vannia dan Celine Dexter. Perasaanku tidak enak.." kata Adel.
"Hm..Ibu dan saudara tirimu, ya? Sebentar.."
"Kau juga tahu? Dylan, apa kau memberitahunya?!"
"Tidak. Aku tahu kau akan membunuhku nantinya. Kau tahu, kami mencarinya bersama," jawab Dylan membuat Adel mendengus.
"Hidupmu seperti di dalam sebuah drama, Adel. Itu membuatku penasaran," komen Jennie. Ugh, benar-benar! Dasar Jennie!
"Adel, kau yakin mereka datang?" tanya Len.

KAMU SEDANG MEMBACA
Staying Afloat
Action[ Action - Romance ] 2017.05.13 - Now Highest Rank : #7 IN ACTION Title Before : There's Nothing Holdin' Me Back Wanita yang dikenal sebagai Adelia Summer ini harus memilih antara masa depan dan masa lalunya. Ia yang awalnya begitu ambisius dengan d...