Karisa POV
Sayup-sayup kudengar suara pintu terbuka dan langkah kaki masuk ke dalam ruangan. Kurasakan seseorang masuk ke dalam ruangan tempatku tertidur. Mataku terlalu lelah untuk terbuka. Dapat kurasakan seseorang membelai kepalaku lembut. Belaian dan aromanya terasa nyaman dan aman. Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka secara paksa dan langkah kaki beberapa orang masuk ke dalam ruangan. Terjadilah keributan di luar ruangan tempatku tertidur. Kucoba untuk membuka mataku untuk mengetahui ada apa di luar sana. Awalnya suara keributan itu hanya terdengar sayup-sayup di telingaku. Ketika kesadaranku sudah mulai pulih dan mataku sudah terbuka, suara keributan itu mulai terdengar dengan jelas.
Kulihat sekelilingku gelap gulita. Satu-satunya cahaya berasal dari pintu kamarku yang terbuka setengah. Ruangan ini bukan kamarku. Aah.. aku ingat. Kami baru saja kabur dari kejaran orang-orang jahat yang menyerang rumah kami dan kami bersembunyi di apartemen kenalan Papa. Lampu ruang tamu masih menyala rupanya. Tapi kenapa ada keributan di luar sana? Bagaimana kalau ada yang tahu kami bersembunyi disini? Kucoba untuk menyimak pembicaraan mereka.
“ Apa kau sudah gila meninggalkan Karisa sendirian disini? Mengapa kau tidak membawanya bersamamu ke Amerika?” seru suara seorang lelaki yang sangat familiar. Itu suara Mark. Kenapa dia ada disini? Bukankah dia pergi bersama Alice?
“ Resikonya sangat besar jika Karisa bersamaku. Ivan mengincar nyawaku bukan Karisa,” jawab Papa tegas. Apa maksudnya Ivan mengincar nyawa Papa? Siapa Ivan? Kenapa Papa tidak pernah cerita bahwa dia sedang dalam bahaya? Kepalaku penuh dengan pertanyaan karena kejadian hari ini. Kejadian semalam ketika kami berusaha melarikan diri dari kejaran orang-orang jahat. Baku tembak di rumah. Lalu seseorang menembak Mama hingga Mama.. Mama..
Kurasakan air mataku menetes dari sudut mataku. Mengingat kejadian semalam yang langsung membuat hidupku hancur dalam sekejab. Melihat Mama tidak sadarkan diri setelah ditembak oleh seorang pria berlogat rusia dan bertubuh kekar. Nafasnya berhenti, tatapan matanya kosong, darah bersimbah dari perutnya. Pria itu tetap berekspresi datar setelah membunuh Mama seakan dia sudah biasa melakukannya. Apakah pria itu yang bernama Ivan?
“ Jika Ivan tidak bisa menangkapmu, dia akan menculik Karisa yang lemah tanpa perlindungan lalu memerasmu untuk bisa mendapatkan yang dia mau,” aku terkejut mendengar pernyataan Mark.
“ Tidak. Hal itu tidak akan terjadi. Ivan tahu aku memiliki dua putri. Tapi dia tidak pernah melihat Karisa. Dia hanya mengenal Alice karena dia hampir saja berhasil menculik Alice waktu kecil. Sebelum terlambat, lebih baik aku pura-pura tidak mengenal Karisa dan pergi ke tempat persembunyian bersama Alice. Semakin sedikit yang Karisa tahu tentang masalah ini, semakin baik,” tenggorokanku tercekat mendengar ucapan Papa. Pura-pura tidak mengenalku? Apa maksudnya?
“ Tapi itu tidak bisa menjamin keselamatan Karisa. Harus ada yang menjaganya selama di Indonesia. Mata-mata mafia rusia itu ada dimana-mana.”
“ Tenang saja. Aku sudah menitipkan Karisa pada Ramlan, orang kepercayaanku dan Rianti. Dia akan baik-baik saja. Lebih baik sekarang kita bergegas ke bandara sebelum Ivan mengetahui tempat ini,” Papa ingin cepat-cepat meninggalkanku? Tidak! Itu tidak boleh. Papa harus menjelaskan semua ini sebelum pergi. Kucoba untuk turun dari tempat tidur, tapi rasa sakit yang luar biasa langsung menyerang tubuhku ketika kucoba untuk menggerakkannya.
“ Tidak bisakah aku tinggal disini menjaga Karisa?” tanya Mark dengan nada memohon. Ada rasa bahagia mendengar Mark masih memperdulikanku dan ingin menjagaku.
“ Tidak bisa Mark. Hanya kamu lah satu-satunya orang yang kupercaya untuk menjaga Alice.”
“ Tapi..”
“ Please, Mark. Demi keselamatanku dan Alice,” Mark masih terdiam berusaha memutuskan apa yang harus dilakukannya. Sesaat aku menahan nafas menunggu jawaban dari Mark. Aku tak ingin Mark pergi bersama Papa karena aku ingin ada seseorang disampingku dan selalu menjagaku seperti dia. “ Demi Karisa. Jika kamu ingin melindunginya, kita harus bekerja sama mengumpulkan kekuatan untuk melawan Ivan.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Billion Dollar Maid
RomansaKarisa sangat terkejut karena adik dari ibunya tanpa minta izin langsung menempati rumah milik Ibunya yang akan diwariskan kepada Karisa. Karisa menyamar sebagai pembantu untuk memata-matai adik ibunya beserta anaknya tersebut. Tapi konflik cinta da...
