Patah hati part 2

21.2K 510 10
                                        

“ Bemby, please. Dengerin aku dulu..” pinta Raka dengan suara memelas dan meminta-minta ala Raditya Dika. Raka berdiri diantara pecahan vas dan kaca di ruang keluarga. Tangan kanannya masih menempelkan HP ke telinga, tangan kirinya bergetar hebat. Ekspresinya tampak putus asa dan kehilangan harapan. “ Ini cuma salah paham. Kamu tau aku..,” tampaknya Raka benar-benar dalam masalah yang sangat besar. Tiba-tiba Raka terdiam dan menatap lantai dengan tatapan kosong. Kedua tangannya terkulai lemas tak bertenaga sehingga HP di tangan kanannya terjatuh ke lantai. Untuk sesaat Raka hanya terdiam seperti mayat hidup.

Karisa masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Baru di tinggal sebentar, beberapa vas peninggalan Mamanya sudah hancur berkeping-keping. Karisa masih terdiam sambil ternganga memperkirakan berapa juta yang dihabiskan Raka hanya karena kemarahannya. Karisa tahu semua vas kesayangan Mamanya bernilai sangat tinggi dan lebih dari satu juta tiap vasnya.

Tiba-tiba Raka berteriak histeris dan mulai memecahkan barang-barang lainnya. Karisa mengepalkan tangannya kesal karena Raka menghancurkan barang-barang peninggalan Mamanya tanpa dosa. Ketika Raka mengambil pajangan kristal berbentuk lumba-lumba dan hendak melemparnya, dengan sigap Karisa langsung merebutnya dari tangan Raka. Karisa tahu harga pajangan itu lebih dari 20 juta dan Mamanya selalu mewanti-wantinya agar hati-hati terhadap pajangan yang satu itu. “ Gue tau lo lagi marah. Tapi bukan begini caranya!” seru Karisa tepat di depan muka Raka.

“ Berisik! Minggir lo!” balas Raka berusaha merebut pajangan lumba-lumba yang dipegang Karisa. Raka menampar pipi Karisa sekencang-kencangnya karena Karisa sudah kurang ajar kepada majikannya. Pipi Karisa panas dan darah segar keluar dari sudut bibirnya karena tamparan keras dari Raka. Karisa hanya terdiam menahan tangis yang bisa meledak kapan saja. Karisa berusaha sekuat tenaga melindungi pajangan tersebut dari amukan Raka.

Putus asa karena tidak berhasil merebut pajangan lumba-lumba, Raka beralih ke pajangan kristal lain yang Karisa tahu harganya lebih mahal dari pajangan lumba-lumba. Setelah mengamankan pajangan lumba-lumba, Karisa kembali beradu rebut-rebutan dengan Raka untuk mempertahankan keselamatan pajangan-pajangan Mamanya.

Oh Gosh! Both of you, please, stop it! Raka! Are you out of your mind? Kita bisa bicarakan hal ini baik-baik,Pete yang sedari tadi menonton amukan Raka yang menurutnya terlalu berlebihan untuk masalah yang sepele akhirnya turun tangan dan berusaha melerai Karisa dan Raka. Belum sempat Pete menarik Raka, Karisa dengan kesal melingkarkan lengan kanannya di leher Raka lalu memindahkan berat badannya ke bawah sehingga posisinya menjadi berjongkok. Raka yang terkejut karena dipiting hanya bisa meronta karena jalur pernafasannya di halang oleh lengan Karisa dan tubuhnya ambruk ke lantai karena kehilangan keseimbangan. Dengan sigap tangan kiri Karisa mengambil pajangan yang hampir saja terjatuh dari tangan Raka.

Sesaat Pete terdiam karena shock melihat apa yang dilakukan Karisa. “ Oh my God, Risa! Lepasin Raka. You can kill him,” pinta Pete dengan nada panik setelah melihat Raka yang sudah kejang-kejang karena hampir kehabisan nafas.

Karisa yang hampir saja kehilangan kontrol buru-buru melepas cekikannya dan berdiri menjauh, memberikan Raka ruang untuk bernafas. Dengan kekuatan yang tersisa, Raka berusaha untuk duduk dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Setelah nafasnya stabil, Raka merebahkan badannya di lantai tanpa menghiraukan pecahan vas yang menusuk-nusuk punggungnya. Rembesan darah segar keluar dari kemeja belakangnya. Tubuh Raka seperti mati rasa. Setetes air mata bergulir dari sudut matanya. “ Aku mau mati,” ucapnya dingin dan datar.

Sesaat suasana hening. Karisa dan Pete saling berpandangan, bingung bagaimana caranya menolong Raka. Tanpa pikir panjang Karisa berdiri di samping Raka sambil berkacak pinggang. “ Kalau mau mati, jangan ngerepotin orang dong,” ucap Karisa angkuh, “ Ayo berdiri. Tunggu di meja makan, gue bikinin racunnya,” dengan tergesa Karisa kembali ke dapur dan menyiapkan sesuatu. Raka hanya terduduk pasrah dengan tatapan kosong menunggu Karisa di meja makan. Entah apa yang akan disiapkan Karisa. Pete hanya duduk gelisah di samping Raka sambil memperhatikan dapur dari tempatnya duduk.

Billion Dollar MaidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang