Cast :
Kim seok jin
Min yoon gi
Jung ho seok
Kim nam joon
Park ji min
Kim tae hyung
Jeon jung kook
Park yie jung
Kang yeon woo
Kang yeon min
Cho shira
Cha eunbi
Song hyera
Kim haeni.
Sebelum baca cerita ini lebih baik baca dulu TRIANGLE biar kalian...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
OKE PART TERPANJANG SEMASA FF INI BERJALAN..
Jangan sedih chinggu dengan kata End di atas. cuma cerita ini aja kok yang End Yiejungnya enggak.
semoga aja masih ada yang mau baca ff Yiejung selanjutnya ya. rada takut buat nerbiti ff selanjutnya, yiejung takut responnya gak seperti ABT.
jangan bosen-bosen ya buat baca karya Yiejung yang lainnya.
terima kasih buat kalian yang udah dukung Yiejung, Yiejung saranghae kalian semua.. muuahh
(lebay nya mulai kumat ini) hehe...
3 tahunkemudian...
Seorang laki-laki 13 tahun sibuk memasukkan buku dan alat tulisnya satu persatu ke dalam tas, sembari mencibir tak jelas. Ia sudah mengerjakan semua PR-nya semalam tanpa bantuan siapapun, jadi bukan itu yang membuatnya terlambat bangun hari ini. Tapi karena dia terlalu asyik dengan gamenya, ini semua gara-gara adik-adiknya yang terus mengganggunya seharian membuatnya tidak mempunyai waktu untuk menyelesaikan gamenya hingga naik ke level berikutnya.
Apa kata daddynya nanti jika ia tetap tidak naik level, ketika daddynya menjemputnya nanti. "Ckk semua karena Saejin, Haejin, dan Jaejin menyebalkan." gerutu Hyuno dengan raut wajah yang menggemaskan.
"Cho hyuno, jangan mengutuk adik-adikmu di belakang eomma." Upss Hyuno menutup mulutnya, eommanya ini suka sekali muncul di belakangnya dengan tiba-tiba tanpa suara dan selalu mengagetkannya.
Hyuno terpaksa berbalik menghadap Yie jung yang menatap putra sulungnya itu tajam, dengan kotak bekal di tangan kanannya. "Kau terlambat bangun karena kesalahanmu sendiri, jangan menyalahi adik-adikmu. Itu sudah kewajibanmu membantu eomma menjaga adik-adikmu, selagi appamu tidak ada. Ingat kau sudah besar." Hyuno menerima kotak bekal dari ibunya yang diikuti dengan omelannya. Membuatnya hanya bisa terdiam pura-pura mendengarkan.
"Ya! Cho hyuno!! cepatlah!, kami akan terlambat jika terus menunggumu. Kau ingin kami meninggalkanmu!!" seru Hyuna dari bawah, gadis itu sudah hampir setengah jam menunggu Hyuno yang tak kunjung turun, hingga membuatnya kesal. Hyuno yang mendengar emolan Hyuna, berdecak kesal.
"OPPAA!!!' teriak Saejin dari bawah, yang juga sedang menunggu Hyuno
"Eomma dengarkan? Para nenek sihir itu sudah mengomel dan aku juga sudah terlambat, jadi bisa kah mengomelnya dilanjutkan sepulang aku sekolah?" tanya Hyuno jengah, ia benar-benar akan terlambat jika eommanya terus mengomel seperti ini. Kenapa ia memiliki 3 orang wanita yang selalu saja membuat kupingnya sakit setiap pagi, batin bocah itu kesal.
"Mereka noona dan adikmu, sudah berapa kali eomma katakana, berhetilah mengatai saudara-saudaramu" Yiejung menjitak lembut kening anaknya.
"Kau tidak lupa kan, sejak kecil kalian selalu bersama, jika mereka adalah nenek sihir lalu kau apa? Kakek sihir? Jangan bersikap kurang ajar pada saudara-saudarimu" Mulai lagi, Hyuno memilih pura-pura sibuk memasang kaos kakinya kemudian merapikan sedikit penampilannya. Ibunya itu belum selesai berbicara ketika Hyuno mencium pipinya dan berpamitan untuk turun menemui Hyuna, Haejin dan Saejin lalu berangkat ke sekolah.