TIGA

2.7K 165 0
                                        

Sinar matahari pagi yang hangat menembus masuk ke dalam kamar hotel Nathan, mengusik tidur lelap pria itu. Nathan perlahan membuka matanya dan mengumpulkan kesadarannya. Nathan merenggangkan tubuhnya kemudian menoleh kearah jendela yang tak tertutup tirai itu. Dia lupa menutupnya semalam.

"Thanks God, for another great morning." gumamnya sambil tersenyum menatap jendela kamar yang memperlihatkan pagi hari yang cerah.

Hal selanjutnya yang dilakukan Nathan adalah mengambi ponselnya yang tergeletak diatas nakas disamping tempat tidurnya. Jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 8.10 pagi. Kemudian dia mengecek chat yang masuk pada aplikasi whatsapp nya. Tentu saja nama pertama yang dia cari adalah Vina. Gadis itu mengirimkan pesan padanya semalam, namun Nathan sudah tertidur dan belum membalas pesan itu.

Hai, aku sudah sampai rumah. Hari ini sangat melelahkan. Kamu sudah melakukan apa saja di Tokyo?

Nathan mengetik dengan cepat.

Good morning, maaf baru balas. Semalam aku sudah tertidur. Kemarin aku hanya sempat berkeliling di Shinjuku dekat hotelku. Kemudian makan malam di Ichiran, Apa rencanamu hari ini?

Setelah Nathan membalas beberapa chat, dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, dia sudah tak sabar untuk memulai aktivitasnya hari ini. Nathan bersenandung kecil dibawah guyuran shower yang menyegarkan. Setelah itu Nathan mengeringkan dirinya dengan handuk putih yang tergantung pada towel bar. Nathan kemudian berpindah ke depan washtafel, memandang wajahnnya dan menggerakkannya ke kanan dan kiri pada cermin. Wajahnya masih halus sehingga belum waktunya untuk mencukur kumis atau janggutnya. Nathan lalu mengambil sikat gigi dan pasta gigi kecil yang telah disiapkan oleh hotel pada meja washtafel, membuka bungkusnya dan mulai menggunakannya.

Ya, Nathan adalah tipe orang yang memanfaatkan fasilitas hotel secara maksimal. Dia bukan tipe orang yang membawa perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo atau sikat gigi dari rumah. Menurut Nathan, hal itu akan menghemat banyak tempat di kopernya yang bisa dialih fungsikan untuk membawa pulang oleh-oleh.

Setelah selesai berpakaian Nathan memandangi dirinya dicermin yang ukurannya cukup besar didepan pintu lemari tempat dia menggantung beberapa pakaian dan jaketnya. Merapihkan hoodie hitam berbahan tebal , dan celana jeans warna indigo yang dikenakannya. Kemudian dia menyisir rambut tipis dan pendeknya secara cepat dengan jarinya.

Suara ponselnya berbunyi menandakan pesan masuk, Nathan berjalan menuju tempat tidur dan mengambil ponselnya.

Good morning. Hari ini aku ada 2 meeting dengan brand baru, dan akan menghadiri undangan makan malam dari sponsor. Kalau kamu? apa yang akan kamu lakukan hari ini? -Vina

Kamu bisa tahu semua kegiatan aku dari instagramku. tapi yang jelas, titipan kamu nggak akan terlewatkan hari ini. Have a nice day sweetheart.

Sambil tersenyum jahil Nathan memasukan ponselnya dalam saku celananya. Tak ingin berlama-lama lagi, Nathan mengambil ranselnya, dan juga kamera mirorless dan menggantungnya pada salah satu bahunya. Dan dia siap pergi memulai aktivitasnya pagi ini.

***

Tujuan pertama Nathan adalah stasiun Metro Omotesando. Hari ini ia akan berjalan-jalan di daerah Omotesando dan Aoyama untuk melihat-lihat dan membeli item fashion dari brand lokal Jepang favorit Nathan. Nathan menyukai street fashion, dan menurutnya brand lokal Jepang mempunyai style yang unik dengan kualitas sangat baik, yang pasti dapat mengimbangi selera fashionnya.

Setelah berhasil sampai di stasiun metro Omotesando, Nathan berjalan menuju tempat favoritnya yang letaknya tidak jauh dari stasiun metro, Blue Bottle Coffee. Nathan lebih menyukai konsistensi kopi di Blue Bottle dibandingkan dengan Lattest walau harus diakui rasa kopi di Lattest memang enak .

Tokyo Travelgram [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang