Kereta Shinkansen menuju Tokyo itu mulai bergerak perlahan meninggalkan stasiun Kyoto. Clara menghela napas lega seolah keputusan mendadaknya untuk kabur sudah berhasil, dan setidaknya ia tak perlu bertemu dengan Ray untuk sementara. Ia tidak ingin bertemu pria itu saat ini, perasaannya terlalu campur aduk dan ia benci hal itu. Namun ketenangannya tak berlangsung lama. Ponselnya berdering, ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Nama Ray tertera pada layar ponselnya. Clara dengan berat hati menolak panggilan itu.
Please, Jangan sekarang Ray.batinnya.
Ia memencet tombol reject dan berharap Ray tak memaksanya untuk menerima telepon itu namun nampaknya Ray pantang menyerah, tak lama berselang ponselnya berdering lagi. Ia tahu keputusannya ini mungkin membuat Ray dan lainnya bingung atau cemas, karena ini terlalu mendadak. Clara memencet tombol reject lagi dan lagi. Sekali lagi ponsel itu berdering, dan kali ini panggilan itu dari Maya. Clara dengan berat hati juga merejectnya.
Bibirnya terasa kaku dan lidahnya terlalu kelu untuk menjelaskan perasaannya dan kondisinya saat ini bahkan untuk bercerita pada Maya, temannya sendiri, sesama perempuan yang seharusnya lebih mudah memahami apa yang Clara rasakan. Tidak sekarang, Clara belum siap. Clara tak ingin membuat Maya khawatir, Ia mengetik pesan yang ditujukan untuk Maya.
Sorry banget May, gue lagi ingin sendiri. Nanti gue akan cerita kalau saatnya sudah tepat dan kalau gue udah siap. Tolong jangan cari gue. Kalian jalan aja dan anggap prewed gue batal. Dan tolong bawa koper gue balik ke jakarta. Sekali lagi maaf May, sampaikan maaf gue juga ke Andrew. Enjoy your holiday.
Clara mengirim pesan itu untuk Maya, kemudian ia menonaktifkan semua social media yang biasa digunakannya sehingga tak ada lagi yang bisa menghubunginya kecuali orang itu tahu nomor operator Jepang yang Clara sedang gunakan, dan Clara yakin dengan pasti tidak ada yang tahu nomor operator jepang yang ia pakai. Ia benar-benar tak ingin diganggu siapapun saat ini. Ia butuh ketenangan untuk merenungkan semuanya.
Ia tahu keputusannya untuk kaburnya ini sangat mendadak dan tidak terencana sama sekali. Apa yang dilakukan Clara benar-benar spontan sebagai luapan emosi yang tertahan dalam dirinya. Yang ia lakukan juga terbilang nekad karena ia tidak membawa apapun bersamanya kecuali tas ransel dengan ukuran terbilang kecil yang dipakainya. Tas yang hanya berisi dompet, passport dan sebuah pouch serbaguna.
Gadis itu tidak memiliki bayangan atau ide sama sekali mengenai rencana dia selanjutnya, apa dan bagaimana ia akan menghabiskan hari-hari berikutnya seorang diri di Tokyo nanti. Hal yang kemudian terpikirkan diotaknya adalah membeli tiket pesawat pulang. Ia ingin menghindari Ray, ia tak ingin bertemu apalagi satu pesawat dengan Ray saat pulang ke Jakarta.
Jika mengikuti rencana awal Clara, Ray dan yang lainnya akan pulang ke Jakarta dari bandara Haneda pada hari Jumat. Clara memutuskan untuk membeli tiket pulang baru dihari yang berbeda. Setelah mengecek jadwal penerbangan dan mempertimbangkan waktu dan harga akhirnya Clara memutuskan untuk membeli tiket untuk hari Sabtu siang. Itu artinya ia memiliki waktu empat hari kedepan seorang diri di Tokyo.
Clara memandang kearah jendela, memandangi pantulan dirinya pada kaca jendela lalu memejamkan mata dan mengistirahatkan dirinya. Ia merasa lebih tenang sekarang, walau ia tau sebenarnya yang ia lakukan ini salah. Kabur memang tak menyelesaikan apapun, tapi ia terlalu sakit untuk menghadapi kenyataan yang dihadapinya. Perasaannya hancur berkeping-keping hanya dalam waktu semalam, mengetahui hal yang mengguncang bantinnya. Ia sudah berusaha menahan perasaannya selama ini, berusaha untuk menepis pikiran-pikiran negatif, namun pertahanan itu runtuh. Semua yang terjadi selama ini menuntunnya pada kesimpulan akhir bahwa Ray memang selingkuh. Dan Clara tahu siapa wanita itu, wanita yang menjadi duri dalam hubungannya dengan Ray.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tokyo Travelgram [completed]
RomanceNathanael Pratama Romano sangat menyukai travelling seorang diri. Menelusuri tempat-tempat baru yang belum pernah dia kunjungi di muka bumi ini. Mengamati kehidupan manusia yang berbeda disetiap tempat dalam sudut pandang yang berbeda, dan mengabadi...
![Tokyo Travelgram [completed]](https://img.wattpad.com/cover/141907371-64-k584216.jpg)