"Cla, gue mandi dulu ya." Kata Maya sambil membongkar isi kopernya setibanya mereka di kamar hotel. Maya mengambil handuk bewarna biru dan sebuah pouch bermotif bunga kemudian berjalan menuju kamar mandi. Mereka sudah sampai di Osaka dan sekarang mereka berada di hotel untuk beristirahat sebentar setelah penerbangan yang cukup melelahkan.
"Iya." jawab Clara santai sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur single yang letaknya dekat dengan jendela.
Clara akan tidur bersama Maya selama berada di Jepang. Lokasi hotel mereka di Osaka berada di daerah Shinsaibasi, dekat dengan Dotonbori. Lokasi yang sangat strategis dan memudahkan mereka untuk mencari makan dan berbelanja. Kamar hotel yang mereka tempati berukuran cukup luas, sekitar 20 meter persegi dengan dua tempat tidur ukuran single dan sebuah jendela besar yang menghadap ke jalan. Kamar mandinya juga luas dengan design modern, dilengkapi dengan bathtub. Kamar hotel ini sudah masuk dalam kategori luas dalam hitungan kamar hotel di Jepang.
"Loe jangan tidur dulu Cla, sebentar lagi kita mau cari makan di Dotonbori." Kata Maya dari dalam kamar mandi yang pintunya masih terbuka itu. Maya membuka pouch berisi skincare, sabun, shampoo, sikat gigi dan peralatan mandi lainnya dalam ukuran travel size.
"Iya, gue tau. Gue cuma mau istirahat sebentar aja kok. " Kata Clara sambil bermalas-malasan.
"Eh Cla, tolong lihat dikoper gue deh. Ada jaket gue atau nggak?" Tanya Maya sambil menengok dari dalam kamar mandi.
"Hm...sebentar" Clara dengan enggan beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju tempat Maya meletakkan kopernya.
"Jaket yang mana?" tanya Clara sambil memulai membuka dan siap membongkar isi koper Maya.
"Yang tadi gue tenteng kemana-mana. Wana hitam." jawab Maya.
Clara mencari-cari jaket yang dimaksud Maya. Mengeluarkan beberapa baju yang terlipat rapih, namun barang yang dimaksud Maya tidak ditemukannya, kemudian Clara memasukkannya kembali lipatan baju-baju itu kedalam koper. "Nggak ada May, Jatuh di jalan mungkin?"
"Beneran nggak ada? Nggak mungkin jatuh sih. Tadi gue masih merasa megang jaket itu." Kata Maya dengan nada cemas, sementara dirinya masih sibuk didalam kamar mandi.
"Apa mungkin kebawa Andrew?" Tanya Clara sambil mengingat-ingat hal apa yang sudah mereka lakukan sepanjang perjalanan menuju hotel.
"Oh, iya. Mungkin aja. Tadi pas di Lawson gue kerepotan karena bawaan gue kebanyakan. Dia tadi bantuin bawain barang. Coba loe ke kamar dia. Sekalian ingetin Nanti jam delapan kita mau ke Dotonbori."
"Okei."
***
Clara berjalan santai dengan menggunakan sandal hotel menuju kamar yang letaknya persis disebelah kamarnya. Belum sempat Clara mengetuk pintu kamar itu, pintu itu sudah terbuka. Andrew rupanya. Pria itu keluar dari kamar.
"Eh, Andrew." Sapa Clara saat dia melihat Andrew yang keluar dari balik pintu.
"Ada apa Cla? Mau ketemu Ray?" Tanya Andrew ramah.
"Bukan. Itu, Maya suruh gue ngecek jaket dia kebawa loe apa nggak."
"Oh, jaket warna hitam itu?" Tanya Andrew dengan cepat seakan mengerti apa yang diinginkan Clara.
"Iya."
"Ada di meja deket TV, masuk dan ambil aja sendiri. Ray baru aja mandi dan gue mau keluar dulu sebentar." Katanya sambil menunjukkan sekilas kotak rokok dalam genggamannya.
"Oke. Thanks Drew. Oh ya, kata Maya nanti jam delapan kita mau ke Dotonbori" Kata Clara menyampaikan pesan dari Maya.
Andrew menengok jam tangan warna hitam yang dikenakannya."Jam delapan? 15 menit lagi? Kalau begitu gue tunggu kalian di lobby aja deh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tokyo Travelgram [completed]
RomanceNathanael Pratama Romano sangat menyukai travelling seorang diri. Menelusuri tempat-tempat baru yang belum pernah dia kunjungi di muka bumi ini. Mengamati kehidupan manusia yang berbeda disetiap tempat dalam sudut pandang yang berbeda, dan mengabadi...
![Tokyo Travelgram [completed]](https://img.wattpad.com/cover/141907371-64-k584216.jpg)