"Bawa aku keliling Daikanyama."
"Apa?" Tanya Nathan dengan tatapan seolah tak percaya apa yang didengarnya. Gadis itu sepertinya tahu cara untuk membuat Nathan terkejut dengan permintaannya yang aneh.
"Tadi kau bilang tempat ini namanya Dainkanyama, kan?" Tanya Clara pada Nathan yang mulai kehabisan kata-kata menghadapi gadis itu.
"Iya..." jawab Nathan dengan nada datar.
"Bawa aku keliling Daikanyama." Ulang gadis itu. Nathan memijat dahinya yang mulai pening.
"Kenapa? Kenapa aku harus?" Tanya Nathan sambil menahan emosinya menghadapi gadis yang ada dihadapannya itu.
"Karena kamu sudah mengacaukan rencanaku." Jelas Clara masih melipat kedua tangannya didepan dada.
"Aku? Menghancurkan rencanamu?" Tanya Nathan dengan nada tidak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Hari ini aku berencana untuk bermain di DisneySea, tapi kamu malah membawa aku ke sini." Jelas Clara dengan raut wajah kesal.
"Dengar ya, Aku memang tidak sengaja menarik kamu, so aku minta maaf tentang itu. Tapi kalau kamu memang berencana untuk ke DisneySea, kamu bisa melanjutkan perjalanan kamu. Kamu tinggal naik kereta lagi, mudah bukan?" Nathan berusaha menolak gadis itu dengan kata-kata sesederhana dan sehalus mungkin.
Clara menatap kearah antrian kereta sambil menghela napas."Aku trauma bila harus naik kereta sepenuh itu lagi. Kau tega melihatku terjepit ditengah kerumunan orang seperti itu? Tapi kalau aku menunggu kereta sepi sepertinya sudah terlalu siang untuk pergi kesana."
"Jadi, bukankah seharusnya kamu berterima kasih padaku karena sudah menyelamatkan kamu?"
"Tapi gara-gara kamu, sekarang aku berada di tempat yang tidak kuketahui."
"Lalu? Apa mau kamu?"
"Bawa aku berkeliling daerah Daikanyama. Jika kamu pergi ke sini seharusnya tempat ini punya sesuatu yang menarik."
"Kamu mau memanfaatkan aku lagi? Kamu pikir aku ini tour guide?"
"Bukan begitu, tapi setidaknya kau harus tanggung jawab karena telah membawa aku kesini."
"Dasar cewek aneh!" Kata Nathan sambil memutar bola matanya, rasanya ia sudah tidak sanggup menghadapi Clara. Ia berusaha mengabaikan gadis itu dan berjalan pergi meninggalkannya. Berlama-lama beragumen dengan gadis itu membuat energinya terkuras.
"Hei kamu mau kemana?" Tanya Clara yang merasa sebal ditinggal pergi begitu saja oleh Nathan.
"Aku tidak punya waktu mengurusi cewek aneh sepertimu." Kata Nathan sambil melambaikan satu tangannya menandakan dirinya sudah tidak ingin berurusan lagi dengan gadis itu.
"Hei, tunggu aku!" Seru Clara sambil berlari kecil mengejar Nathan.
***
Clara berjalan mengikuti Nathan, ia mengikuti punggung pria itu lagi sama seperti yang ia lakukan kemarin. Rasanya ia sudah terbiasa dengan punggung pria berjaket navy didepannya itu. Senyum kecil tergambar disudut bibir gadis itu, sejenak ia melupakan kekesalannya karena tidak jadi pergi ke DisneySea. Sejujurnya Dalam hati Clara berterima kasih pada Nathan karena sudah menjaganya dalam kereta tadi, jika tidak ada pria itu mungkin ia sudah pingsan sebelum sampai ke DisneySea karena terhimpit dan kekurangan oksigen.
Cuaca siang hari yang cerah, matahari bersinar menghangatkan tubuh disela terpaan angin dingin. Clara sangat menikmati setiap langkahnya. Sesekali ia menatap langit, mengagumi kombinasi warna biru dan putih. Bunga warna warni yang mulai bermekaran disepanjang jalan membuat suasana hati Clara terasa sejuk dan tentram. Oh, Clara menyukai musim semi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tokyo Travelgram [completed]
Storie d'AmoreNathanael Pratama Romano sangat menyukai travelling seorang diri. Menelusuri tempat-tempat baru yang belum pernah dia kunjungi di muka bumi ini. Mengamati kehidupan manusia yang berbeda disetiap tempat dalam sudut pandang yang berbeda, dan mengabadi...
![Tokyo Travelgram [completed]](https://img.wattpad.com/cover/141907371-64-k584216.jpg)