DUA PULUH ENAM

1.7K 152 6
                                        

Nathan memandang dirinya pada sebuah cermin besar yang terpasang disalah satu sudut ruang tamu rumah pribadi Vina yang bernuansa klasik, Sudah hampir satu jam pria itu menunggu Vina bersiap untuk pergi bersama menuju lokasi makan malam mereka dengan orang tua Vina. Nathan memandang wajahnya, berusaha untuk mengatur ekspresi wajahnya agar tidak terlihat gugup, ia merapihkan kerah jasnya kemudian membenarkan posisi dasi hitam yang digunakannya agar terlihat rapih.

"You look great tonight." Kata Vina yang berdiri di tangga spiral sambil memandang kearah Nathan. Entah sejak kapan ia berdiri disitu memandangi Nathan, kemudian ia berjalan menuruni tangga spiral mewah itu.

Vina berjalan mendekati Nathan yang masih berdiri di depan cermin, perlahan ia menyelipkan tangannya pada pinggang Nathan dan memeluk Pria itu dari belakang. Vina dapat mencium parfum Nathan dengan jelas, wangi parfum dengan jenis base note woody yang digunakan Nathan membuat Vina ingin terus memeluknya. Nathan tidak membalikkan badannya, ia membiarkan gadis itu memeluknya dan hanya menatap Vina dari cermin.

Gadis itu nampak cantik dengan gaun backless panjang bewarna merah muda dengan potongan yang memperlihatkan lekuk indah tubuhnya, high heels bewarna nude yang ia pakai membuat dirinya semakin jenjang. Rambutnya dibuat bergelombang sehingga terlihat lebih bervolume, makeupnya natural dengan lipstick satin bewarna peach. Gadis itu tahu bagaimana berbusana dan menempatkan diri, bila Vina bisa digambarkan dengan sebuah kata, mungkin kata elegan yang pantas untuk menggambarkan dirinya.

"Let me see..." kata Vina sambil berjalan kedepan Nathan, menyentuh pundaknya dan memandang pria itu dari ujung kepala hingga kaki sambil tersenyum. Tak dapat dibohongi Vina sangat suka melihat Nathan tampil formal, pria itu nampak tampan dengan kemeja putih dan setelan jas bewarna hitam. Classic namun sangat menawan.

Vina membenarkan dasi Nathan, dan merapihkan jasnya. "Kamu kelihatan gugup..." gumam Vina seakan bisa menangkap kegugupan yang Nathan rasakan.

"Siapa yang tidak gugup saat akan bertemu dengan orang tua pacarnya?" Tanya Nathan sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Tenang saja...kali ini pertemuan kita akan berjalan lancar."

"Aku harap begitu..." jawab Nathan singkat.

"Nathan...aku tahu ini bukan hal yang mudah. Aku mohon untuk lebih mengerti mereka."

"Ya, aku tahu. Aku juga berusaha untuk lebih mengerti apa yang mereka inginkan. Semoga pertemuan kali ini tidak seperti pertemuan pertama."

"Hei, lihat aku....aku akan selalu ada disisimu dan aku akan membantumu untuk memperjuangkan hubungan kita."Kata Vina, Nathan hanya membalasnya dengan tesenyum.

"I love you Nathan..." kata Vina sambil menatap nata Nathan dalam-dalam.

"I love you too..." jawab Nathan membalas tatapan Vina.

Nathan mendekap tubuh Vina, tangannya mengelus pundak Vina yang terbuka. Ia dapat merasakan halusnya kulit gadis itu. Vina dan Nathan saling menatap, mata mereka saling bertemu untuk beberapa saat. Tubuh mereka saling mendekat satu sama lain. Vina mendongakkan kepalanya dan menutup matanya. Bibir mereka bertemu, Nathan mengecup bibir Vina dengan lembut.

***

Vina dan Nathan berjalan masuk menuju restaurant mewah di salah satu hotel di jakarta selatan. Vina berjalan dengan anggun sambil mengaitkan lengannya pada Nathan. Pelayan langsung menyambut mereka dan mengantarkan mereka menuju sebuah ruangan.

Ruangan itu terlihat terturup dari luar, pada bagian dalam ruangan itu terdapat kaca besar yang menampilkan pemandangan ibukota dimalam hari dari ketinggian. Pada tengah ruangan terdapat meja kayu berbentuk persegi panjang dengan kursi berjumlah empat dengan posisi dua saling berhadapan. Meja itu didekorasi dengan bunga, lilin dan gelas kristal.

Tokyo Travelgram [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang