SEPULUH

1.9K 163 0
                                        

Mata gadis itu terus tertuju pada punggung pria yang mengenakan jaket bewarna navy ditengah keramaian Shibuya, langkah kakinya berusaha mengimbangi langkah pria itu agar dirinya tidak tertinggal terlalu jauh namun tetap menjaga jarak sekitar enam meter dibelakang. Clara merasa langkah kakinya terasa ringan, ia sama sekali tidak mengeluh dan merasa pegal walau dirinya sudah berjalan mengikuti pria itu sekitar 10 menit, berjalan tanpa tahu pasti kemana pria itu akan membawanya.

Nathan terus berjalan tanpa sekalipun melihat kebelakang, ia sama sekali tak ingin terlihat peduli terhadap gadis yang mengikutinya. Walaupun Nathan sesekali melihat kearah kaca bangunan yang dilewatinya dan dari pantulan kaca itu ia bisa memastikan bahwa gadis itu masih terus mengikutinya dan sesekali senyum tipis tergambar pada sudut bibirnya, ia merasa geli melihat tingkah gadis itu saat berjalan mengikutinya.

Langkah kaki Nathan menuntun Clara pada sebuah kedai kopi kecil disudut sebuah jalan masih di daerah Shibuya. Setelah dibuat sakit kepala oleh gadis itu, rasanya Nathan membutuhkan segelas kopi untuk memperbaiki harinya. Kedai kopi itu bernama About Life Coffee, tempat itu adalah salah satu tempat yang menjual kopi terbaik di Tokyo menurut Nathan.

Dari jauh tidak terlihat antrian panjang didepan kedai itu, lagi-lagi Nathan merasa beruntung. Nathan berjalan mendekat kearah kedai dan langsung memesan kopi favoritnya tanpa melihat menu lainnya. Seorang barista segera membuatkan pesanannya dan tak lama kemudian ia memberikan segelas Onibus Latte pesanan Nathan.

Kedai kopi itu kecil, tidak ada meja dan kursi nyaman layaknya cafe lainnya bagi pembeli untuk duduk berlama-lama. Di About Life Coffee hanya tersedia bangku dan meja panjang didepan toko yang hanya dapat menampung beberapa orang saja.Setelah Nathan mengambil gelas kertas bertuliskan huruf W dengan tutup bewarna hitam, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dan duduk dibangku panjang.

Clara memperhatikan kedai kopi itu, ia belum pernah kesini sebelumnya, maklum saja Clara bukan penikmat kopi. Gadis itu membaca menu pada papan yang tergantung disamping kasir, dam memutuskan memesan kue. Clara memang bukan penikmat kopi, tapi rasanya sayang jika melewatkan mencoba sesuatu dari kedai itu.

Clara berdiri sambil menikmati sebuah cinnamon roll ditangannya. Nathan memperhatikan Clara yang berdiri tak jauh disebelahnya.

"Duduklah." Kata Nathan sambil bergerak bergeser untuk menyisahkan tempat duduk untuk Clara.

"Eh,Tidak usah..." tolak Clara, ia sama sekali tidak keberatan jika harus makan sambil berdiri.

"Rasanya aku akan terlihat jahat bila membiarkan seorang gadis berdiri."

"Hm, Baiklah..." setelah mendengar ucapan Nathan, akhirnya Clara menuruti pria itu untuk duduk.

Susana hening dan canggung, Nathan mengesap kopinya sedangkan Clara sibuk mengunyah kuenya.

"Kamu nggak pesan kopi? Kopi mereka enak." Kata Nathan memecah keheningan sambil menunjuk gelas kopinya.

"Aku tidak suka kopi." Jawab Clara sambil sibuk menikmati cinnamon roll nya.

"Kenapa?" Tanya Nathan iseng.

"Pahit. Aku tidak suka pahit..."gumam gadis itu sambil menatap Nathan. "Hidupku sudah terlalu pahit." Lanjutnya dengan suara hampir berbisik, namun Nathan masih dapat mendengar ucapannya.

Nathan memandang wajah Clara seakan geli mendengar jawabannya, senyuman hambar tergambar disudut bibir gadis itu. Nathan tak dapat menebak ekspresi Clara, apakah ucapan itu hanya gurauan semata, atau ada kesungguhan dalam ucapannya. Tetapi Nathan seakan dapat merasakan gadis itu memiliki cerita yang tak ingin ia tunjukan pada siapapun.

***

Setelah berkeliling di daerah Shibuya, Nathan memutuskan untuk berpindah tempat. Kali ini tujuannya adalah Akihabara, tempat yang terkenal sebagai game center di Tokyo. Memang bukan tipe Nathan untuk sengaja menyempatkan diri pergi ke daerah Akihabara, namun karena Niko sang adik memintanya membelikan mainan untuknya, Nathan harus menyempatkan diri berkunjung kesini.

Tokyo Travelgram [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang