LIMA

2K 150 0
                                        




Clara memandang keluar jendela kereta Shinkansen yang membawanya dari Osaka menuju Kyoto. Cuaca pagi itu cerah namun entah mengapa Clara merasa dirinya begitu kelabu, seakan dirinya diselimuti awan gelap. Pemandangan indah yang disuguhkan dari jendela kereta selama perjalanan lima belas menit itu sama sekali tak menarik perhatiannya. Ia sibuk dengan dirinya sendiri.

Tak ada keceriaan dan semangat yang terpancar dari wajahnya pagi ini. Atau mungkin sejak kemarin malam. Sejak ia membaca pesan pada ponsel Ray, pesan yang mungkin tak seharusnya ia baca. Clara  berusaha bersikap senormal mungkin, menepis semua pikiran buruk dan prasangka. Ia tak ingin mengacaukan tujuan utamanya datang ke Jepang untuk foto prewedding. Ya, ia tak mau menghancurkan semua rencana menuju hari pernikahannya.

Clara tidak tidur semalaman. Matanya tertutup, namun otaknya tak mengijinkan dirinya untuk tidur walau hanya satu jam, atau lima belas menit saja. Clara merasa lelah. Ia mendesah.

"Cla, loe kenapa? dari tadi kayaknya nggak bersemangat." Tanya Maya yang duduk disebelahnya sambil menyodorkan sepotong sandwich padanya.

"Nggak...gue nggak apa-apa."  kata Clara memaksakan tersenyum sambil menolak pemberian Maya, dirinya sama sekali tidak memiliki selera untuk makan.

"Nggak mau sarapan?" tanya Maya lagi, berusaha membujuk Clara.

"Nggak May, gue takut sakit perut kalau kebanyakan makan." kata Clara beralasan.

"Cla, hari ini cerah loh. Jadi, jangan lupa untuk tersenyum." lanjut Maya. Mungkin hanya Maya yang bisa merasakan kegalauan Clara walau ia tak tahu masalah yang sebenarnya. Mungkin hanya Maya yang menyadari perubahan sikap Clara dari semalam. Ada perasaan bersalah Clara kepada Maya, ia sadar bahwa moodnya dapat mempengaruhi orang lain, ia tak ingin membuat Maya dan yang lain merasa perjalanan ini buruk karena dirinya.

Clara sejenak memandang Ray yang duduk dihadapannya sedang sibuk mengobrol dengan Andrew. Clara menghela napas kemudian kembali memandang keluar jendela dan kembali larut dalam pikirannya. Perjalanan lima belas menit itu terasa lama baginya.

Stasiun Kyoto sudah ramai sejak pagi, stasiun itu sangat besar dengan aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Arsitekturnya modern dengan struktur baja dan kaca yang sangat memukau. Orang-orang berjalan dengan langkah cepat membuat Clara hampir kehilangan arah, tiba-tiba ia merasa seseorang menggapai tangannya. Itu adalah Ray yang menggandeng tangannya, awalnya Clara sedikit terkejut, namun ia membiarkan pria itu memegang tangannya. menuntunnya agar tidak hilang ditengah keramaian. Sekejap rasa galau dalam diri Clara menghilang. Ia menatap wajah Ray, dan senyuman tipis tergambar pada wajahnya.

Tujuan pertama mereka adalah tempat rental Kimono. Ray dan Clara akan melakukan pemotretan prewedding dengan memakai Kimono di Kyoto. Tempat rental kimono itu letaknya tak jauh dari stasiun Kyoto. Setelah berjalan kaki kurang lebih 10 menit mereka sampai disana dan langsung disambut oleh perempuan paruh baya dengan seragam kemeja putih, ia menyambut Clara dan Ray dengan raman walau dengan bahasa inggris seadanya. Andrew dan Maya menunggu Ray dan Clara yang sedang asik memilih-milih kimono di ruang tunggu luar.

Setelah cukup lama memilih, Clara memutuskan untuk memakai kimono bewarna pink cerah dengan motif bunga sakura merah dan obi bewarna biru langit. Ray memilih menggunakan kimono pria bewarna marun untuk menyelaraskan kimono yang akan dipakai Clara. Rental kimono pada saat itu ramai, sehingga Ray harus menunggu gilirannya setelah Clara selesai memakai kimono.

Clara masuk ke dalam ruang ganti dan seorang petugas perempuan dengan cekatan memakaikan Clara kimono yang sudah dipilihnya. Lapisan demi lapisan kimono dipakaikan dengan cepat dan rapih. Ini kali pertama Clara memakai kimono. Setelah selesai dengan kimononya, Clara diarahkan menuju ruang rias untuk menata rambutnya, Clara memilih tipe rambut sanggul sederhana dengan kanzashi (hiasan rambut yang bentuknya seperti sumpit besi).

Tokyo Travelgram [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang