TIGA PULUH TUJUH

1.7K 170 4
                                        

Rintik hujan mulai membasahi jalanan sore itu, langit kelabu menambah suasana gloomy yang dirasakan Nathan. Ia duduk dikursi belakang sebuah taxi yang sedang melaju, sambil menatap keluar jendela. Rasa galau menyelimutinya selama perjalanannya sore itu menuju salah satu mall di Jakarta. Ia menyandarkan tubuhnya, berusaha untuk menenangkan dirinya. Nathan merogoh kantung jaket hitam yang dikenakannya. ia mengeluarkan sebuah flaskdisk hitam dan menatapnya.

Ya, Flaskdisk itu adalah flaskdisk berisi foto yang Nathan ambil selama liburan di Tokyo, foto yang menjadi saksi bisu perjalanan Nathan dan Clara, dan foto dalam flaskdisk itu merupakan salinan terakhir karena Nathan sudah menghapus file asli foto itu di komputer dan juga memori kameranya. Hari ini Nathan hendak bertemu dengan Clara, beberapa hari lalu ia menghubungi dan membuat janji dengan gadis itu. Nathan merasa harus menemui gadis itu dan memberikan flaskdisk itu secara langsung. Setelah Nathan berjanji pada Vina untuk melupakan Clara, Nathan ingin Clara menyimpan flaskdisk itu. Ia berharap melalui foto itu Clara akan mengingat dan menyimpan kenangan mereka, setidaknya Clara berhak atas foto itu.

***

Nathan berjalan dari meja kasir membawa sebuah nampan berisi 2 gelas es kopi. Mereka berdua memutuskan untuk bertemu disebuah coffeshop didalam mall, suasana coffeshop itu tidak terlalu ramai. Nathan berjalan menuju meja di sudut ruangan, disana Clara sudah duduk menunggunya. Penampilan Clara terlihat santai, ia mengenakan kaos hitam, jeans dan sneakers putih. Gadis itu nampak sehat, wajahnya sudah tidak pucat, dan terlihat lebih ceria dibanding terakhir Nathan menemuinya di rumah sakit. Nathan meletakkan kopi diatas meja, dan menyodorkan salah satu gelas itu untuk Clara.

"Thankyou." ucap Clara menerima gelas yang diberikan Nathan.

Nathan duduk di kursi yang berhadapan dengan Clara. "Bagaimana kabarmu?" tanya Nathan memulai percakapan sambil menyeruput es kopi miliknya.

"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja sekarang." jawab Clara sambil menyelipkan senyum dibibirnya. Dari pancaran matanya, gadis itu nampak lebih 'hidup'.

"Baguslah. aku turut senang melihat perkembanganmu."

"Kalau kamu?" tanya Clara sambil meminum kopinya dengan sedotan.

"Apanya?" tanya Nathan bingung sambil mengerutkan dahi.

"Bagaimana kabarmu? Sedang sibuk apa sekarang?" timpa Clara.

"Baik, dan ya...sama seperti hari-hari biasanya. Aku sibuk menulis blog dan hunting foto." jelas Nathan.

"Lalu, negara mana lagi yang akan kamu kunjungi?"

"Dalam waktu dekat aku akan ke New Zealand." 

"Wah, sepertinya akan seru. Kamu solo travelling lagi?" tanya Clara antusias.

"Tidak, kali ini aku bekerjasama dengan travel tempat Daniel bekerja. Memangnya kenapa kalau aku pergi sendiri? Kau mau menguntit aku lagi?" sindir Nathan sambil terkekeh, ia teringat kejadian di Tokyo ketika Clara mengikutinya sepanjang hari.

"Enak saja, aku tidak menguntit! Aku kira kamu travelling sendirian lagi karena kamu pernah bilang kalau kamu tidak suka pergi liburan dengan orang lain." protes Clara, sambil menatap wajah Nathan. Nathan tersenyum mendengar ucapan Clara. Senyum Nathan selalu berhasil menarik perhatian Clara, pria dihadapannya itu terlihat sangat menawan ketika tersenyum. Senyum yang memiliki kekuatan untuk menggetarkan hati. Terkadang Clara merasa takut, takut bila ia terlalu menyukai senyuman itu, dan takut bila ia menginginkan lebih.

"Well, Sepertinya sekarang aku sudah berubah pikiran. Maksudku, aku mulai mempertimbangkan untuk pergi liburan dengan orang lain."

"Benarkah?"

Tokyo Travelgram [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang