Entah kenapa gue selalu terharu liat notif kalian yang ngikutin cerita gue dari awal. Huhuhu, thanks all.
Gue juga bingung, kenapa banyak banget yang kangen sama Calm heuheuuu.
Happy reading guys😘😘😘
***
Pagi yang cerah, malah terbilang panas. Rumah yang biasanya rusuh, hari ini sama seperti biasanya. Rusuh dengan teriakan dari sana-sini.
"BAEKHYUN DIEM!"
"Gak mau sebelum si item ngebalikin hp gue. KAITEM BALIKIN HP GUE!!!" Baekhyun kembali mengejar Kai yang berlari ke luar. Sedangkan Chen sudah geleng-geleng kepala melihatnya.
"Sabar, kata Bang Umin orang sabat disayang mantan." Chanyeol menepuk bahu Chen lalu berjalan melewatinya.
"Emang mantan gue masih pada sayang sama gue," celetuk Chen dengan bangga.
Chanyeol yang mendengar itu hanya memutar matanya malas. "Serah lu dah, Bang."
"Hun, panggil Ririn ke atas gih. Kita sarapan."
"Ogah, males. Chanyeol aja." Sehun kembali berguling-guling di karpet dan Chanyeol yang disebut mendelik pada Sehun.
"Chan..."
"Astaga, ini baru juga gue turun. Masa harus ke atas lagi." Chanyeol menatap ke atas dan melihag Chen yang baru setengah turun di tangga. "Noh, Bang Chen aja. BANG CHEN PANGGILIN RIRIN DONG, SEKALIAN!" Chen yang mendengar itu menghela napasnya lalu berbalik ke atas diiringi dengan cengiran Chanyeol dan umpatannya sendiri.
Dio yang melihat itu hanya diam dan kembali berbalik ke dapur.
Di lantai atas, tepatnya pintu berwarna hitam dengan inisial hutuf R berwarna pink, Chen mengetuk pintu.
"Rinnnn, keluar yuk. Sarapan."
Tak ada sahutan apalagi pintu yang dibuka oleh pemiliknya itu.
"Rinnn." Chen terus mengetuk pintu. Namun tak ada sahutan dari dalam.
Cklekkk
Kosong.
Tidak ada orang di dalamnya. Chen panik dan segera berbalik, ingin berlari ke bawah sambil berteriak sebelum matanya melihat kakak tertuanya di balkon. Matanya melihat jauh ke bawah sana. Dengan tergesa Chen berlari ke arah Xiumin dan menepuk bahunya kencang membuay Xiumin terperanjat.
"Heh, apaan sih? Ngagetin! Kalo gue jatoh gimana?" semprot Xiumin saat berbalik.
"Bang, lo liag Ririn gak? Dia gak ada di kamarnya!" seri Chen panik sambil mengguncang bahu Xiumin.
Xiumin yang melihat Chen berlaku seperti itu hanya tersenyum santai dan itu membuat Chen melongo, diam dan bingung.
"Bang, ini si Ririn ngilang Bangggg. Kagak dicariin? Biasanya lo yang paling panik Bang!" Xiumin masih diam, kini malah berbalik dan menatap apa yang sedari tadi dilihatnya.
Chen menggeram kesal karena tidak ditanggapi dan akhirnya ikut melihat arah tatapan Xiumin. Matanya membelalak sempurna dan menghentakan kakinya. "Itu anak dicariin tahunya malah di sana? Astaga, gue udah panik duluan tahu gak. Lo kenapa gak bilang dari tadi, Bangggg."
"Shuttt, diem! Kita perhatiin, Abang liat tadi Ririn ketawa walupun sebentar."
Chen kembali membelalak dan ikut memperhatikan dalam diam, tidak ingat dengan suruhan untuk sarapan dari adiknya Dio.
***
"Lo tahu ngak sih, gue kesel banget waktu itu!" serunya menggebu-gebu.
KAMU SEDANG MEMBACA
2#Protective ✔
FanfictionSequel StepBrother EXO Kehidupan masih berjalan, masih banyak orang yang menyayangi dan menjagamu -EXO Aku ingin seperti dulu! Tapi aku tidak bisa seperti dulu -Ririn Aku akan merubahmu seperti dulu lagi -Calm(?) Start: 26 Desember 2017 End : 10 Ju...
