Extra Part 3

3.5K 264 18
                                        


Kalian siap?

Perhatian ya, siapin hati kalian!

Hati-hati, banyak batu.

Happy reading guys
Semoga puas dengan chapter ini...




***

Setelah kelahiran anak mereka yang diberi nama Kang Hyunji. Keluarga kecil mereka tidak lagi terasa sepi. Hari-hari mereka penuh dengan celotehan Baby Hyunji yang sekarang sudah berumur satu setengah tahun.

"Terus setelah itu?"

"Setelah itu, gue yang urus semua sendiri," ucap Kino sambil tersenyum kecil.

"Ok, terserah lo. Gue juga males ngurus yang lain. Hoammmm... Gue numpang tidur ya." Pria jangkung adik ipar Kino itu tak menunggu jawaban dan langsung berbaring di sofa panjang yang ada di sudut kanan.

"Molor mulu ini anak!"

***

Satu bulan kemudian

Kino mencium anaknya dengan gemas. Hyunji yang diciumi oleh ayahnya hanya tertawa kegelian. Pemandangan itu tak bisa lepas dari pandangan Ririn yang sekarang sedang ada di ambang pintu.

"Wangi banget sih anak, Ayah."

"Iya dong, Yah. Kan dede udah mandi ya...." Kino menoleh dan mendapati Ririn yang kini berjalan ke arahnya.

"Uuuu, Bunda nyindir nih ya."

"Enggak kok... Siapa yang nyindir Ayah. Iya gak, Princess?" tanya Ririn sambil membawa Hyunji keluar kamar. Hyunji yang mendengar Bundanya berbicara akhirnya menyahut. "Yayayah bawu... Bunbun." Walau tidak jelas tapi perkataan Hyunji kadang sudah bisa dimengerti.

Mendengar itu, Ririn tertawa dan Kino cemberut. "Tuh denger, bau. Hahaha."

"Hyunji jahat..." Kino merengut tapi hanya dibalas tawa oleh Hyunji.

"Udah gih, kamu mandi dulu. Udah aku siapin tuh."

"Bunbun gak mau mandiin, Yayah?"

"Ogah... Mandi sendiri!" Ririn nenjulurkan lidahnya diikuti ileh Hyunji.

"Tuhannnn, diriku terdzolimi..." Kino meratap dengan dramatis sedangkan dua bidadarinya sedang tertawa mendengar ucapannya itu.

***

Minggu ini Kino sedang sibuk-sibuknya. Pergi pagi pulang hampir larut malam. Hyunji sang anak juga sering kali rewel, mungkin karena kangen Ayahnya yang minggu ini sibuk dan tak sempat bermain dengannya.

Seperti rabu ini, jam menunjuk pada angka dua sore. Biasanya Hyunji selalu tidur siang pada jam-jam ini. Tapi anak itu tiba-tiba rewel. Menangis terus dan membuat Ririn pusing kepala. Mana kondisi tubuh Ririn sendiri juga sedang kurang fit. Mungkin karena kelelahan menjaga Hyunji dan menunggu Kino yang selalu pulang Malam.

"Cup cup cup... Sayang jangan nangis, nanti cantik nya anak Bunbun ilang loh..." Tapi Hyunji tetap menangis. Dering ponsel membuat perhatiannya teralihkan. Dengan tangan yang masih menggendong, menenagkan sang anak, Ririn meraih ponselnya. Terlihat nomor Kino yang ada di layar ponselnya.

2#Protective ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang