Ririn berjalan ke lapangan fakultas untuk bergabung bersama para calon maba lainnya.
Ya, ini adalah hari pertama ospek dimulai.
Perjuangan Ririn untuk bersikeras mengikuti ospek akhirnya terkabul setelah berjanji pada semua orang rumah agar tak terlalu beraktifitas berlebihan yang akan membuatnya kelelahan.
Hari ospek pertama yang membuat Ririn menghela nafasnya cukup keras. Ia kesal karena hari pertamanya menginjakkan kaki di universitas tidak semulus kulit abang-abangnya yang kinclong kebangetan kayak orang-orang yang perawatan tiap hari.
"Hai." Seseorang menyapanya dari arah samping yang membuat Ririn menoleh.
"Hai," balas Ririn dan kembali menatap ke depan.
"Kenalin, gue Jihan."
"Ririn." Setelah perkenalan itu keduanya diam. Tak ada yang berbicara. Ririn yang malas berbicara pada siapa pun dan Jihan yang bingung untuk mengambil topik apa yang akan ia ucapkan pada orang di sebelahnya.
Tiba-tiba, saat semua masih ribut dan berbincang-bincang ria bersama orang yang dikenal atau mungkin yang baru mereka kenal. Seseorang naik ke atas panggung kecil yang telah disediakan.
"Morning guys. Mohon perhatiannya semuaaa. Kita akan memulai ospek di hari pertama ini. Nah, pertama-tama, apa kalian sudah mengenal orang-orang yang ada di barisan sana?" tunjuk orang yang berbicara pada barisan orang-orang yang siap menjadi iblis ospek tahun ini.
"YAAAAA!" Teriakan mengalun keras dari mulut-mulut penuh speaker yang selalu on setiap saat.
Ririn yang ada di barisan paling pinggir tapi di bagian barisan tengah hanya terdiam. Malas untuk menanggapi.
"Hey, lo liat deh orang yang ada paling kanan. Ganteng ya?" Tiba-tiba Jihan berbisik pada Ririn.
"Lo tahu gak siapa namanya?" tanya Jihan lagi.
"Gak, dan gue gak mau tahu." mendengar Ririn berucap, Jihan malah terus bertanya pada Ririn. Berharap agar terus mendapat respon lebih dari orang yang ada di sebelahnya.
"Hallo semua, tanpa perkenalan gue yakin kalian udah tahu siapa gue. Tapi biar kalian yang mungkin belum tahu, detik ini gue kasih tahu. Nama gue Wooseok dan gue yang memimpin ospek tahun ini." Teriakan serta tepuk tangan meriah mengiringi ucapan Wooseok.
Dan ucapannya terus berlanjut untuk memperkenalkan jajaran pengurus ospek serta kegiatan yang akan dilakukan selama ospek.
Tak terasa jarum jam sudah memasuki angka sepuluh. Para panitia ospek memberikan waktu istirahat untuk semua calon maba.
"Hei, mau ke kantin bareng?" Ririn menoleh kiri kanan dan tak menemukan saudaranya satupun. Ia berpikir bahwa tak ada salahnya jika ia menerima ajakan wanita cerewet yang ada di sampingnya sejak pagi.
Setelah mendapat anggukan, Ririn ditarik oleh Jihan ke arah kantin yang tak terlalu jauh dari tempat mereka berada.
Saat keduanya berada di kantin dan telah mendapat makanan yang dipesan, seseorang tiba-tiba melambaikan tangan pada Ririn yang terlihat sedang mencari bangku kosong.
Dengan jalan santainya Ririn berjalan ke arah orang tersebut sedangkam Jihan yang ada di belakangnya terdiam hingga ia baru menyadari jika Ririn telah berjalan jauh di depannya. Baru lah saat itu Jihan berjalan cepat, menyusul Ririn yang sudah sampai di bangku yang dituju.
Jihan yang baru sampai di tempat yang diduduki Ririn langsung berbisik, "hmmm, Rin. Kita pindah tempat yuk. Jangan di sini. Gue, gue... "
"Hai, lo temennya Ririn?" Seorang perempuan tiba-tiba bertanya pada Jihan. Dengan kikuk, Jihan menatap orang-orang yang ada di dalam lingkup meja tersebut. Jihan mengangguk sedikit sambil menggigit bibir bawahnya gugup.
"Yaudah, lo ikut gabung sama kita. Lagian masih ada kursi kosong di sebelah Kai. Temen Ririn temen kita juga," ucap El yang ada di sebelah Sehun.
"Emmm..."
"Udah, duduk aja!" Akhirnya Jihan hanya menurut dan duduk di samping Kai dengan tatapan iri yang mengiringinya.
"Heh, lo jangan makan pedes!" seru Chanyeol sambil menjauhkan tempat sambal yang akan Ririn ambil.
"Oh, ayolah, gue kangen sama makanan pedes tau!"
"Gak, dokter udah bilang lo gak boleh makan-makanan terlalu pedes."
"Gue cuma ngambil dikit kok..."
"Dan gue gak yakin dikit yang lo maksud kurang dari satu sendok!" celetuk Sehun lalu menyuapkan satu sendok makanan ke mulutnya.
"Nah, bener kata Sehun. Lo gak bakal naro sambel seminim itu, gue tahu banget lo bakal ngambil lima sendok sekaligus." El ikut menyahut.
Ririn hanya bisa mendengus kesal dan menyendok satu baso bulat yang lumayan besar dalam satu suapan tanpa dipotong yang membuat mulutnya penuh hingga mengembung.
Sedangkan Jihan yang tak tahu apa-apa hanya kebingungan dengan tingkah mereka. Dan satu pertanyaan yang ada di benaknya.
Kenapa mereka sebegitu perhatiannya pada Ririn?
***
Ada yang nungguin?
Maaf banget kalo kelamaan update, rencananya gue mau update kemaren malem, tapi tiba-tiba hp gue low-bat. Hehe
DAN GUE BARU BISA LANJUT NULIS SEKARANG.
Bicos gue emang lagi sakit sebadan-badan.
Capslock jebol ye. Gak papa lah ya.
Ok, cukup sekian dan jangan lupa Voment dan kunjungan ke beberapa cerita gue yang lain bakal gue tunggu selalu.
Satu vote dari kalian sangat berarti buat gue.
Tunggu!
Ada yang udah liat drama terbaru Kim Jongin?
Gue belom! Tapi cuma liat kilasan dari OA-OA LINE TERSAYANG GUE.
GUE AMPE TAHAN NAPAS LIATNYA CUYYYYY.
Abs bertebaran 😂😂😂
15 Jan 2018
Rinmy98
KAMU SEDANG MEMBACA
2#Protective ✔
FanfictionSequel StepBrother EXO Kehidupan masih berjalan, masih banyak orang yang menyayangi dan menjagamu -EXO Aku ingin seperti dulu! Tapi aku tidak bisa seperti dulu -Ririn Aku akan merubahmu seperti dulu lagi -Calm(?) Start: 26 Desember 2017 End : 10 Ju...
