Entah kenapa, jujur gue sampe sekarang masih gak percaya ada yang baca cerita-cerita gue.
Kenapa? Karena gue gak ada rencana buat bikin ff apalagi bikin ff korea yang buta banget buat mata gue.
Gue gak tahu itu sehun, chanyeol, kai atau pun baekhhyun juga exo. Bahkan gue gak tahu kalau dulu pas pertama baca genre ff korea mereka adalah boy grup korea. Heuheuuu.
Miris banget ya huhuhuhu.
Tapi kenapa gue sekarang nyaman sama nulis cerita ff? Kenawhy? Why?
Padahal gue dari awal lebih suka ke genre action, misteri, psyco, paranormal, dll.
Ini bener loh ya, gue masih bingung dan gak nyangka kalo gue malah sukses -hmmm, gak bisa dibilang sukses sih sebenernya- dalam genre fanfic korea.
Masih gak nyangka, sumpah!!!
Gue berasa ngimpi.
Happy reading😘
Seperti biasa. Typo gue bertebaran.
***
Entah apa yang ada dalam pikiran Xiumin dan Chen saat melakukan hal seperti sekarang ini. Keduanya mengendap-ngendap ke dalam kamar Ririn hanya sekedar menuntaskan keingintahuan mereka tadi pagi.
Kemana Ririn? Tentu kedua orang kepo ini tidak melakukan ini hanya berdua. Mereka telah bekerja sama bersama lima serangkai untuk mengalihakan perhatian Ririn.
Keduanya membuka pintu dengan pelan seakan takut membuat orang di dalan kamar alan tetganggu, padahal sudah jelas pemilik kamar sedang dialihkan oleh saudaranya sendiri. Sepertinya mereka terlalu mendalami peran spy agen dalam film.
"Chen, cari barang bukti," bisik Xiumin yang langsung disambut oleh gerakan membuka laci-laci lemari dari Chen.
"Ketemu gak Chen?"
"Belom, gue masih belom nemu barang-barang mencurigakan."
Keduanya kembali mencari, kebanyakan laci atau lemari-lemari itu dikunci.
"Rata-rata lada dikunci nih, Bang. Gue jadi bingung."
"Sama."
Keduanya malah duduk di tepi kasur dan mengedarkan pandangan masing-masing.
"Itu apa Chen?"
***
"Wohooo, lo kalah." Chanyeol bersorak gembira saat mobil dalam game yang ia mainkan melewati garis finish.
"Ah curang, lo nyenggol tangan gue tadi."
"Ehhh, ngada-ngada lo ya. Gue gak senggol juga buktinya gue menang."
"Au ahhh, gue mau tidur aja ke kamar." Serentak; saat itu juga mereka berkoar dengan kompak.
"JANGAN!" Tak terkecuali Dio yang baru melangkah masuk dengan beberapa bungkus cemilan yang ada di kedua tangannya.
"Kompak amat." Ririn menatap datar lima serangkai dengan kecurigaan yang ia selipkan di dalamnya.
"E-ekhm, dah lo duduk sini. Gur mau vidio call nih sama El, katanya dia kangen sama lo," ucap Sehun menarik Ririn duduk di sampingnya lalu mengambil laptop yang entah punya siapa ke pangkuannya lalu menyimpannya di meja saat hubungannya tersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
2#Protective ✔
FanfictionSequel StepBrother EXO Kehidupan masih berjalan, masih banyak orang yang menyayangi dan menjagamu -EXO Aku ingin seperti dulu! Tapi aku tidak bisa seperti dulu -Ririn Aku akan merubahmu seperti dulu lagi -Calm(?) Start: 26 Desember 2017 End : 10 Ju...
