Di dalam ruangan VIP, terlihat pria tinggi yang sedang duduk sambil menatap gadis yang masih belum sadarkan diri sejak keluar dari IGD beberapa jam lalu.
Selang oksigen dan infus tertempel pada tubuhnya.
"Ririn, bangun dong. Kamu gak mau liat Abang khawatir kayak dulu lagi kan?" pandangannya sendu, matanya memerah dan berkaca-kaca.
Ia teringat saat dirinya hanya berdua bersama Ririn.
Ya, hanya berdua.
Berusaha menghilangkan semuanya sendiri, mengantarnya sendiri dan segala sesuatu yang Ririn perlukan ia lakukan sendiri.
Satu tahun penuh fokusnya terbagi dua antara perusahaan dan Ririn yang keduanya sama-sama berada digenggamannya.
Kini, ingatannya kembali saat kondisi Ririn yang dulu drop.
Panik, ia panik sendiri.
Ia merasa gagal saat mendapati adiknya telah bersandar pada dinding dengan napas yang tidak beraturan.
Di situ ia merasa gagal menjadi seorang kakak karena tak bisa menjaganya dengan baik.
Dan dari detik itu ia menyewa pekerja tetap untuk menjaga adiknya agar kejadian yang sama tak lagi terulang.
"Bang..."
Suara Ririn membuyarkan semua yang ia pikirkan.
"Ririn, kenapa? Ada yang sakit?" tanya Lay beruntun dengan panik karena takut adiknya merasa butuh sesuatu atau merasakan sakit di bagian tertentu.
Ririn menggeleng lemah. "Aku pengen pulang," ucapnya lirih.
Lay menggeleng keras, ia tidak akan membiarkan adiknya ini keluar dari rumah sakit sebelum ada izin dokter.
"Gak, Abang gak bakaln izinin kamu pulang saat kondisi kamu kayak gini!"
"Ayolah, Bang. Ririn udah bosen sama rumah sakit." Ririn terus membujuk Lay agar mengizinkannya pulang segera.
Cklek
"Assalamualikummmm." Baekhyun yang membuka pintu dan segera berjalan cepat saat melihat Ririn telah membuka matanya.
Yang lain mengikuti langkah Baekhyun yang terburu-buru.
"Rin, Ririnnnnn akhirnya lo sadar juga." Baekhyun memeluk Ririn yang masih terbaring di atas bangkar.
"Baekhyun lepasin, lo neken selang oksigen nya, Dodol!" seru Chanyeol saat melihat Baekhyun tak sengaja menekan selang oksigen.
"Gak usah bilang dodol juga keles." Baekhyun mendelik pada Chanyeol lalu menatap Ririn. "Maaf ya, hehe." Ririn yang melihat keduanya dengan tingkah laku yang seperti ini membuatnya tertawa ringan seraya mengangguk.
Mata Lay dan yang lainnya berbinar saat melihat dan mendengar tawa ringan yang telah lama mereka rindu kan.
"Kok sepi?" pertanyaan dari seseorang membuat binar di mata mereka langsung buyar seketika dan menatap tajam orang yang baru saja masuk dan mengacaukan suasana.
"Taehyung! Lo kenapa masuk sih? Lo ngacauin suasana tau gak!" seru Sehun sambil mendelik.
"Hah? Kok gue baru masuk malah disalahin sih?" Taehyung merengut kesal karena disalahkan padahal ia tak tahu apa-apa.
"Ya kalo bukan karena lo, si Ririn ketawanya gak bakalan berhenti."
"Hah, lo barusan ketawa, Rin?" Taehyung menatap Ririn dan berlari ke arahnya sambil menyingkirkan Baekhyun dan mendekatkan wajahnya, "coba lo ketawa lagi? Peaseeee."
Belum sempat Taehyung mendapat balasan, tubuhnya sudah ditarik oleh Kai. "Lo ngapain deket-deket?"
"Nah, lo ngapain narik-narik gue, Kai?"
"Gue narik lo gara-gara takut si Ririn pingsan...."
"Pingsan karena kegantengan gue gitu?" Wajah Taehyung berseri-seri.
"Enak aja, yang ada si Ririn pingsan gara-gara bau mulut lo." Taehyung melotot tak percaya dengan apa yang Kai ucapakan. Tangannya sudah naik ke atas dan Kai sudah bersiap menangkis serangan apa saja dari Taehyung yang akan melayang padanya.
Bahkan Ririn sendiri telah memfokuskan matanya pada kemungkinan serangan apa yang akan Taehyung lakukan pada Kai.
Tapi sedetik kemudian tangan itu berada di depan mulut Taehyung sendiri dan mengeluarkan hembusan-hembusan udara pada tangannya lalu menghirup baunya. Memastikan apa yang Kai ucapkan padanya tadi.
"Si goblok, gue kira mau adu serang. Padahal gue udah siap jadi pemandu soraknya." ucap Baekhyun lalu diangguki oleh Sehun dan Chanyeol.
Ririn kembali tertawa ringan yang mengalihkan semua atensi yang tadi berpusat pada Taehyung.
Lay yang melihat itu tersenyum hangat dengan tangan yang masih menggenggam tangan Ririn.
"Lagi, lagi!" seru Taehyung pada Ririn dan diikuti oleh tatapan-tatapan yang sama dari Baekhyun, Kai, Chanyeol dan Sehun.
"Apaan sih. Udah deh."
"Yahhh, penonton kecewa guys," ucap Sehun sambil cemberut.
"Shttt, udah! Jangan bercanda mulu kalian. Oh ya, yang lain kemana?" tanya Lay yang memberhentikan sesi canda tawa mereka.
"Kalo Bang Umin sama Dio lagi ke kantin rumah sakit beli makanan buat kita. Nah, kalo Bang Chen sama Bang Suho lagi introgasi si pelaku penyebab kejadian ini."
"Introgasi?" tanya Ririn bingung.
"Hooh, Rin. Mereka berdua lagi introgasi si Kino, Jihon, Wooseok sama si Lona," jawab Baekhyun sambil duduk di sisi ranjang Ririn.
Ririn terdiam, ia baru ingat bahwa yang menyebabkan penyakitnya kambuh adalah hukuman dari Wooseok.
Tapi kenapa orang bernama Kino Jihon serta Lona ikut diintrogasi?
Lay yang melihat Ririn diam sampai mengerutkan keningnya mengarahkan tangannya untuk mengusap kerutan itu.
"Jangan mikirin apa-apa." Ririn langsung tersadar dan menatap Lay lalu menganggukan kepalanya.
"Bang, pulanggg," rengek Ririn yang mencoba mengeluarkan sisi manjanya kembali untuk membujuk Lay.
"Hhhh, ok. Abang panggil dokter dulu buat periksa kamu ya." Lay segera beranjak saat melihat Ririn mengangguk.
Keadaan hening setelah Lay keluar.
Tak ada yang mengeluarkan suara. Pandangan Ririn tertuju pada vas bunga dengan bunga lily putih yang berada di dalamnya.
Baekhyun menatap Ririn yang terus memandang vas bunga lalu berjalan dan menduduki kursi yang tadi di tempati oleh Lay
"Bunga itu baru diganti oleh suster satu jam lalu. Gue aneh deh, padahal bunga mawar yang sebelumnya juga masih seger banget." Ririn langsung menatap Baekhyun dan meminta penjelasan lebih lewat tatapannya.
"Gue sempet nanya sama suster nya , dan suster nya bilang kalau ada orang yang meminta nya memasukan bunga itu untuk menggantikan yang sebelumnya." Ririn diam, lalu memorinya terhenti pada seseorang yang dulu memberikan nya kotak sedang dengan beberapa barang yang masih ia simpan dengan baik serta bunga lily putih yang juga berada di dalamnya.
'Calm, apa itu lo?' tanya Ririn dalam hati sambil menatap bunga lily yang berada di vas.
***
Holaaaa
Protective datang nihhh.
Cie cie cie yang tadi udah pada nangih kesenengan nih😂
Vomentnya jangan lupa ya bebs.
Dimohon jangan komen next doang ok. Karena tanpa bilang next juga Rinmy pasti lanjutin cerita ini.
Rinmy butuhnya semangat lohhh. Hehe 😊
11 Feb 2018
Rinmy98
KAMU SEDANG MEMBACA
2#Protective ✔
FanfictionSequel StepBrother EXO Kehidupan masih berjalan, masih banyak orang yang menyayangi dan menjagamu -EXO Aku ingin seperti dulu! Tapi aku tidak bisa seperti dulu -Ririn Aku akan merubahmu seperti dulu lagi -Calm(?) Start: 26 Desember 2017 End : 10 Ju...
