Hari ini adalah hari pertamaku tinggal bersama namjoon. Sebenarnya kemarin kami tidur di hotel namun kami tak tidur dalam ranjang yang sama.
Apa kalian pikir bahwa di sana terdapat dua kasur? Tentu saja tidak dan apa kalian pikir bahwa aku yang tidur di kasur dan namjoon di sopa.
Kurasa kalian salah karna ketika kami baru saja masuk ke kamar ia langsung merebahkan dirinya di kasur tanpa berniat membuka setelan jas nya terlebih dahulu.
Aku membiarkan nya karna aku yakin ia lelah, dan aku sibuk melepaskan gaun panggantin ini, walaupun yang aku kenakan hanya dress saja namun siapa sangka bahwa membukanya akan sesulit ini.
Dress yang menampilakan bahu atas dan semua lilitan di pinggang membuat ku sedikit sesak.
Sudah sekitar tiga puluh menit aku membersihkan riasanku namun dress ini masih melekat di tubuhku bahkan tanganku sampai kram karna sulit menggapai tali di belakang punggungku.
Aku berniat meminta tolong pada namjoon namun melihatnya sedang menelpon seseorang ku urungkan niatku.
Aku memilih membereskan bajuku dan baju namjoon ke dalam lemari.kami berniat untuk tinggal di hotel selama dua hari barulah setelah itu kami akan tinggal di apartemen milik namjoon.
Kulihat ia memasukan ponselnya ke dalam saku celana dan melepas setelan jasnya dan kini hanya tersisa celana bahan dan kemeja hitam yang melekat di tubuhnya.
"Namjoon -ssi" bolehkah aku meminta tolong?" Ucapku hati hati.
Ia mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Bisakah kau membantuku membuka gaun ini..aku kesulitan untuk menggapai talinya" ucapku memohon.
" baiklah karna aku sedang dalam mood yang baik aku akan menolongmu " ia berjalan mendekat dan aku segera memalingkan wajahku ke arah cermin.
Kulihat ia sudah berada di belakangku.
Jantung ku berdegup dengan kencang. Aku menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Kulihat ia mengarahkan pandangannya ke arah cermin dan memandang wajahku dengan sangat dingin.
Karna takut aku pun menunduk.namun seketika tubuhku menegang ketika tangan dingin namjoon menyentuh punggunggku yang terekspos.
Kulihat ia tersenyum dan menapilkan smirk nya.
Srekkk
Bola mataku seakan mau copot ketika ia dengan kekuatannya malah merobek gaun yang aku kenakan aku langsung berbalik dan menggapai badrobe di sebelah ku.
"Ke..kenapa kau lakukan ini?"
"Tak ada hanya ingin " ucapanya yang cuek dan dingin membuat ku langsung melesat ke kamar mandi.
Namun sebelum itu aku menabrak tubuhnya.
Ketika aku masuk ke kamar mandi aku segera mengunci pintunya dan membersihkan diriku.
Ketika aku berniat menyalakan keran air hangat tiba tiba lampu di kamar mandi padam dan itu membuatku menjerit.
"Eommma...." samar samar aku mendengar seseorang tengah tertawa terbahak bahak.
Ku raih kenop pintu dan blam
Terkunci.
Apa salahku ya tuhan.. "namjoon.kumohon buka pintunya...hikss.kumohon aku sangat takut..."
"Diamlah aku ingin tidur..selamat malam istriku" teriaknya di balik pintu.
Ku ketuk beberapa kali dan memohon padanya sampai seluruh tenaga ku habis jangan lupa dinginnya lantai dan gelapnya lampu.
Hingga semua gelap..
Tbc.....
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanfictionMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
