Kini namjoon tengah mengendarai mobilnya menuju cafe nara,tadi istrinya itu menelpon dan katanya ia sebentar lagi selsai.
Namjoon memarkirkan mobilnya di depan cafe,ia mengenakan topi dan maskernya lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Masih ada beberapa pelanggan, ia mendudukan dirinya di salah satu kursi dan menelpon nara.
"Yeoboseyo? " ucap namjoon sambil mengedarkan pandangannya
Nampaknya nara tengah berada di ruangannya karna hanya ada beberapa karyawan saja yang ia lihat
" yeoboseyo?, aku sudah di cafe"
" nde,aku akan turun, " lalu sambungan terputus.
Namjoon mematikan sambungan telponnya lalu menunggu nara. Sudah 5 menit ia menunggu namun nara sama sekali belum datang.
Ia memutuskan untuk memesan satu gelas minuman americano. Sambil menunggu nara ia melihat lihat interior cafe,yang lumayan Bagus.
" dari mana ia mendapat ide ini?" Tanya namjoon ketika melihat sebuah lukisan yang lumayan besar di dinding.
Hampir 10 menit namjoon menunggu akhirnya ia bertanya pada salah satu pelayan
" chogiyo, mian di mana ruangan nara?" Tanya namjoon
" dari sini naik saja tangga di pojok sana nanti ada pintu berwarna coklat itu ruangannya".
Namjoon menggangguk dan melangkahkan kakinya ke arah tangga.
Ia melihat ke arah pintu berwarna coklat yang tidak di tutup rapat
" hajima.." teriak nara.
Namjoon yang mendengar teriakan nara langsung masuk dan ia langsung diam membeku.
Disana nara sedang bersama dengan pria yang waktu itu di apatemen.
Nara menangis karna tangannya di ikat. Pria tersebut mencoba untuk memeluk nara namun namjoon terlebih dahulu mendorong tubuh pria tersebut.
"Namjoon -ah " lirih nara
Namjoon memukul wajah pria tersebut sampai lebam dan banyak mengeluarkan darah.pria tersebut pergi meninggalkan nara yang masih menangis sesenggukan dan namjoon yang meringis ketika pria tersebut meninju wajahnya.
Namjoon beralih pada nara. "Namjoon- ah hiks...."
Namjoon membuka ikatan di tangan nara dan memeluk nara "gwenchana ada aku,kau aman " ucap namjoon
Nara tak tau apa yang akan terjadi apabila namjoon tidak datang.
Namjoon mencoba menenangkan nara, " wae geurae? " tanya namjoon
Nara mulai tenang dan menceritakan secara singkat tentang kejadian tadi
"Ketika aku baru saja mematikan sambungan telpon dari mu ,seseorang datang ,awalnya ia hanya ingin meminta maaf namun ketika aku ingin pergi menemui mu,tiba tiba ia membekap mulutku dan mengikat tanganku menggunakan dasinya.
Aku berhasil membuka pintu namun ia kembali menghempaskan ku ke sofa dan mencoba untuk memeluk
"Namjoon -ah aku sangat takut,kau tau kenapa aku sangat takut gelap dan dingin itu karna dulu aku pernah di sandra olehnya, "
Peruntunan dari nara membuat namjoon merasa tersayat bagaimana bisa istrinya di perlakukan seperti itu.
"Kita pulang, kajja" ucap namjoon. Nara yang syok begitu lemas sampai ia kesulitan berjalan.
Ketika ia sudah sampai di depan mobil nara kehilangan keseimbangan. Ia pingsan beruntung namjoon tepat di belakang nya
'' Nara - ya,ireona" namjoon memasukan nara ke dalam mobil dan berniat membawanya ke rumah sakit namun ia malah membawanya ke rumah orang tuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanfictionMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
