cry again

3.6K 330 2
                                        

Seseorang kini tengah mengerjapkan matanya,ia memegang kepalanya yang sedikit berdenyut .ia  Mencoba untuk bangkit namun semua sia sia karena rasa pusing menyerang kepalanya

ia mencoba mendudukan dirinya dan berhasil,nara mengedarkan pandangannya pada setiap sudut kamar dan menatap kosong pada seseorang yang tertidur di atas sofa.

Tanpa berniat membangunkan,nara mencoba menuju kamar mandi sekedar membersihkan tubuhnya namun baru beberapa langkah  seketika kepalanya pusing

Brukk

Nara terjatuh dan membuat namjoon terbangun. Namjoon melihat nara yang bersimpuh di lantai

"Nara- ya?"

Nara sama sekali tak merespon ia masih berusaha menahan sakit di kepalanya

Namjoon membawa nara ke atas ranjang dan menenagkannya

"Gwenchana ada aku di sini" ucapnya sambil memeluk nara.

Nara menggeleng dan mencoba menjauhkan tubuh namjoon dan melepaskan pelukannya namun sia sia karna tenaga namjoon lebih besar.

Nara hanya diam tanpa membalas pelukan dari namjoon.

Merasa nara sedikit tenang namjoon melepas dekapannya dan menagkub wajah nara yang pucat.

"Gwenchana?" Ucap namjoon

Nara menunduk dan menahan sesak di dadanya. Ia terlalu yakin akan kenyataan bahwa namjoon masih berhubungan dengan yura.

" nara- ya lihat aku" namjoon memandang wajah nara dan nara melihat tepat ke arah matanya.

Entah apa yang terjadi namun namjoon melihat raut sedih di mata nara.

Ia tak tau apa yang terjadi pada nara.

Baru juga namjoon ingin berbicara setetes air mata membasahi pipi mulus nara membuat raut wajah namjoon berubah

" waeyo,?? Apa yang terjadi padamu?? Kenapa kau pulang selarut itu, aku sangat menghawatirkan mu, aku..."

" namjoon " ucapan namjoon terhenti ketika nara melepas tangan namjoon di kedua pipinya.

" aku ingin pulang" ucap nara sambil menghapus air matanya

" wae??  "

" aku ingin pulang kumohon " ucap nara sambil menatap namjoon dalam.

Terdengar hembusan nafas dari mulut namjoon dan ia mengangguk mengiakan.

...........

At seoul.....

Apartemen......

Nara baru saja sampai di apatemen,ia  diantar oleh supir taksi dan langsung menuju kamar .

ingatan yura dan namjoon tempo hari mengiang di kepalanya.  Bahkan namjoon belum mengetahui kalau nara pulang ke seoul

Entah apa yang akan terjadi, namun yang pasti nara sungguh lelah dengan semua ini.

Nara berniat membersihkan badannya dahulu setelah itu masak untuk makan malam.

Selsai dengan makanan nara beralih ke kamar dan mengistirahatkan badannya serta fikirannya.

Namun gagal ia malah menangis di tengah malam dan memeluk guling kesayangannya.

Hal yang kecil dan seharusnya bisa di bicarakan secara baik baik namun tidak bagi nara nyatanya namjoon sama sekali tak mengatakan apapun perihal yura.

Dan itu membuat nara semakin yakin bahwa namjoon masih berhubungan dengan yura

Waktu sudah menunjukan pukul 1 malam dan nara masih menangis bahkan kini matanya sudah bengkak dan bantal sudah sangat basah.

Ia bangkit menuju kamar mandi, sekedar membasuh wajahnya.

Ia melihat pantulan dirinya di kaca dan tersenyum miris ketika melihat wajahnya sendiri.

Banyak kesedihan dan tekanan dari mana mana. Fans namjoon, kedua orangtua dan namjoon serta yura.

Semua bergabung membentuk kesedihan bagi nara.

Entah berapa lama nara berdiam diri di kamar mandi ia memutuskan untuk mengganti bantal yang basah dan berniat mengistirahatkan tubuhnya kembali.

Ia mencoba untuk menenangkan fikirannya dengan beberapa obat penang yang tadi ia beli di toko obat.

Ia mendengar derap langkah seseorang yang terdengar Buru Buru dan seketika pintu terbuka.

Yang pertama kali ia dengar adalah helaan nafas dari seseorang yang ia kenal.

Namjoon mendekati nara lalu mengecup pucuk kepala nara lama. Entah sadar atau tidak  namjoon meneteskan air matanya.

Namjoon terdiam ketika melihat wajah sembab nara dan mengelusnya secara perlahan.

Entah sadar atau tidak tindakan namjoon membuat nara membuka matanya dan menatap namjoon sambil berlinang air mata.

"Nara ya" ucap namjoon.

"Namjoon" nara memeluk namjoon erat dan menenggelamkan wajahnya di leher namjoon.

Namjoon ikut memeluk nara dan mengelus kepala belakang nara.

"Gwenchana ada aku" ucap namjoon.

Nara menggangguk dan melepaskan pelukannya. Namjoon menghapus air mata nara dan mengecup dahi nara lama.

"Aku menghawatirkan mu" ucap namjoon sambil menagkub wajah nara dengan kedua tangannya.

" mianhae, aku belum sempat menceritakan perihal yura pada mu,aku yakin kau melihatnya.tapi percayalah ia hanya menceritakan kesedihannya"

Namjoon mencoba menjelaskan semua yang terjadi dan nara sama sekali tak berkutik ia hanya diam mendengarkan sambi sesekali menghapus air matanya.

"Dengar! Aku sama sekali tak ada hubungan apapun dengan yura. Bahkan sekarang aku meninggalkannya demi dirimu." Penjelasan dari namjoon membuat nara sedikit tenang.

Ia memeluk namjoon " bogoshipo " ucap nara tepat di telinga namjoon.

Mendegar ucapan nara , namjoon tersenyum dan membalas pelukannya.

"Apa kau bisa mempercayaiku? " nara melepas pelukannya dan mengganguk.

"Maaf karna aku berfikir negatif tentang mu,maaf karna aku pulang ke seoul tanpa memberitahu mu,maaf karna aku..."

Ucapan nara terhenti ketika namjoon mencium kening nara dan menggeleng

"Berhenti minta maaf, karna aku lah yang salah, " ucap namjoon

Nara tersenyum dan menenggelamkan wajahnya di dada namjoon.

Namjoon melihat ada perubahan di kamarnya.

"Nara ya apa kau mengganti sarung bantal?"

Nara menggangguk dan memejamkan matanya.

Mereka masih diam di posisi nara yang di peluk namjoon.

Hingga terdengar suara dengkuran halus milik nara.

Namjoon tersenyum dan membaringkan tubuh nara serta menyelimutinya hingga sebatas leher.

Namjoon melepas bajunya dan mengganti pakaian menjadi baju tidur lalu menyusul nara ke alam mimpi.

..............

Tbc.....

I Hope a Beautifull MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang