Namjoon pulang dalam keadaan kacau,kalau saja seok jin tak mematikan musik pasti seluruh anak bangtan akan bangun dengan keadaan kacau.
Beruntung ia mengetahui pasword kamar namjoon. Seok jin memapah namjoon dan menidurkannya di atas kasur,
"Ahhh aigoo,badanku" ringis seok jin ia mendudukan dirinya di sofa ruang tamu.
"Eohh kenapa tak ada siapapun? " tanya seok jin dalam hati.
"Apa istri namjoon belum pulang?,atau memang aku salah masuk kamar?" Seok jin menggelengkan kepalanya dan beranjak ke luar kamar,ia juga harus mengurus anak bangtan lainnya.
........
"Eungggg,ahhh kepalaku" rintihan namjoon terdengar ketika ia baru saja bangun tidur,ia melirik arloji dan beranjak ke kamar mandi.
Selsai dengan urusan buang air ia segera ke dapur dan meneguk habis sebotol air mineral.
"Ahhhh..segar sekali."
Namjoon menggaruk kepalanya yang gatal setelah itu ia kembali lagi ke kamar dan tidur
Karna waktu baru menunjukan pukul tiga dini hari.
..........
Bau obat obatan dan ranjang yang sedikit empuk membuat seorang gadis terbangun.ia mengedarkan pandangannya.
Helaan nafas adalah hal yang pertama kali ia perdengarkan "ahh kepalaku, kenapa aku ada di sini?"
Kini anastesi nya beralih pada nyonya dan tuan kim yang tengah tertidur di atas sofa.
Gadis tersebut turun dari ranjangnya dan mendorong infusan ke arah nyonya kim.
Ia berniat menaikan selimut yang nyonya kim kenakan namun sepertinya nyonya kim terbangun.
"Eohh sedang apa disini,Kenapa kau turun dari ranjang mu,cepat kembali dan istirahat " ucap nyonya kim parau.
"Eomma, kenapa aku ada di sini?" Pertanyaan yang di lontarkan gadis tersebut membua nyonya kim tersenyum.
Nyonya kim menuntun menantunya tersebut untuk duduk dan mengenakan selimut "kau tadi muntah dan setelah itu pingsan," ucap nyonya kim sambil mengelus surai hitam gadis tersebut.
"Ahh seperti itu,lalu kenapa aku ada di sini,maksudku apa namjoon yang membawaku ke sini?" Pertanyaan polos yang di katakan gadis tersebut membuat nyonya kim menundukan kepalanya.
"Sepertinya namjoon sibuk jadi ketika kau pingsan eomma dan appa yang mengantarmu ke sini"
Gadis tersebut nampak menggangguk,nyonya kim berangsur memeluk tubuh gadis tersebut.ia sangat beruntung memiliki menantu seperti gadis tersebut. Bukankah ini semua hanya perjodohan namun siapa sangka nyonya kim telah terlebih dahulu mengenal gadis tersebut.
Flashback on
Seorang gadis kecil dengan mantel berwarna putih kini tengah duduk sendirian di sebuah ayunan
Taman yang begitu asri kini berubah menjadi gumpalan gumpalan putih dan di selimuti oleh salju.
Gadis cilik tersebut sesekali meniup niup tangannya ,guna menghilangkan rasa dingin yang kian lama kian menusuk.
Ia bermain dengan salju karna ia tak memiliki teman.
Hingga seorang ajumma yang ia ketahui sebagai salah satu tetangganya menghampiri nya.
"Eohh kenapa kau ada di sini?, pulanglah cuaca sedang dingin"
Gadis tersebut mendongkrak dan menggelengkan kepalanya.
"Aniyo,dirumah tidak ada siapa siapa,dan di rumah tak ada yang mau menemaniku bermain"gadis tersebut menundukkan kepalanya
"Hmm setidaknya kau tidak kedinginan "
"Aku tak mau pulang,aku tak punya teman, bahkan di sekolah pun aku tak punya teman" ucap gadis tersebut
"Geunde, karna cuaca sedang sangat dingin mari kita ke rumah bibi"
Awalnya gadis tersebut menolak namun karna bujukan dari nyonya kim ia pun menyetujuinya.
Mereka berjalan menelusuri jalan setapak menuju rumah nyonya kim.
Ketika di persimpangan jalan tiba tiba ada sebuah motor yang melaju kencang ke arah nyonya kim.hal ini di sadari oleh gadis tersebut
Gadis tersebut segera menarik mantel nyonya kim
Brukkkk
Motor tersebut mengenai salah satu pohon hingga motor tersebut terguling.
Nyonya kim masih pada mode diam.ia merasa nyawanya seakan terbang.
Hampir saja ia tertabrak motor tersebut.
"Ahjumma, Gwenchana? " tanya gadis tersebut.
Nyonya kim menggangguk dan mengsejajarkan tubuhnya dengan sang gadis "gomawo,karna telah menyelamatkan ku"
Gadis tersebut menggangguk dan memeluk nyonya kim erat.
"Geunde,karna telah menyelamatkan ahjumma, mau kah kau secangkir coklat panas."
Gadis tersebut tersenyum dan menyelipkan tangganya ke tanggan nyonya kim.
Mereka jalan berdampingan. Hingga sampailah mereka di salah satu rumah bergaya eropa dengan warna putih yang mendominasi.
"Ahjumma, apa tinggal sendiri?? " tanya gadis tersebut ketika mereka telah masuk ke dalam rumah.
"Aniyo,ahjumma tinggal bersama anak dan suami "
"Ba....".
"EOMMA AAAA" teriakan suara seorang anak kecil menggema di salah satu sudut rumah.
Nyonya kim menggeleng dan langsung mengajak gadis tersebut untuk menemui anaknya.
"Waeyo?"tanya nyonya kim sambil meletakan dua gelas coklat panas
"EOMMAA..appa nappen, Eohh...." ucapan namjoon terpotong setelah melihat ada seorang gadis di samping eommanya.
"Nuguseyo? " tanya namjoon sarkatik
Gadis tersebut bersembunyi di balik tubuh nyonya kim.
"Eomma,Nuguseyo? " pertanyaan yang sama namun kini nyonya kim menarik gadis tersebut dan menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.
"Je..jeon nara imnida" Gadis tersebut menundukan badanny dan kembali bersembunyi di balik tubuh nyonya kim.
"Geunde,sekarang perkenalkan dirimu namjoon "
"Kim namjoon imnida," ia mengulurkan tangganya dan tersenyum menampilkan lesung pipinya"
" baiklah eomma tinggal dulu,kalian bermain lah "
"Nde"
Namjoon kini tengah menyusun salah satu puzzle yang bergambar beruang.sedangkan nara hanya melihat apa yang di lakukan namjoon
Namjoon yang menyadari tidak ada pergerakan Dalam diri nara segera menatap nara
"Ahh umurmu berapa?" Tanya namjoon
"Naega, empat tahun" lirih gadis tersebut
"Geunde kalau begitu kau panggil aku oppa karna aku satu tahun lebih tua dari mu"
"Nde,oppa" setelah itu mereka tersenyum dan bermain .
Nyonya kim ingin memberikan sebuah jus namun melihat kedua bocah tersebut tertidur dengan lengan namjoon yang menjadi bantalan.
Membuat nyonya kim tersenyum .
"Ahh sepertinya mereka lelah" nyonya kim memberikan selimut kepada kedua bocah tersebut.
Flashback off
Tbc.....
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanfictionMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
